Chapter 1

6.3K 514 24

Holla guys

Sebenarnya ini cerita tadinya ingin aku hapus.

Soalnya cerita ini aku rasa ngebosenin deh.

Tapi karna ada yang minta next, jadinya aku next.

Makasih atas comment dan vote yang kalian kasih.

Okay! CAMERA ROLLING ACTION!!!

* * *

Dylan dan Louis menatap bangunan yang di halamannya banyak sekali anak kecil yang sedang bermain dan di pagarnya bertulisan 'Panti Asuhan Mawar Putih'

"Sepertinya ini Panti Asuhan yang di bilang Harry kemarin."Ucap Louis.

"Yeah. Alamatnya bener dan namanya bener, pasti ini panti asuhannya."Ucap Dylan.

Kalau kalian bertanya kemana 13 cowok yang lainnya, jawabannya adalah sekolah.

(NB : disini bercerita saat 2010.)

"Well, ayo kita masuk dan tanya salah satu anak kecil itu."Ucap Louis santai sambil membuka gerbang panti asuhan dan masuk.

Sedangkan Dylan mengikuti dari belakang.

"Hai adek-adek."Sapa Louis sok akrab kepada anak-anak cowok yang sedang bermain bola.

Anak-anak cowok itu berhenti bermain bola dan salah satu anak cowok menghampiri Louis.

"Hai kak. Ada apa ya?"Tanyanya.

Louis berjongkok mensejejerkan tinggi anak itu.

"Kakak mau nanya. Pemilik panti asuhan dimana ya?"Tanya Louis sambil tersenyum.

"Didalem kak. Kakak mau ketemu bunda?"Tanya lagi bocah itu.

"Iya. Bisa tolong anterin kakak?"Pinta Louis.

"Bisa kak. Ayok aku anterin."Ucap bocah itu sambil menarik tangan Louis ke dalem.

Dan Dylan seperti biasa, mengikuti dari belakang.

Kalian bertanya, kenapa Dylan tidak berbicara? Sudah ku bilang dia pendiam dan pemalu, walaupun dia dewasa tapi tetap saja dia pendiam dan pemalu.

"Bunda, ada yang mau ketemu bunda."Teriak bocah itu.

"Kenapa Arif? Siapa yang mau ketemu bunda?"Teriak balik suara lembut dari arah dapur.

Bocah itu yang ternyata bernama Arif langsung menarik Louis ke arah dapur.

"Nih bunda, orang yang mau ketemu bunda."Ucap Arif.

Wanita yang tadinya sedang masak berbalik badan lalu ia tersenyum lembut.

"Saya Fany. Pemilik panti asuhan disini. Ada keperluan apa anda mencari saya?"Tanya Bunda Fany sambil tersenyum lembut.

"Saya Dylan. Saya disini ingin mengangkat seorang adik perempuan."Ucap Dylan sambil tersenyum tulus.

"Dan saya Louis."Ucap Louis sambil nyengir.

Well, kalau masalah ingin bicara sopan dan formal, tugas Dylan lah yang angkat bicara.

"Oia? Mari ikut saya. Anak perempuan jam segini sedang bermain di taman belakang."Ucap Bunda Fany sambil berjalan ke taman belakang sambil diikuti Dylan dan Louis.

Sedangkan Arif? Entahlah. Dia sudah menghilang.

"Nah, itu mereka sedang bermain."Ucap Bunda Fany.

Dylan dan Louis sekeliling sambil tersenyum karna melihat tingkah anak-anak yang sangat hyperaktif.

Tapi ada satu anak cewek yang membikin Dylan dan Louis tertarik. Anak cewek yang hanya duduk sendirian dan memandang kosong ke arah depannya.

Adopted Chloe (COMPLETE)Baca cerita ini secara GRATIS!