2

7 0 0

Jam menunjukka pukul 05.00 gue pun terbangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai, gue turun dan sarapan .
"Hai bun,yah" sapaku
"Hai honey" jawab mereka
"Gimana sekolah kamu?" Tanya Ayah
"Baik-baik aja" jawabku
"Gim--
"Aku berangkat dlu, bye yah bun" jawabku melambaikan tangan dan memotong pertanyaan ayah karena aku benci pertanyaan itu. Dan ayah,bunda yang melihat sikapku hanya menggeleng kepala

BRUK
"Apaan sih?" Tanyaku
"Fisika lo udah jadi?"tanya Rika.
Yah gue udah ada disekolah
"Hmm"jawab gue malas
"Liat dong"
"Ambil aja,biasanya juga nggak minta izin dulu. Napalo sakit?"
"Ih,serah lo deh. Gue baik salah nggak baik salah, hidup gue emang selalu salah dimatamu"
"Jijik gue, sana sana pergi"
"Jadi ngusir? Oke " jawab Rika dengan cemberut dan jalan ketempat duduknya. Rika duduk didepan gue bareng Asgar Hamer dan Ai duduk belakang gue bareng Adlan Io . Dan gue duduk ditengah tengah mereka, sendirian pula. Lihat betapa ngenesnya gue. Kadang suka sirik sama mereka, apalagi kalau lagi free class gue selalu mau mati aja.

"Woi nanti ada rapat guru, jadi kita nggak belajar" kata Radit ketua kelas di kelas gue
"Mampus gue nggak belajar  berarti sama aja masuk dikandang singa, siapapun  tolong gue "ucap gue dalam hati
Gue ngelirik Rika dan Ai mereka lagi senyum kebahagiaan sial.
"Bolos yuk" tanya Asgar, dia emang suka banget bolos kalau nggak ada guru yg masuk.
"Yuk" jawab Rika,Ai, dan Adlan berbarengan. Dan sekarang mereka lihat gue.
"Nggak!" Jawab gue
"Yaelah Lir, lo mah nggak sehati banget sama kita"jawab Ai
"Kalian kalau udah pacaran, lupa dunia" jawab gue malas
"Makanya cari pacar" jawab merekaa lagi
"Sakit tapi tak berdarah"
"Alay"jawab Asgar
"Nape lo? Lagian nggak ada yang mau"
"Lo itu cantik, pintar lagi banyak yang mau sama lo tapi lo-nya aja yang nggak peka"ucap Adlan
"Trus teman kita yang mau dicombalanin sama lo itu apa? " ucap Rika
"Gue peka cuman pura pura nggak peka aja, gue masih sayang sma Akbar" jawab gue lirih
"Akbar? Huh dia itu nggak suka sama lo Lir, move on. Lo mah kalau suka orang selalu bertepuk sebelah tangan" jawabnya prihatin dan nyindir
"Itu buat gue mager suka sama orang lain"
"Buka hati lah lir, gue cariin lo doi yang peka, perhatian, pokoknya perfect" jawab Ai
"Serah lo semua, gue ikut kalian aja"
"Yaudah yo jalan"jawab Asgar
Gue pun jalan paling belakang , gue mager kemana-mana. Setelah sampai ke parkiran kita naik mobil Asgar, sebenarnya gue, dab Adlan bawa mobil tapi nanti satpam curiga jadi terpaksa gue ikut mereka. Gue duduk bagian paling belakang dan di pinggir pula, samping  gue Ai dan sampingnya lagi Adlan. Asgar nyetir dan Rika setia disampingnya. Kita berhenti di taman, tempat kita kalau bolos.
"Nanti pulang anter gue kesekolah!" Perintah gue
"Iyaiya, kayak gue penculik aja" jawab Asgar
Seperti yang gue bilang tadi, mereka nggak ingat dunia kalau udah ber-2 an. Gue jalan ke ayunan dekat tempat mereka duduk. Gila gue ngenes banget, kalau kayak gini, gue sering rutuki hidup gue. Selalu suka sama orang yang salah, selalu suka sama orang yang nggak akan pernah jadi milik lo, selalu suka sama orang yang nggak pernah suka sama gue. Pilihan gue selalu salah.
Test!
Setitik air yang jatuh dari mata gue, mungkin karena lelah mencari orang yang mungkin nggak pernah ada buat gue.

Drt..drt...
Gue pun menghapus bulir air mata itu, lalu melihat handphone tanda ada line yang masuk. Arwin Ahmad menambahkan anda sebagai teman. "Add back!" Ucap cowok itu
Gue hanya nurutin perintahnya, nge add dia. Ada line dia masuk
"Makasih, nama lo siapa?" Tanya nya
"Lira!" Jawab gue
Tunggu, kok gue mau aja nurutin permintaan dia trus kenapa gue nggak cuek. Seakan gue udah kenal dia?tapi biarin deh daripada gue bt. Tanya gue dalam hati
"Kenalin gue Ary" jawabnya
"Oh" ucap gue, nyeselin banget yah gue? Tapi biarin deh sekali kali luapin kekesalan gue sama orang lain kan nggak apa-apa.
"Lo sekolah dimana?" TAnyanya
"SMA 21 Jakarta, lo?"
"SMA 30 Jakarta"
"Oh, lo dimana sekarang? Nggak belajar?"
"Taman, nggak guru gue lagi rapat"
"Enak banget"
"Hmm, dapat ID gue darimana?"
"---

Pengharapan yang berlebihanBaca cerita ini secara GRATIS!