Exegesis:


Lowis memegang kedua tangan Aska dengan sekuat tenaganya bahkan Lowis tidak ingin melukai Aska tapi apa daya , Aska seperti kerasukan setan dia marah-marah dan membanting semua apa yang ada di dalam kamarnya bahkan darah mengalir di tangannya!.

BRAK...

Aska terjatuh ke lantai lalu menatap Lowis nyalang, Lowis baru saja menjatuhkan Aska dengan kekuatannya. Lowis menatap Aska lebih nyalang dan dia persis Bonana, ayah Lowis jika sedang marah. Aska tidak berani melihat mata Lowis yang tajam sekali.

''Berhenti melakukan hal ini bodoh , apakah kau tidak ingin hidup lagi''teriak Lowis, Aska membuang mukanya lalu diam "kenapa kau sebenarnya?"

''Jawab Aska atau aku akan melakukan hal yang lebih kejam!"teriak Lowis, Aska tetap bungkam tidak berbicara , Lowis menaikan tangannya dan sebuah cahaya muncul di tangannya. Aska tersentak kaget melihat cahaya itu tapi dia berusaha sebiasa mungkin "aku bisa saja membuatmu hilang ingatan Aska. Menghilangkan semua yang ada dalam dirimu dengan ini tapi aku tidak tega melakukannya! Kau bisa lupa dengan Ryan''ujar Lowis tenang.

Aska berdiri lalu terkekeh miris, air matanya keluar lalu menatap Lowis "lakukan itu Lowis aku ingin melupakan semuanya. Dendam,Ryan,Ayah, Helmi dan semuanya bahkan kau!''ujar Aska, Lowis tersentak kaget

''apa yang membuatmu berubah seperti ini Aska?"tanya Lowis, Aska menggelengkan kepalanya "lakukan sekarang dan aku akan menjawabnya ketika kau melakuka itu''ujar Aska.

Lowis berjalan ke arah Aska dengan pelan sambil mengarahkan cahaya iu ke arah kepala Aska, Aska sendiri memejamkan matanya.

'mungkin hanya dengan ini aku bisa hidup seperti anak-anak lainnya,dengan melupakan mu dan yang lainnya'Batin Aska.

''katakan!"ujar Lowis ketika cahaya itu 5 centi lagi terkena ke arah kepalanya, Aska tersenyum miris "Ryan selingkuh dengan Arghhhh----''

Dan saat itu cahaya di tangan Lowis terkena kepala Aska, Lowis terlalu kaget sampai-sampai tangannya langsung turun, dia lupa jika di tangannya ada cahaya penghilang ingatan. Dan apa yang sekarang dia lihat? Aska pingsan!

Lowis duduk lalu menompangkan kepala Aska ke pahanya dan setetes air mata jatuh di mata Lowis.

''maafkan aku, aku tidak bermaksud Aska----''ujar Lowis lirih, air matanya terus menetes dan dia menatap Aska lekat. "aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri karena wajah nya sama sepertimu!"ujar Lowis pelan.

OoOoOoO

''kenapa ayah tidak bilang ini padaku?"ujar Ryan dengan kesal, Andre yang baru saja datang langsung melihat anak nya itu dengan bingung, bilang apa? "aku harus bilang apa?"tanya Andre

''ayah menjodohkanku dengan anak Mr.Hamel kan!''ujar Ryan semakin sebal, Andre tersentak kaget lalu melihat Ryan dengan lekat, bagaimana Ryan bisa tau?pikirnya.

''sejujurnya ayah tidak akan melakukan perjodohan itu karena kau sendiri lelaki dan anak Hamel juga lelaki, perjodohan itu secara tidak langsung sudah batal!''jelas Andre, Ryan tersenyum lalu memeluk Andre tiba-tiba dan Andre membalas pelukan anak tercintanya itu. "tapi tadi siang anak Mr. Hamel mencegatku lalu dia bilang jika dia tidak masalah bertunangan dengan lelaki karena dia bilang wajahku seperti perempuan meskipun aku laki-laki''

''apa kah kau mau? Jika kau mau ayah akan bi----''

''aku masih menunggu Aska ayah, aku tidak mau dan sampai kapan pun tidak akan pernah mau titik.''ujar Ryan lalu melepaskan pelukannya dan berlari ke arah kamarnya. Ya dia akan menunggu Aska selama apapun dia pergi.

''Fluke memang sepertinya menyukai Ryan''ujar Andre lalu mengambil handphone di saku celananya dan menempelkan benda itu di telinganya "Fluke apakah kau melakukan hal aneh pada anakku?"

''untuk memastikan bagaimana anakku? Kau bahkan sudah tau dariku ,kenapa harus menemuinya langsung? Dia pasti menolakmu karena dia sudah mencintai orang lain''

''ya dia lelaki,dan dia satu sekolah dengannya...A-pa? Kau ingin pindah sekolah? ''

''terserah kau saja lah itu urusan pendidikanmu!"ujar Andre lalu memutuskan telpon itu, dia tidak menyangka jika Fluke sampai ingin mengejar Ryan seperti ini

OoOoOoO

Aska membuka matanya dan kini matanya menyipit melihat atap rumah yang berwarna cokelat muda, matanya kini mengeliling ke seisi ruangan dan matanya kini terpaku melihat sosok wanita cantik berdiri di ambang pintu dengan mata bengkak. Lowis.

Lowis berjalan ke arah Aska lalu memeluk Aska yang seperti kebingungan sendiri,Aska diam tidak membalas pelukan Lowis atau melepaskan pelukannya.

''kau siapa?" Lowis langsung menangis, semua salahnya "maafkan aku Aska!"

''Aska? Siapa, apakah itu namaku?"tanya Aska, Lowis melepaskan pelukannya lalu mengangguk , Lowis memegang kedua pipi Aska lalu menatap mata abu-abu itu dengan dalam "kau Aska Albregh anak dari Dean Albregh dan kau juga memiliki kakak Helmi serta kekasih mu bernama Ryan''

''kekasihku Ryan? Apakah aku Gay?"tanyanya dengan polos, Lowis tersenyum kecil lalu mengangguk,Aska berbeda sekali dengan yang dulu dia terlihat seperti bayi yang baru saja lahir. "ya kau Gay dan aku ini sahabatmu, namaku Lowis''ujar Lowis, Aska mengangguk.

''aku kenapa?"tanya Aska "kecelakaan yang membuat mu Hilang ingatan''ujar Lowis berbohong , Aska mengangguk seolah percaya karena dia melihat ada luka di tangannya.

''apakah kau masih sekolah? Jika iya apa aku juga sekolah?"tanya Aska, Lowis mengangguk tidak perduli jika dia harus sekolah bersama Aska meski umurnya sudah menginjak 20 tahun. "ya aku masih sekolah dan kau juga, jika kau mau sekolah kita harus pulang dari sini kita kembali ke rumah ayahmu'' Aska bangun dari tidurnya lalu mengangguk.

Helmi dan Dean sama kagetnya mengetahui jika Lowis membuat Aska hilang ingatan , Mereka tidak marah melainkan berterimakasih karena sekarang sikap Aska sangat berbanding dengan sikapnya dulu. Aska sekarang selalu tersenyum dan banyak mengobrol dengan Helmi atau Dean.

''kak apakah kau punya motor?"tanya Aska , Helmi merogoh saku celananya dan memberikan kunci motor itu kepada Aska. "itu motormu, kau mau kemana?''tanya Helmi

''membeli ice cream, Lowis ingin itu''ujar Aska, Helmi mengangguk lalu tersenyum "aku satu-''Aska tertawa lalu memukul pundak Helmi pelan lalu mengangguk.

''Modus!"ujar Aska lalu keluar, Helmi mematung dengan senyuman di bibirnya, Aska sangat berbeda dan dia sekarang bisa dekat dengan adiknya itu. mungkin Aska juga tidak akan pernah melakukan Pembunuhan lagi sekarang.

Lowis datang dengan santainya lalu tersipu malu melihat Helmi yang kini melihat ke arahnya dan Helmi tersenyum manis ke arah Lowis

''terimakasih sudah merubahnya''ujar Helmi,Lowis mengangguk malu "umm...ya sama-sama kak''ujar Lowis

''panggil aku Helmi saja-'' Lowis hanya mengangguk , jantungnya berdetak lebih kencang berarti itu pertanda jika jodohnya adalah kakak Aska, yaitu Helmi dan Helmi juga merasakan jika Jantungnya berdetak lebih kencang.


:::::::::::::::::::::::::::

pendek. maaf ini Emergency gue ngerjainnya hehe..

dan ini ngerjain tanpa pikir hahaha..

:::::::::::::::::::::::::


PSIKOPAT ; aska ✔Baca cerita ini secara GRATIS!