Why?

17 1 0

Kenapa? Kenapa semakin lama, rasa takutku untuk kehilanganmu semakin besar? Bisakah kamu tidak melihat orang lain selain aku? Bisakah kamu tidak mendengar kata kata manis dari orang lain selain aku? Bisakah kamu tidak mengucap nama orang lain selain namaku? Ya, aku tau aku egois. Tapi bukankah cinta itu buta? Cinta telah membuatku buta Lily.. ~Aldo~

Kenapa gadis itu? Senyum senyum sendiri sambil menatap handphonenya? Apakah dia tidak sadar sedari tadi Aldo berada didekat bangku yang ia duduku sambil membawa es krim kesukaannya?

"Ekhm.." Aldo berdehem untuk menyadarkan dia akan kehadirannya.

"Ah,Aldo.. Dah lama? Sini sini es krimnya, pasti buat gue kan?" Tanpa babibu, Lily langsung menyabet es krim yang dipegang Aldo. Aldo hanya pasrah karna mata Lily akan berubah menjadi hijau kalau melihat ea krim. Setelah menghela napas panjang, Aldo duduk disamping Lily dan menyenderkan kepala nya pada bagian belakang bangku tersebut.

"Tadi senyum senyum sendiri kenapa? Belum minum obat loe?" Ucap Aldo memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti mereka.

Pletak.. Satu jitakan pas mendarat di kapala Aldo dengan mulus.

"ih.. Apaan sih Ly? Sakit tau.. Gue kan cuma tanya!" Ucap Aldo sambil mengelus bekas jitakan Lily.

"Tanya ya tanya, gak usah bilang gue yang engga engga.." Lily menjawa sambil melempar bungkus es krim kedalam tempat sampah yang berada didekatnya.

"Iya iya maaf.. Trus kenapa tadi? Justin bieber mau konser di Indonesia? Atau chloe mau main film baru lagi?"

"Bukan.. Tapi amin deh kalo itu jadi kenyataan.. Hehe"

Aldo hanya menggedekkan kepalanya mendengar jawaban Lily, lalu menaikkan kedua alisnya seakan itu adalah kode untuk Lily melanjutkan jawabannya.

"Huft.. Loe tau kan Al? Kalo gak sedikit cowok yang ngejar gue diluar sana. Ngelakuin hal hal aneh demi dapetin perhatian gue, tapi sama sekali gak pernah gue urus." Ucap Lily sambil menerawang jauh.

"ya.." Jawab Aldo malas, mengingat gadis disampingnya memang menjadi idaman di kampusnya.. Bagaimana tidak? Tubuhnya lansing walau tidak terlalu tinggi, Kulitnya putih mulus tanpa noda sedikitpun.. Hidungnya mancung dan runcing, bibirnya tipis berwarna pink.. Ditambah lagi ia selalu tampil perfect dengan merawat tubuhnya dari ujung rambut sampai kuku.. Harumnya yang semerbak dan slalu membuat rindu, ditambah lagi mata coklatnya yang membuat tatapannya semakin memancarkan pesona. Hah, andai gadis ini bisa ia simpan dikantong agar tidak ada siapapun yang bisa melihatnya.

"Loe tau kenapa? Karna gue belum bisa move on dari cinta pertama gue.. Namanya Cakka. Maaf kalo gue gak pernah cerita sebelumnya. Gue cuma mau lupain dia.. Tapi ternyata sia sia.."

Deg. Aldo terkejut bukan main, lalu menatap Lily untuk membiarkannya menjelaskan semua.

"Kita dah pacaran dari SMA, dan putus waktu kuliah dengan sepihak. Itu permintaan gue, gue terlalu takut buat LDR. Karna bukan hanya beda kota, tapi beda negara. Gue takut disana dia kecewain gue. Setelah itu kita gak pernah hubungan lagi, sampai 3 hari yang lalu, dia ngirim email ke gue. Dan loe tau knp? Minggu depan dia bakal balik. Dia bakal balik dengan membawa cintanya yang masih utuh buat gue."

Deg. Lagi-lagi Lily membuat jantung Aldo berdetak lebih cepat. Rasanya seperti tersambar petir di siang bolong. Pantas jika Lily selalu menolak semua pria yang mendekatinya. Aldo pikir, itu karnanya.. Ternyata bukan. Lily mencintai orang lain.

"Trus?" Jawab Aldo setenang mungkin.

"Dia ngajak gue buat memulai semua dari awal. Dia juga janji bakal buktiin kalo selama ini perasaan dia ke gue gak pernah berubah." Lily mengakhiri ucapannya dengan senyuman.

Sesak.. Sangat sesak saat melihat Lily tersenyum setelah menjelaskan semuanya.

"Gue seneng kalo loe juga seneng Ly.." ucap Aldo sangat pelan dengan diiringi senyuman palsu dibibirnya.

"Makasih Al!" Lily memeluk Aldo dengan tiba tiba.. Mencurahkan semua kebahagiaan yang bergejolak dihatinya, tanpa mengetahui orang yang ia curahkan kebahagiaan menangis dalam hati.

"Awas aja kalo dia kecewain Loe.. Gue bakal bikin perhitungan." ucap Aldo sambil terus mencium aroma rambut Lily yang tak pernah berubah.

"Loe emang bisa di andalin Al, gue sayang sama loe" Lily semakin mengeratkan pelukannya ketika mendengar Aldo begitu ingin menjaganya dari siapapun.

Aldo tidak menjawab.. Ia hanya diam dan menikmati pelukan itu. Karna mungkin saja, itu adalah pelukan terakhir sebelum laki laki itu datang.

"Aku mencintaimu Lilyku.." Ucap Aldo dalam hati

Bagaimana mungkin aku bisa melupakan seseorang yang sudah lama bertempat di hatiku, dengan cepat? Dia cinta pertamaku.. Cinta yang mengisi masa putih abu-abuku.. Dia berjanji akan membawa cinta yang utuh untukku.. Aku bahagia.. Sangat bahagia.. ~Lily~



Between Two HeartBaca cerita ini secara GRATIS!