CHAPTER 3

4.3K 241 8

Naruto milik Masashi Kishimoto

Disclaimer: Naruto milik om Kishi #ngalah

Rate: T

Genre : Romance ,Hurt & Comfort, Semi Humor

Pair : NaruHina and never say never to it,you understand?

Warning : OOC, EYD berantakan, Typo, gaje, garing, macem-macem "ga"hihi~

.

.

.

Author balik lagiiii.... Kali ini kejadian tak terduga akan terjadi!Juga sebagai kado buat Naru-chan yang berulang tahun sekarang...! Seperti apa,sih, kejadiannya?? Intip,yuukk...#digebuk. E-eh, maksudnya lihat,yuuukk.... Langsung aja, LET'S GO and ENJOY IT!!

Chapter Sebelumnya=

"Apa yang sedang kau lakukan Namikaze?"/ "Aku selalu bermimpi untuk menjadi pemain basket internasional. Dan aku harus berlatih keras untuk itu.. Hari ini aku akan melatih lemparanku dengan ini."/ "He-hei! Itu berarti kau membuang-buang air! Lebih baik berikan padaku! Daripada kau membuangnya ke tempat sampah, lebih baik lemparkan padaku. Oke?"

Chapter 3

HINATA POV ON

SEETT

Aku dengan cepat berlari mengejar arah botol yang tidak ada di udara. Eh?. Tidak ada di udara? Aku berhenti berlari dan melihat si Namikaze sedang menahan tawanya.

"Untuk apa kau berlari. Aku saja belum melemparnya. Dasar"katanya sambil menyeringai

Ugh, sialan. Aku dikerjai. Kulihat dia menyembunyikannya lagi di balik punggungnya. Dia mulai melangkah mendekatiku. Aku refleks mundur beberapa langkah.

"Kau tahu kenapa aku melangkah mendekat?" tanyanya

Aku menggeleng pertanda tak tahu.

"Agar aku bisa lebih dekat dengan..." ucapannya menggantung

"Dengan siapa?? Dengan pohon di sampingmu itu?" ujarku sambil menunjuk pohon yang tak jauh dari si Namikaze.

"Tidak. Bukan itu. Tapi denganmu." Ucapnya

Aku membelalak terkejut. Apa tadi katanya? Dekat? Denganku? Kenapa? Aku tak habis fikir dengan dia. Sangat misterius. Tak kusadari pipiku sedikit merona.

"Hei, bukan dirimu. Tapi tong sampah yang hanya 5 meter darimu."

Ugh, sudah kuduga. Aku memalingkan wajahku ke arah tong sampah. Memang benar, jaraknya hanya 5 meter dibelakangku. Lalu aku mengalihkan pandanganku kembali pada si bocah menyebalkan ini. Dia kembali mengambil posisi untuk melempar. Tapi aku tak akan tertipu.

SET

Aku diam saja. Aku lalu melihat Naruto tak memegang botol. Eh? Aku sontak berlari saat botol itu melintas di atasku.

SRET! TAP!

Aku terus berlari tanpa mempedulikan bunyi itu.

HINATA POV END

Hinata terus berlari tanpa menyadari bahwa yang ia kejar telah diambil kembali oleh Naruto. Jadi, saat itu Naruto mengikat senar putih pada botol dan menariknya kembali saat sudah dilemparnya, dan itu adalah rencana liciknya. Dia menyeringai puas saat Hinata tak mempedulikan suara yang dihasilkan.

"Kereta dengan nama Hinata dengan tujuan tong sampah sesaat lagi akan memasuki stasiun. Mohon para penumpang menggunakan sabuk pengaman karena mungkin akan terjadi benturan keras." Ucap Naruto menirukan instrumen seperti di kereta api.

Sementara Hinata. Karena tak dapat mengontrol dirinya, jadilah dia menabrak tong sampah itu.

"Hwaaaaaaaaaa" teriaknya

BRUK!!

"Aww....sshhh" Hinata meringis

Dia jatuh terduduk. Hinata memegangi kaki kanannya yang berdarah. Dia terlihat meringis kesakitan, bahkan hampir menangis.

"Dasar cengeng. Sepertinya ini batasanmu"

Hinata mendongak untuk melihat siapa yang mengatakan hal itu padanya.

DEG

Amethys bertemu sapphire. Mereka saling menatap lama. Jarak Naruto sekarang hanya 50 cm dari wajah Hinata. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke Hinata.

30 cm

20 cm

10 cm

5 cm

"Gara-gara kau tongnya jatuh" ucapnya seraya mendirikan kembali tong sampah yang di belakang Hinata.

'Eh'

Hinata menundukkan wajahnya. Naruto yang selesai membenarkan tong sampah menatap Hinata bingung.

"Kau kenapa?"

Hinata hanya menggeleng. Dia tak berani menatap Naruto sekarang. Entah kenapa, ada rasa aneh yang merasukinya.

SRET! GREB!

"KYAAAAA" jerit Hinata

"A-apa yang ka-kau lakukan???" tanyanya gagap.

Tentu saja gagap. Dia sekarang digendongan Naruto, atau bisa dibilang gaya bridel style. Naruto hanya menatapnya sebal.

"Memang kau bisa jalan dengan keadaan kaki pincang seperti ini??"

"Tapi kenapa harus digendong?"

"Kau mau kuapakan? Ku seret?"

"Sadis amat. Pokoknya turunkan aku...." Hinata mulai memberontak. Memukul-mukul dada bidang Naruto. Sedangkan Naruto, dia diam saja sambil membawa Hinata ke bawah pohon dimana tadi dia dan Hinata bertemu. Hinata tak henti-henti memberontak membuat Naruto jengah.

"Urusai! Atau aku cium hm??" ucap Naruto lalu menatap Hinata tajam.

Hinata langsung berhenti. Dia tak ingin itu terjadi. Hinata menundukan wajahnya. Tak ingin menatap Naruto. Naruto melanjutkan langkahnya menuju pohon. Diletakkannya Hinata di sana, dan Naruto mengambil tas yang di atas pohon. Lalu turun dan membuka tasnya. Diambilnya P3K yang selalu dibawanya saat bepergian. Dengan cekatan dia membersihkan luka, memberikan alkohol, betadien, dan membalutnya dengan perban, mengingat luka Hinata cukup besar dan lebar. Hinata hanya melongo. Tak percaya bahwa seorang kapten tim basket dan seorang 'Prince' di KSHS ternyata sangat lihai dalam hal ini, dan oh jangan lupa dia anak dari Pengusaha tersukses di Konoha. Ini,kan, tugas seorang PMR di sekolah.

"Hoi, kesambet,ya. Malah ngelamun" ucapan Naruto membuyarkan lamunan Hinata

Hinata langsung berdiri, dan melangkah pergi. Meski sedikit terasa sakit, namun dia paksakan untuk terus berjalan. Naruto berdiri sambil berteriak

"Seharusnya kau berterima kasih!!! Beginikah sikap Hyuuga setelah ditolong???!" teriaknya

Hinata lalu berbalik dan menatap Naruto dengan malas.

"Arigatou telah menolongku,Namikaze-san" Hinata tersenyum

"Hanya itu??" tanya Naruto

"Lalu maumu apa??!"

Naruto berlari kecil menghampiri Hinata yang terdiam, menarik Hinata, dan....

TBC

Hwaaaa.....Hayo,kira-kira apa yang Naruto lakukan pada Hinata???? Penasaran?? Tunggu di chapter selanjutnya,yaaaa....... Maaf, lagi-lagi author motong cerita. Hehehehe#cengengesan. #plakk.. Ini guna untuk menghemat cerita. Nggak keren, kan.. kalo persediaan cerita di laptop author habis...#narsis. Oke,deh.. sekian dulu, jangan lupa tinggalkan cap/jejak,yaaaa..Komentar juga boleh, sekalian request buat kelanjutan nih cerita juga diperbolehkan, tapi nggak tahu,ya, bisa dipake apa nggak, tapi insya Allah bisa kok.. untuk kemarin dan hari ini, memang sengaja aku publish berturut-turut.. yah, itung-itung karena Ultahnya Naru,yaaa,,,, oke.... akhir kata

ARIGATOU MINNA-SAN^_^v


Complicated Love In KSHS ✓Baca cerita ini secara GRATIS!