5

11.1K 845 180

Baekhyun POV

Satu minggu lagi chanyeol akan menikahi Luhan. Satu minggu juga, aku harus berbagi Chanyeol kepada Luhan.

Akhir-akhir ini, keberadaan ku seperti tidak dianggap oleh mereka. Mereka? Yap! Chanyeol, Luhan, dan jesper.. anakku.

"Mama! Jespel lapal.."

"Wahh tidak ada makanan didapur.."

"Lu, ayok ajak jesper makan diluar."

Haha! Aku tidak dianggap bukan?

"Mama! Jespel mau es klim"

"Chan, ayok kita pergi ke kedai es krim."

"Hm ayok."

Aku masih belum dianggap.

"Jesper ayok. Tidur sama mama dan appa dikamar."

"Un! Ayok!"

Hey! Itu kamar ku dan chanyeol.

"Yey!! Mama! Jesper sudah bisa ngomong huruf R!!"

"Wahhh.. jesper hebaat.."

Hey! Jesper! Harusnya kau bilang itu kepadaku bukan kepada Dia.

Mungkin keadaan seperti ini akan terus terjadi kepadaku. Sakit? Hati ku sudah melebihi dari kata sakit. Jika hati ku bisa berbicara, mungkin dia sudah mengeluarkan ocehan nnya sepanjang waktu.

Aku tau, jika chanyeol dan luhan sudah menikah nanti. Aku tak akan lagi dianggap keluarga disini. Jesper? Haha! Anakku juga tidak akan menganggap keberadaanku.

"Kau harus cerai dengan Chanyeol."

Itulah kata Suho hyung saat aku mengunjungi rumahnya untuk bercerita mengenai rumah tanggaku.

Bercerai? Sepertinya tidak bisa. Aku sangat mencintai Chanyeol. Aku sangat menyayangi Chanyeol. Aku hanya ingin.. keluarga kecil ku utuh kembali seperti dulu.

***
"Saya, Park Chanyeol berdiri dihadapan orang tua dan semua hadirin, bersedia dan mau menerima saudara Xi Luhan sebagai istri sekaligus suami saya satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup saya."

"Dan akan mengasihinya sama seperti saya mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama kami berdua hidup."

"Dan saya bersedia menjaga kesucian perkawinan saya ini sebagai suami yang setia dan takut akan orang tua sepanjang umur hidup saya."

"Saya, XiLuhan berdiri dihadapan orang tua dan semua hadirin, bersedia dan mau menerima saudara Park Chanyeol sebagai suami saya satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup saya."

"Dan akan mengasihinya sama seperti saya mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit dan sehat dan setia kepadanya selama kami berdua hidup."

" Dan saya bersedia menjaga kesucian perkawinan saya ini sebagai istri yang setia dan takut akan orang tua sepanjang umur hidup saya."

"Apa semua SAH?" Ucap sang pendeta.

"Sah!!"

Mereka.. mereka kini sudah Menjadi suami istri yang sah.

***

Chanyeol segera memakai baju handuknya dan keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Luhan yang bertelanjang dada sedang memilih piyama dilemarinya.

"Fyuhh.. Lu.." ucap Chanyeol sambil meniup tengkuk Luhan dan memeluk tubuh kecil Luhan dari belakang.

"Anhh.. Chan.. jangan menggodaku."

"Bukankah, ini malam pertama kita?"

Luhan membalikan tubuhnya dan mengalungkan tangannya dileher chanyeol, "hehe, aku agak gugup." Ucap Luhan.

"Gugup rupanya.."

Chanyeol mendeketi wajah Luhan sehingga wajah mereka berdua sudah tidak ada jarak. Luhan membuka mulutnya sedikit, tanpa menunggu lama. Chanyeol segera melahap bibir mungil Luhan lalu melumatnya pelan.

"Mmmhh.."

Chanyeol menjilat bibir luhan untuk meminta izin memasuki mulutnya. Luhan memberi izin dan membuka mulutnya.

Lidah chanyeol sudah memasuki mulut Luhan dan mengajak lidah Luhan untuk berdansa. Tak lupa, tangan chanyeol mulai meraba selangkanganya.

"Anhh.. mhhh.."

DAK! DAK! DAK!

"Yeol! Buka pintunya!"

"Aw---" tanpa sengaja, Luhan mengigit bibir Chanyeol akibat mendengar teriakan dari luar pintu mereka.

"Shit!" Umpat Chanyeol sambil menyeka bibirnya.

"Ada orang." Ucap Luhan sambil menunjuk pintu kamar.

Chanyeol membuka pintu kamar, saat pintu kamar terbuka. Didapatnya, seorang namja yang sedang menggendong anak kecil.

"Ada apa Baek?" Tanya Chanyeol dengan nada dingin.

"Jesper sakit! Ayok kita bawa kerumah sakit." Ucap Baekhyun dengan nada panik.

Chanyeol segera menutup pintu kamar, "ikut aku." Ucapnya dan mengajak Baekhyun menjauh dari kamar itu

"Kenapa kau membawa ku ke ruang baca?"

"Kau ini tidak becus menjadi ibu! Kenapa jesper bisa sakit hah?! Kau tau? Tadi aku sedang sibuk! Dan kau mengganggu ku!" Ucap Chanyeol dengan nada tinggi.

"Sekarang, bawa jesper kerumah sakit! Urusi dia!" Ucap chanyeol sambil berjalan meninggalkan baekhyun.

"Yeol.. hikss.."

***

Tbc.
Makin gak jelas ya?
Next or stop??
Votement ne^^
Mian kalo pendek. Soalnya alu nulis di hp.

Next? Give me 8vote ne^^

CHANBAEK.Baca cerita ini secara GRATIS!