For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

Kini, Greyson, Beth, Harry, Louis, Niall dan Liam dalam perjalanan pulang ke basecamp

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kini, Greyson, Beth, Harry, Louis, Niall dan Liam dalam perjalanan pulang ke basecamp. Rencana mereka akan ke kantor polisi batal setelah Liam menerima sebuah pesan ancaman. Louis sempat mengusulkan untuk mengabaikan pesan itu, melupakan larangan Modest! untuk ke polisi dan melapor tentang hilangnya Zayn. Namun Niall memilih cara aman, yaitu tetap diam karena bisa saja seseorang yang mengirim pesan ancaman itu benar-benar akan melibatkan keluarga mereka.

Niall, yang masih menjadi sopir hari itu menghela nafas lega ketika mobil yang Ia kendarai dengan aman tiba di rumah. Ia memarkirkan mobilnya di car pit, kemudian berseru gembira. "Ayo, Anak-anak. Kita tiba!"

Greyson hendak membuka pintu saat sadar Beth tertidur disebelahnya. Ia tahu Beth akan mengamuk jika dibangunkan, jadi Ia terpaksa menggendong sepupunya itu di punggungnya. "Oke ... Kau berat sekali, Beth," keluh Greyson terengah.

"Mau kubantu?" tanya Harry menawarkan bantuan.

Greyson menggeleng. "Tidak. Aku bisa melakukannya," ucap Greyson dengan senyuman singkat.

Harry mengangguk paham, jadi Ia membukakan pintu rumah untuk kelima temannya. Karena terlalu lelah untuk menggendong Beth sampai ke kamar, Greyson mendudukkan Beth yang masih tertidur ke sofa, lalu menyelimutinya dengan jaket kulit miliknya. Tak lama, Niall duduk di sisi Beth dan dalam hitungan detik, Ia tertidur.

"Sudah kubilang. Zayn sudah dipengaruhi burrito hidup itu."

"Louis, cukup," tegur Liam malas. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dengan pasrah. "Kau masih saja berbicara saat kita hampir mati ditembaki tadi."

"Well, aku hanya mengatakan kebenaran," ucap Louis seraya mengudap hidungnya. Ia melirik Beth dan Niall yang tertidur dengan keadaan bahu saling bersenderan.

"Hei, Grey. Boleh kutanyakan sesuatu?" tanya Harry seraya duduk di sofa. Tepatnya di sebelah Greyson.

"Apa?" Greyson sedikit menguap. Ia pun mengusap wajahnya sebelum menyender ke sofa, begitu mengantuk dan lelah.

"Kau sepertinya takut sekali kepada Ayah Beth. Memang ada apa dengan Ayahnya?" tanya Harry.

"Pertanyaan bagus. Story time!" Liam pun melompat ke atas sofa dan duduk di sisi Greyson. Yang ditanya hanya menghela nafas karena sejujurnya, Ia memang takut oleh Logan—Ayah Beth.

"Nama Ayahnya Logan. Logan Chance," ucap Greyson. Ia melirik Beth yang masih terlelap di sisi Niall. "Paman Logan merupakan mantan tentara yang pernah bertugas di Iran, dan kini sedang cuti dari pekerjaannya sebagai Special Agent Service untuk Presiden. Namun Ia bilang sedang cuti, jadi dia pulang dari Washington ke Oklahoma sejak tiga bulan lalu."

"Wow," komentar Harry, Louis dan Liam takjub. "Lalu?" tanya Louis penasaran.

"Beth anak tunggal dari Paman Logan. Aku akan jujur, kalau Beth gadis yang cukup menarik. Namun dia terkucilkan di sekolah, tetapi para lelaki diam-diam ingin memacarinya atau kata ekstrem—bercinta dengannya," ujar Greyson dengan ekspresi jijik saat menyebut kata 'bercinta'. "Jadi Ayahnya sangat protektif kepada Beth. Dia sebenarnya tak diizinkan ke London untuk mencari Aimee. Bahkan Paman Logan katanya akan menyuruh teman-temannya untuk mencarinya. Namun, Beth keras kepala. Ia sampai menangis agar dapat kemari."

OBSESSION (ON EDITING)Baca cerita ini secara GRATIS!