Let Me Manage Ur Love Chapter 15

9.6K 163 60

Ps:Karena suasana hati berubah menjadi baik,untuk selanjutnya gag akan kuproteksi,sekarang semua tergantung readers...tapi kuharap semua orang yang membaca meninggalkan jejaknya disini...dengan begitu chapter  selanjutnya akan lebih cepat ....:)

Soomi terduduk di pinggiran ranjang dengan jari-jari lentiknya yang menekan tombolpengeras suara dari Ipod miliknya.Alunan lagu 7 years of love dari suara Kyuhyun yang sangat dalam dan berat itu, tak ayal membuatnya menitikkan airmata.Dari pelan hingga berubah menjadi isakkan yang semakin keras. Wajah cantiknya ia benamkan di atas bantal,berusaha menahan airmata yang perlahan semakin tidak bisa dihentikan.

Teringat dengan penolakkan Kyuhyun dan tatapan yang ia rasakan membuat hatinya bagai tertusuk sembilu.
Dia tahu Kyuhyun tidak pantas dipersalahkan, semua itu adalah salahnya.Dia sendiri yang melepas genggaman Kyuhyun dan beralih ke lelaki lain,Song Joongkie.
Tapi seandainya Kyuhyun tahu bahwa ia juga merasa tersiksa berada lelaki yang tidak dicintainya,bagaimana rasanya? Jongkie, dia sekarang merasa muak dengan nama itu.Laki-laki inilah yang membuatnya mabuk dan kemudian menyetubuhinya.
Dan saat itulah Soomi mundur perlahan dari hadapan Kyuhyun, merasa tidak pantas untuk dicintai dengan lugu oleh seorang pemuda yang bahkan belum genap memasuki usia dewasanya.
Tok…tok…tok….
Suara ketukkan pintu dari pelan berubah menjadi gedoran tak ayal membuatnya segera bangkit dan menghapus airmatanya.
"Sebentar…" Ujarnya serak.
Soomi berdiri dan membukakan pintu,dan terlihatlah salah satu kru film yang membawa berita terburuk.
"Soomi Sshi….Kyuhyun kecelakaan." Hanya satu patah kalimat dari mulut pria itu langsung membuat Soomi menyambar mantelnya dan berlari kencang.
****
Ruri terduduk disebuah ruangan bertuliskan Operation yang menyala merah terang.Pandangan matanya nanar menatap ruangan yang terdapat tubuh Kyuhyun yang dipenuhi aliran darah.
Ruri merunduk, membuat rambut panjangnya menutupi wajah pucatnya.
Tangan kanannya menarik kasar rambut cokelat miliknya, dan terdengarlah suara isakkan.Lantai dibawahnya sudah dipenuhi oleh bercak-bercak tetesan airmata yang setia mengalir dari pelupuk matanya.
Rasa bersalah…takut….cemas….khawatir dan sesal menghimpit dorong mendorong kedalam dadanya.
Bagaimana jika Kyuhyun tidak bisa membuka matanya?
Bagaimana jika Kyuhyun tidak bisa lagi mengeluarkan cacian yang dialamatkan kepadanya?beribu pertanyaan membuncah hingga semuanya pelan-pelan berlih menuju kesebuah pertanyaan …
Bagaimana jika dia tidak bisa mendengar suara indahnya saat bernyanyi?
Bagaimana jika dia tidak sempat mengutarakan rasa sayangnya kepada Kyuhyun?
Ruri meringkuk memegangi tubuhnya,menahan keinginan untuk tidak membuka pintu itu dan kemudian menghambur kedalam pelukkan Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan?"
Ruri tersentak,dia mendongak dan melihat Soomi,Sooman-Sshi,Kru film dan Siwon sudah ada diruangan yang sama dengannya.Tapi hanya Soomilah yang membuka suara dan mendesis geram kearahnya,airmata juga turun dari wajah cantiknya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA KYUHYUN?!!"Teriaknya bergetar.Jika tidak Siwon memegangi lengannya,Soomi sudah bersiap menyerang Ruri.
"Mian…Mian..Mianhae…"
"Mianhae?kau kira bisa menyelesaikan semuanya dengan satu kata itu.Kenapa tidak saja kau yang tertabrak?Kenapa tidak kau saja?"Soomi menggeliat berusaha melepaskan cengkraman Siwon.
"Cukup!!Hentikan ucapanmu Noona!"Siwon menatap Soomi dengan mata berkilat marah,dia menghentakkan lengan Soomi dan berlari menghampiri Ruri yang terduduk lemas.
"Jangan menangis Ruri…Jangan.."Siwon membungkuk,dengan jari-jarinya dia mendongakkan dagu Ruri dan menghapus airmata.
Tepat saat itu pintu ruang operasi terbuka,seorang lelaki setengah baya dengan rambut setengah terkikis karena usia berjalan keluar ditemani beberapa perawat.
Mereka langsung menoleh dan menghampiri pria itu.
"Bagaimana dengan keadaanya dok?"Tanya Siwon.
Dokter itu melepaskan masker diwajahnya dan menghela napas dalam-dalam.Salah satu hal yang dibencinya untuk menjadi seorang dokter adalah memberitahukan kondisi pasien yang sebenarnya,meskipun itu menyakitkan.
"Dia masih kritis,kepalanya mengalami benturan yang cukup keras hingga membuat syaraf otaknya terganggu.Selain itu kudengar dia adalah penyanyi?"Tanyanya kepada Siwon,Siwon mengangguk..
"Tulang rusuk di dadanya patah,dia harus dioperasi melalui tenggorokkan untuk membuka saluran pernapasannya…itu berarti ada kemungkinan dia tidak bisa bernyanyi lagi."Bagaikan sebuah kutukan di telinga semua orang,seorang penyanyi yang berada di puncak masa karirnya harus kehilangan segalanya.
"Kau..kau yang melakukan itu semua.Kau yang…."Soomi menunjuk wajah Ruri dengan tangan bergetar,Ruri sendiri hanya terpaku diam..terlalu kelu untuk mengucapkan satu kata.
"Maaf saya harus bicara dengan keluarganya."Sela dokter itu.
Sooman maju,menepuk bahu dokter itu untuk membicarakannya secara pribadi.
"Kakaknya akan kesini sebentar lagi,kami butuh waktu untuk memutuskan nasib anak ini."
"Baiklah…tapi ini harus dibicarakan secepatnya."
"Saya mengerti."
Sang dokter segera pamit dan berjalan meninggalkan mereka.
Soomi langsung menghambur kedalam ruangan,memeluk tubuh Kyuhyun yang terbujur dipenuhi dengan selang-selang penopang nyawanya.
Ruri hanya terpaku melihat tubuh Kyuhyun yang tidak berdaya.Tampak Kyuhyun terbaring dengan dada naik turun,detakkan jantung Kyuhyun terasa sangat lemah.
Ruri membalikkan tubuhnya,tepat membentur dada Siwon.
"Maaf..bb…biarkan..aku menangis…"Isaknya.
Siwon mengelus rambut Ruri,menghela napas sedalam-dalamnya.Tidak bisa dipungkiri betapa dia juga merasa sesak,melihat gadis yang dicintainya menangis demi lelaki lain.
*****
Ara dan Joon langsung memesan tiket pesawat menuju ke pulau Jeju.Sepanjang perjalanan Ara mencoba menahan airmata yang sudah akan tumpah dengan menggigit bibirnya.
Joon hanya bisa memandang jendela dengan wajah getir.
35 Menit perjalanan seakan menjadi waktu yang tiada berujung bagi dua orang yang kini sedang berlari menuju Rumah sakit.
"Noona itu Ruri."Tunjuk Joon saat melihat seorang gadis terduduk di depan sebuah ruangan kecil,dimana dia hanya bisa mengenggam ujung kaosnya melihat seorang laki-laki yang terbujur dan sedang ditangisi oleh seorang wanita lain.
"Ruri…"
"Eonni?Joon?"Lirihnya perlahan.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun?Apa yang terjadi dengannya?"
Ruri berdiri dan langsung memeluk Ara.Untuk sekali lagi airmata dengan deras membasahi pipi Ara.
"Onnie…Kyu…Kyu….mianhae Onnie..jeongmal mianhae…ini semua salahku."Isak Ruri kencang hingga tergaung keseluruh ruangan rumah sakit.
Mata Ara kini hanya terpaku melihat adiknya yang terbujur dipenuhi dengan selang yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuhnya.Separah itukah kondisi adiknya.
"Sooman Ahjusshi…"
Panggilan Joon tak ayal menghentikan tangisan Ruri.Dia melepaskan tubuhnya dari tubuh kaku Ara.
Sooman menghela napas,menepuk pundak Joon sejenak.
"Ara-Sshi ada yang harus kubicarakan tentang kondisi Kyuhyun.Mari ikut aku untuk menemui dokter,agar dia bisa menjelaskan semuanya kepadamu."
Ara mengangguk,airmata sudah mengambang di pelupuk matanya.
Dia mengikuti Sooman menuju ke ruangan dokter yang sudah menunggunya sejak tadi.
****
"Tidak bisa!!"Ara menggebrak meja cukup kuat hingga membuat suara deritan di kaki meja.Dokter itu membenarkan letak kacamata bundar dan kemudian memperlihatkan hasil scan kearah Ara.
"Dia harus segera dioperasi untuk menyelamatkan hidupnya.Anda bisa lihat tulang rusuk itu hampir menembus jantungnya."
"Ara-Sshi aku tahu ini berat…tapi apa kau mau adikmu meninggal?"Sela Sooman mendukung pendapat dokter.
Ara mengerling jengkel kearah dua lelaki tua itu.
"Lalu jika dia bisa hidup dengan kemungkinan hanya 20 persen lalu apakah menurut anda dia akan senang jika kalian mengambil apa yang ia sebut itu kehidupan,Oh Tuhan Kyuhyun!!"
Ara tahu Kyuhyun akan kehilangan sebagian jiwanya jika dia tidak bisa bernyanyi lagi.Ara tahu bagaimana wajah Kyuhyun yang terlihat bergairah saat ada diatas panggung,menikmati setiap harmoni yang terdengar di telinganya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian mengambilnya."
"Anda Konyol Ara-Sshi ini tentang hidupnya….Dia hampir mati,apakah bernyanyi itu penting?Dia harus dioperasi!!"Geram dokter itu.Dia tidak setuju jika Ara menolak untuk menyetujui operasi ini.
Pita suara bukanlah apa-apa jika menyangkut tentang hidup seseorang.
"Tidak…anda yang tidak tahu apa-apa dok.Dia selalu ingin menjadi penyanyi,impiannya adalah menjadi seorang penyanyi,dia mempunyai mimpinya sendiri …Meskipun kalian melakukan operasi itu dan berhasil,lalu bagaimana dia bisa bertahan hidup ?"Desak Ara,kini dia sudah tidak kuat lagi menanggung airmata yang perlahan jatuh ke pipinya,suaranya bergetar saat dia ucapkan hal itu.
Sooman menunduk,bagaimana dia bisa lupa akan hal itu.Gadis disampingnya benar!bagaimana dia bisa menatap kehidupan jika sesuatu yang berharga telah hilang.
Dokter itu mendesah melihat kekeras kepalaan Ara.
Dia mengambil sebuah notebook,membalikkan halaman itu dan kemudian menyodorkan kearah Ara.
"Prof Wong Yo Bi dia berasal dari China.Kami akan mencoba menghubunginya.Dia dokter yang hebat!"
Ara menatap seorang lelaki setengah baya berwajah bundar dengan kerut-kerut serius di dahinya.
Semoga melalui dia Kyuhyun bisa sembuh.
Dokter bernama Yoo Jae Suk itu kemudian menekan tombol telepon dan tampak berbicara serius.Mereka tampak berdebat mengenai kelanjutan operasi Kyuhyun.
Ara memutar jari-jarinya menunggu dengan cemas.
"Baiklah….tentu…akan kami tunggu kedatanganmu."Jae Suk menutup telepon dan memandang Ara yang sudah tampak pucat.
"Anda beruntung Ara-Sshi.Prof.Wong Yo Bi mempunyai cara untuk menyembuhkan adikmu tanpa mengambil pita suaranya."Yo Jae Suk tersenyum.
Ara menghela napas lega,mengangguk berulang-ulang kearah Jae Suk.
"Kamsahamnida…kamsahamnida…"
*****

Let Me Manage Ur LoveBaca cerita ini secara GRATIS!