Part 6

46.9K 1.5K 14

Bi mirna sudah merencanakan kepergianku Dari sini. Hari ini aku pergi ke acara sosial bersama Alv Dan disanalah aku bisa kabur. Bi mirna sudah bekersama dengan bodygurd yang akan mejagaku disana.

Saat pesta disebuah ballroom bintang 5 dengan menggunakan dress berwarna pink Dan menggunakan high heels dengan mencepol rambutku akunsudah bisa membuat orang orang di sekitarku menyadari kehadiranku.

"Kau benar benar cocok menjadi pelacur liana" bisikAlv. Tapi aku tidak peduli.

"Kau juga, benar benar cocok menjadi laki laki brengsek" bisik baliku Dan dia memsang wajah marahnya.

"Apa yg kau katakan"

"Kau laki laki brengsek" aku menekankan kata brengsek di telinganya

"Bahkan laki laki brengsek lebih punya harga diri di bandingmu, yang tega istrinya di perkosa oleh 2 laki laki asing" mukanya memanas ganndengan tangannya semakin kuat dia menariku belum sempat dia menuju tempat tujuan seorang menyapanya.

"Mr. Alvon, how are u?" Alvon berhenti Dan menanggqpi laki laki itu dia melepas tanganku. Dan ku lihat bodyguard yang mejagaku menapilkan sebuah kode bahwa aku bisa pergi sekarang. Aku pergi mengukutinya menaiki Mobil.

"Nyonya nanti akan ku turunkan di sebuah Jalan yang cukup jauh. Lalu Mobil ini akan ku buah di sebuah kurang. Agara tuan alvon menyangka nyonya sudah tak ada."

Aku mengangguk.

***

Aku bahagia kini aku benar benar bebas. Aku membuka high heelku berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Sekarang aku harus kemana?

Jalan ini benar benar sunyi. Aku terus berjalan.

"Tiin tiin " aku melihat ada Mobil di belakangku aku segera minggu sebelum aku minggir aku malah terjatuh. Dan ku lihat Mobil itu berhenti.

"Hai Nak apa kamu baik baik saja" ucap wanita paru baya itu.

"Aku baik baik saja mam" ucapku sambil berusah berdiri ternyata dengkulku berdarah.

"Astaga dengkulku berdarah, valen cepat keluar Dan bantu wanita ini untuk pergi kerumah sakit"

"Rumah sakit? Jangan bu aku baik baik saja. Aku ga mau kerumah sakit"

"Baiklah kalau begitu akan ku obati kau di rumahku"

Laki laki bernama valen itu keluar Dan mebantuku.

"Apa kakak bisa Jalan" aku mengangguk.

Aku memasuki Mobil

"Apa yang Sedang kakak lakukan malam malam gini Dan menggunakan sebuah dress pesta?"

"A-aku diculik Dari sebuah pesta Dan tadi aku berhasil kabur, lalu aku tidak mengen daerah ini"

"Ya ampun, kalau begitu kami akan mengantarkan mu kerumah mu. Dimana alamat rumah mu?"

"Aku tidak memiliki rumah"

"Lalu dimana kau tinggal"

"Panti sosial"

"Panti sosial?"

"Ya"

"Alamatnya dimana?"

"Aku tidak tau mam"

"Baiklah ibu akan mencarikan mu panti sosial, tapi malam ini sebaiknya kau nginap dirumah kami, siapa namamu Nak?"

"Terimakasih bu, Arianni"

***

Saat lukaku sudah di perban, valen anak Dari ibuitu memberiku baju kaos miliknya. Aku rasa dia masih SMA. Mereka hanya tinggal berdua ayah valen tinggal di luar negeri bersama istri keduanya.

"Valen boleh kah aku menginjam handphone untuk mebelfon kakakku"

"Boleh, kau memiliki kk?" Dia memberiku hpnya

"Tidak, dia hanya kakak ketemu gede"

"Baik aku keluar dulu, kalau sudah selesai simpan saja dulu"

Valen keluar, aku langsung memencet nomor kak Arow.

"Hallo ka Arow ini aku"

"Liana"

"Kak, yang kk ucapin bener alvon jahat, daddy menjualku demi bisnis. Skrng aku sudah melarikan diri darinya"

"Astaga maafkan aku liana, sebenernya aku sudah mengetahui itu, tapi daddy mengancamku"

"Tak apa kak, sekarang aku butuh bantuan kakak"

"Tentu, apa yang bisa kubantu?"

"Sebenernya aku bukan liana, liana ada saudara kembarku yang Sedang koma dirumah lamaku, aku hanya butuh bantuanmu untuk menjaganya, Dan membiayayi obat obatnya. Anggap saja ini bayaranku untuk ayahmu yang sudah menjualku. Jangan menariku. Jangan bilang ke Alv aku menelfonmu. Aku menyayangimu kak" aku mematikannya

REVENGETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang