Part 13 - Falling In Love With A Friend

1.7K 52 2

Attention:

Please don't be silent readers. I've tried my best to write this story. So, gimme some feedbacks, KAY? ^^

-----

Seorang wanita karir yang saat ini berusia di pertengahan 30-nya, berjalan mengitari butik kebanggannya. Cara berjalannya bak seorang model, dagu terangkat dan pandangan lurus ke depan. Sepertinya wanita ini memiliki peran yang sangat penting di butik ini, hal itu terlihat dari sikap para pegawai butik yang sangat sungkan padanya.

Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas branded miliknya. Usai menekan beberapa deretan angka, ponsel itu ditempelkan di telinganya. Ia menunggu seseorang di seberang telepon untuk menjawabnya seraya merapikan sedikit baju-baju yang ada di butik itu.

"Halo."

Wanita itu tersenyum miring.

"Halo. Lama tak berjumpa."

Kata-kata yang diucapkannya barusan hanyalah basa-basi belaka.

"Apalagi yang anda inginkan?"

Wanita itu tertawa mendengarnya.

"Ah tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku bertemu lagi dengan gadis itu. Ia anak yang cantik dan juga manis, sayangnya ia memiliki sifat penjilat, sama seperti Ibunya."

"Jangan berkata seperti itu!"

Wanita itu tertawa sinis sambil memainkan kuku-kuku tangannya. Namun, seketika wajahnya kembali menegang.

"Gadis itu tak lebih dari seorang wanita jalang!"

"Angel, hentikan!! Ku mohon, jangan melibatkan anak itu. Ia tidak tahu apa-apa."

Wanita itu memindahkan ponselnya ke telinganya yang lain.

"Aku tidak akan berhenti sebelum kehidupanmu hancur berantakan."

-----

-Cloudy POV-

Dunia memang sempit! Tak ku sangka ternyata Ibu yang menolongku waktu itu adalah Bibi dari Devina –adik kelasku–. Pada saat itu, aku belum sempat berkenalan dengan Ibu itu, tetapi hari ini aku kembali bertemu dengannya. Namanya Angel, mungkin nama lengkapnya Guardian Angel, hihihi.

"Ini Kakak kelas yang Devina suka ceritain, Tante." Devina merangkul lenganku. Matanya berbinar memancarkan aura bahagia.

Huh?

Sepertinya nanti aku harus bertanya pada Devina cerita apa yang sudah ia ceritakan.

Tante Angel mengangguk-anggukan kepalanya. "Ah.. jadi kamu Kakak kelas yang paling dekat dengan Devina."

Paling dekat? Bukankah seharusnya itu Adrian?

"Kapan-kapan mampirlah ke rumah kami, Cloudy. Dan kamu juga, Adrian."

Aku tersenyum.

"Iya, Tante." Sahut kami berdua secara serempak.

Aubrey mengerucutkan bibirnya. "Aubrey nggak diajak juga, Tante?"

Celetukan Aubrey membuat kami semua tertawa. Ia memang paling bisa membangkitkan suasana.

"Kamu boleh datang kapan saja, anak manis." Tante Angel terlihat gemas dengan Aubrey.

"Yes!!"

"Kalian bertiga pulang bersama?" Tanya Tante Angel.

"Tidak tante. Hanya aku dan Adrian yang pulang bersama. Aubrey pulang sendiri."

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!