#04 - her other half

Mulai dari awal
                                                  

“Satu...” Hafizh mulai menghitung. “Dua...” Rio melanjutkan. “Tiga.”

Tepat pada hitungan ketiga, Regan bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Aurora yang sudah berada di depan etalase makananan bersama laki-laki yang ditebaknya sebagai siswa baru itu.

“Ra!” Regan menepuk kepala Aurora pelan saat ia sudah sampai di belakangnya.

Aurora langsung menoleh dan begitu melihat Regan, senyumnya langsung mengembang. “Regan, gue mau cerita!” Seru Aurora semangat, lupa kalau tadi pagi ia merajuk pada Regan.

"Siapa nih?" Pura-pura tidak tahu, Regan menunjuk laki-laki yang berada di samping Aurora dan kini sedang memandangnya. Tepatnya memandang tangan Regan yang sudah melingkar di leher Aurora karena ia telah merangkul gadis itu.

"Itu yang mau gue ceritain!" Jawab Aurora, menatap Regan sumringah. "Tau nggak? Dia itu Saif yang pernah gue ceritain dulu, temen Omegle gue! Dan dia tuh anak baru di sekolah kita. Percaya nggak?!"

“Hah? Temen Omegle?” Regan mengernyit bingung. “Maksudnya, lo sama anak baru ini udah kenal dari Omegle gitu sebelumnya?”

Aurora mengangguk. “Iya. Gue juga masih nggak nyangka sih sumpah tapi emang beneran gitu ih seneng banget gue.”

Regan berdecih pelan. “Lebay lo.”

“Ye, sirik aja,” balas Aurora sambil menjulurkan lidahnya kemudian tertawa senang. “Oh iya, hari ini gue nggak pulang bareng lo ya.”

“Kenapa?”

“Ada rapat OSIS, pulang sore pasti. Lo juga ada sparing futsal kan entar sore?”

Regan mengangguk. “Iya, tapi lo pulang sama siapa?”

“Udah minta jemput Bang Leo kok, tenang aja.”

“Oh, yaudah kalau gitu.”

"What are you guys talking about?"

Baik Regan maupun Aurora langsung menoleh kepada Saif saat pertanyaan itu diutarakannya. Aurora meringis pada diri sendiri, sadar kalau dirinya baru saja mengabaikan Saif karena asik dengan kehadiran Regan yang tiba-tiba.

“Oh, we-“

Nothing, just our regular chit-chat.” Regan memotong apa yang hendak disampaikan Aurora dan memberikan jawabannya kepada Saif. “And you don’t have to know about what it is, dude.

Saif tidak menjawab, hanya menatap Regan yang sedang tersenyum miring dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Gue mau kencing,” ujar Regan kemudian. Dilepasnya rangkulan terhadap Aurora.

“Ke toilet sana. Nggak mungkin kan lo kencing di sini?”

“Gue juga tau kali, Ra.” Regan memutar bola mata. “Gue duluan ya kalau gitu.”

“Oke, jangan lupa cebok yang bersih ya,” pesan Aurora sebelum Regan melangkah pergi. 

Namun sebelum melangkah menjauh, Regan sempat mendengar Saif bertanya kepada Aurora. “Is he your boyfriend?

Omegle.comTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang