#04 - her other half

29.5K 2.3K 137
                                                  

"Tau nggak? Di kelas 12 IPA 1 ada anak baru loh, bule."

Hafizh, salah satu siswa dari kelas 12 IPS 1 dengan heboh memberitahu teman-temannya yang sedang makan di kantin, menyebabkan seluruh perhatian teralih padanya. Regan juga ada di sana, namun ia tidak terlalu memedulikan perkataan Hafizh yang juga merupakan teman sebangkunya.

"Gosip mulu kerjaan lo," Rio, salah satu dari semua yang ada di sana menimpali.

"Gue nggak ngegosip, man. The rumor just goes around that fast." Balas Hafizh. Ia mengambil tempat duduk di samping Regan dan dengan seenaknya menyeruput minuman milik temannya itu. “Dan anak baru ini cakep, blasteran Turki-Canada gitu deh katanya.”

“Lo udah kayak homo bahas tentang cowok cakep, geli dengernya,” sahut Regan. Ia memang paling tidak suka membahas hal-hal semacam ini. Sangat tidak penting, menurutnya.

“Yah, padahal gue mau kasih tau ke lo kalau anak baru itu sekarang sebangku sama Aurora,” ujar Hafizh dengan nada yang dibuat-buat. “Gue ulangin lagi ya, sama Aurora. Au-ro-ra.”

“Ya, terus kenapa?” Respon Regan datar. Wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun meski diam-diam penasaran.
“Lo harus hati-hati, man. Saif ini bisa jadi ancaman buat lo.”

“Ancaman apaan?” Dengus Regan. “Emangnya dia anggota ISIS? Teroris? Maling? Rampok?”

“Ah.” Hafizh menggelengkan kepala, ia bertatapan dengan Rio yang ada di depannya, tahu kalau mereka berdua sepemikiran sekarang. “Suka bego nih bocah,” ujar Hafizh. Ditepuknya bahu Regan beberapa kali. “Aurora baru putus dari Arkan, Re. Lagi available dia sekarang. Bisa aja nanti Saif ini malah naksir sama Aurora, terus lo keduluan lagi deh.”

“Bener kata Hafizh. Mending lo buru tembak Aurora deh, nggak capek apa friendzone udah hampir seumur hidup?” Tambah Rio.

"Kalian semua tuh ngaco," Regan mendengus. "Aurora tuh sahabat gue, udah kayak adek malah. Jadi, gue nggak akan jadian sama dia lah.”

“Aduh, basi banget alesan lo,” cibir Hafizh. Laki-laki itu memang suka sekali menjadi kompor jika sedang membahas friendzone di antara Regan dan Aurora yang cukup fenomenal di kalangan angkatan mereka.

Bullshit, ye gak?” Rio tertawa.

Regan memutar bola mata jengkel. Jika mereka sudah mulai seperti ini, sulit untuk menghentikannya. Jadi lebih baik diam supaya komporan Hafizh tidak semakin menjadi. Regan pun kembali melanjutkan kegiatan makannya dalam diam, sementara teman-temannya sudah mulai mengobrol membahas topik lain yang membuat suara tawa menggelegar dari meja mereka.

Sialnya, Regan jadi kepikiran dengan perkataan Hafizh tentang Aurora dan siswa baru tadi. Bukannya apa, ia hanya penasaran. Lagipula, Aurora juga belum memberitahunya apa-apa soal itu. Padahal, gadis itu selalu melapor tentang semua hal lewat pesan kepadanya. Regan pun berasumsi kalau Aurora masih merajuk.

"Waduh, liat arah jam dua, Re!” Seru Rio tiba-tiba, membuat Regan tersentak dan langsung menuruti instruksi temannya itu. Mata Regan pun langsung menangkap kehadiran Aurora yang baru memasuki kantin bersama seorang laki-laki berwajah asing.

Hafizh dan Rio kembali bertukar pandang melihat Regan yang memandang Aurora lekat-lekat dari tempatnya duduk. Mereka tahu pasti apa yang akan dilakukan Regan setelah ini.

Omegle.comTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang