#03 - you do know the answer

26.7K 2.5K 153
                                                  

Pagi ini, ada sebuah trending topic yang menjadi perbincangan di dalam kelas 12 IPA 1, tentang adanya siswa baru yang akan menghuni kelas tersebut. Semua orang merasa penasaran dan sekarang, mereka sedang menunggu kedatangan Ma'am Rita, guru bahasa Inggris mereka yang akan mengajar pada jam pertama.

"Good morning everyone," Saat Ma'am Rita pada akhirnya masuk ke dalam kelas bersama seorang laki-laki berparas non-pribumi, semua mata langsung tertuju ke depan.

Good morning, Ma’am,” jawab semua siswa serentak meski mereka semua melongo melihat pemandangan yang sungguh tidak biasa.

"As you all can see, we have a new comer here, from Canada," jelas Ma’am Rita dalam bahasa Inggris. "Bahasa Indonesianya tidak fasih, jadi Ma'am harap di antara kalian tidak ada yang nantinya ngerjain dia karena masalah bahasa ini," Ma'am Rita mengingatkan dan matanya menatap siswa laki-laki di kelas itu satu per satu, mengetahui bahwa di antara mereka pasti ada yang berniat untuk jahil.

Setelah menyampaikan pesan-pesannya, Ma'am Rita pun memusatkan perhatiannya terhadap sang siswa baru yang berdiri disampingnya itu. "You can introduce yourself now."

Dengan anggukan kecil, siswa baru itu pun mulai berbicara dengan suaranya yang membuat beberapa siswi terpesona.

"Hey, my name is Muhammad Saif. I moved from Canada and I hope, I can get along with you all here." Sebuah senyuman kecil menghiasi bibirnya, menambah tingkat pesonanya menjadi dua kali lipat. "And, please help me to learn Bahasa,” tambahnya dengan manis.

"Sure!" Koor semua siswi di dalam kelas.

Ma'am Rita melihat ke sekeliling kelas, mencari tempat duduk kosong yang pas untuk Saif. Terdapat dua tempat kosong ternyata, satu di barisan paling belakang di sebelah seorang siswa dan satu lagi di barisan nomor tiga, di sebelah seorang siswi. Orang yang menjadi chairmate Saif haruslah pandai berbahasa Inggris, karena pasti Saif memerlukan banyak bantuan nantinya.

"Di kelas ini siapa yang bahasa Inggris-nya paling lancar?" Tanya Ma'am Rita kemudian.

Namun, belum sempat ada yang menjawab, sebuah suara sudah terlebih dahulu menginterupsi.

"Excuse me, Ma’am."

***

Sementara itu, di dekat parkiran sekolah beberapa siswa yang datang pada detik-detik sebelum gerbang ditutup sedang berlarian dengan kalap menuju kelas mereka masing-masing. Regan dan Aurora termasuk di dalam gerombolan tersebut.

Aurora berlari selangkah di depan Regan dan gadis yang sangat membenci lari itu tiba-tiba saja kekuatan larinya bertambah pada saat seperti ini, membuat Regan heran sendiri.

“Santai dikit kali, Ra, baru bel juga," ucap Regan yang sama sekali tak dihiraukan oleh Aurora. Gadis itu masih kesal karena keterlambatan mereka dan dia menyalahkan Regan karena laki-laki itu terlambat bangun, bahkan ia tidak sempat mandi lagi.

"Aurora!" Panggil Regan lagi karena Aurora tidak menjawab. Kali ini langkah mereka berdampingan. "Dih ngambek ya?"

"Menurut lo?!" Balas Aurora kesal. "Lo sih bangun siang banget, mana dibanguninnya susah."

Omegle.comTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang