EPILOG

6.3K 200 12

Seorang gadis cantik berambut merah muda menatap pantulan matanya yang sehijau emerald dipantulan cermin. Mata cantik itu seolah mencari cacat yang ada pada tubuh pemiliknya. Tidak ada. Pemiliknya itu tidak mempunyai satu pun cacat baik dari segi fisik, psikis, dan juga sikapnya. Pemilik emerald cantik itu merupakan anak dari pasangan suami istri Haruno Kizashi dan Haruno Mebuki. Ayahnya adalah seorang pengusaha yang bisa dibilang cukup sedikit sukses, sedangkan ibunya adalah seorang guru senam yang terkenal akan kepiawaiannya dalam melenturkan tubuhnya.

Berbeda dari kedua orangtuanya, Sakura yang sejak kecil tertarik dengan dunia kesehatan memutuskan untuk menjadi seorang dokter. Dia menjalani pendidikan di Konoha University dan mengambil jurusan kedokteran. Sakura adalah seorang gadis yang sangat cerdas. Dibangku sekolah dulu Sakura sering mewakili sekolahnya untuk berbagai macam kejuaraan dan mendapatkan beberapa piagam penghargaan. Tidak hanya dibidang kesehatan saja Sakura terlihat menonjol, tapi juga dibidang lain seperti karate, fashion, dan juga jurnalistik. Ditambah dengan prestasinya yang membuatnya mendapat beasiswa full dari kampusnya, Sakura betul-betul gadis impian dan betapa beruntungnya pria yang berhasil memenangkan hatinya. Dan pria itu adalah seorang dokter muda yang sangat tampan, Uchiha Sasuke.

Siapa yang tidak mengenal Uchiha Sasuke? Seorang dokter muda lulusan terbaik disalah satu universitas di Jerman, dalam usinya yang belum genap tiga puluh tahun berhasil mencengangkan dunia dengan menemukan penawar untuk berbagai macam racun bahkan yang paling berbahaya sekalipun dan juga pengobatan paling ampuh untuk penderita diabetes. Wajah tampan, kulit putih, rambut berwarna raven dan iris mata sekelam onyx, cukup membuat beberapa gadis berteriak histeris jika melihatnya.

Sakura, yang sudah siap dengan pakaian santainya berpamitan kepada ibunya yang kebetulan sedang ada dirumah. Hari ini genap dua tahun hubungannya dengan Sasuke berjalan. Dan sejauh ini hubungan keduanya selalu harmonis. Sasuke yang sudah sejak tadi malam menyebutkan nama tempat yang akan mereka kunjungi, sudah menunggu gadis itu dengan mata onyxnya yang sesekali mengerling arloji mahalnya. Sudah lebih dari sepuluh menit Sasuke menunggu gadis bersurai pink itu. Tidak biasanya bagi Sasuke untuk menunggu, mengingat selama menjalin hubungan dengan gadisnya dia tidak pernah sekalipun dibuat menunggu, malah biasanya dia yang selalu membuat pasangannya menunggu hingga berjam-jam

"Sasuke-kun, gomen ne." Sakura berlari menghampiri bungsu Uchiha itu, telapak tangannya mencengkeram bagian depan baju yang dipakainya, nafasnya ngos-ngosan.

"Aku betul-betul minta maaf, tadi tidak ada satu pun taksi yang lewat, makanya aku naik kereta. Kau sudah lama menunggu?"

"Tidak, baru sekitar sepuluh menit." Sasuke menyusuri mata hitamnya ke penampilan Sakura dari puncak kepala hingga ke telapak kakinya. Sakura hari itu mengenakan jeans yang biasa, kemeja flanel berwarna biru muda, rambutnya yang panjang diikat model ponytail.

Sakura yang menyadari tatapan Sasuke pun mencicit pelan, "aneh ya? Maaf aku tidak sempat menyiapkan baju yang pantas hari ini. Kemarin malam aku ada praktikum di kampus sampai jam delapan malam, dan karena sudah terlalu lelah aku ketiduran, tidak terpikir sekali untuk membeli baju baru." Wajahnya merona merah menahan malu.

"Tidak, kau selalu tampak cantik dengan apapun yang kau kenakan." Balas Sasuke, wajahnya tersenyum hangat. Sasuke tidak berbohong sedikit pun. Baginya, Sakura yang selalu tampil apa adanya dan berbeda dari kebanyakan gadis yang dikenalnya justru membuatnya jatuh hati pada gadis itu. Keatraktifannya, sikap cerdasnya, sikap tak mau kalahnya ketika berdebat dengan teman-temannya, hal itulah yang membuatnya jatuh hati kepada gadis yang kerap disapa "jidat" itu.

"Arigatou, Sasuke-kun." Pipi Sakura kembali merona merah, namun kali ini karena pujian Sasuke.

"Yosh, ayo berangkat. Jika kita tidak cepat, bisa-bisa tempat favorit kita diduduki oleh pengunjung yang lainnya." Sasuke mengapit lengan putih Sakura dan menuntunnya untuk masuk kedalam sedan hitam yang sederhana namun membuat siapapun nyaman menaikinya. Begitu pintu mobil dibuka, wangi campuran antara wood dan pinus menguar dari dalam. Wangi favorit Sakura, parfume Sasuke, wangi yang selalu dirindukannya. Sakura memasang seat belt dengan semangat, dan Sasuke yang melihatnya tersenyum kecil.

Prunus serrulata Lindl (cherry blossom)Baca cerita ini secara GRATIS!