Part 1

14.2K 515 74

Hallo, hallo...
Di mohon untuk membaca cerita ini dari awal sampai tamat, dan siapkan perasaan kalian, siapkan mental kalian karena akan ada beberapa hal yang tidak terduga. Hahaha..
Jadi, inilah cerita baru gue, selamat menikmati!

***

Galaksi dengan ketiga temannya yang sedang berjalan memasuki area sekolah, bersama gengnya yang mereka beri nama Halley, beranggotakan dia sendiri, Kejora, Bima dan Bosca sedang menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah pagi itu.

Siapa yang tidak kenal dengan Geng Halley, anggotanya yang berisikan 3 laki-laki dan satu perempuan, Geng paling populer dan berkuasa di sekolah, dengan ketuanya yang bergaya cool, serta cuek, tetapi jangan salah walaupun paling berkuas, mereka berkuasa secara bijak dan adil.

Semua penghuni sekolah melihat dengan terpana ketika Geng Halley mulai memasuki area sekolah, Galaksi dengan penampilannya yang seperti siswa pada umumnya, tetapi bedanya kancing atas dia di buka dua, dengan rambut brown-nya yang ia dandani dengan sebagus mungkin, yang membuat kaum hawa berdecak kagum pada pesona Galaksi. Bima, yang rambutnya ia beri pomade, Bosca dengan rambutnya yang keriting, dan Kejora dengan penampilannya yang dari atas sampai bawah bisa di bilang sempurna, bagaimana bisa dibilang tidak? Perempuan tinggi bak model, kulit coklat, dengan rambut ikal yang tergerai melebihi bahunya sedikit, bibir merah merona, dengan matanya yang tajam.

"Alex!!! Alex!!!" seru beberapa siswi yang mengaggumi sosok Galaksi.

Ya, benar saja Galaksi di panggil Alex oleh teman-teman sekolahnya karena menurut teman-temannya dia tidak pantas di panggil Gal, Gala, Laksi, Lak, menurut mereka itu aneh dan tidak sesuai dengan Alex yang rupawan, dan agar mereka mudah memanggil The Most Wanted Guy mereka, dan Alex pun menyetujui hal tersebut.

Mendengar namanya disebut, Alex hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan, sementara itu di dekat tiang bendera, gadis mungil, tidak populer juga sedang melihati Alex dan ke tiga teman Alex yang sedang berjalan menuju kelas mereka.

"Ra, mau sampe kapan sih jadi pengaggum rahasia dia?" suara itu lagi, sudah hampir setiap hari temannya selalu berkata seperti itu disaat gadis itu sedang melihati pujaannya diam-diam.

"Apa sih...? ya gue juga gak tahu sampai kapan ... gue kaya gini, lihat aja nanti, Alpa. Kasih dukungan gue kek!" seru Gadis itu, membela dirinya yang mencintai Alex dalam diam.

"Iya aja dah gue, Aurora. Yuk ke kelas," ajak Alpa pada Aurora.

Ya, gadis itu bernama Aurora. Jarang banyak yang mengetahui gadis itu, karena memang gadis itu sangat tertutup, bisa dibilang yang mengenalnya hanya teman sekelasnya, dan guru-gurunya bahkan setiap kegiatan sekolah pun, dia tidak pernah ikut, padahal bakat dan minat yang Aurora punya sangat luar biasa, tapi dia sembunyikan, sama seperti perasaannya kepada Alex.

***

Di dalam kelas, kelas Aurora sangat gaduh, dan berisik, semua sibuk masing-masing dengan gadget mereka, bermain games ataupun mendengarkan lagu, juga online atau berkicau di sosial media masing-masing.

Dua gadis yang sedikit norak, berlebihan sih sebenarnya menghampiri Aurora dengan berkacak pinggang, dan menggebrak meja. Aurora menghadapi dua gadis itu dengan sabar dan tenang.

"Eh, nih kerjain peer matematika gue. Lo kan pinter matematika, gak usah sok bego gua tau ulangan lo 100 terus, jadi kerjain. Se-ka-rang!" perintah Lilly.

"Iya nih punya gue sekalian," tambah Ressa, kemudian Lilly melototi temannya itu, Ressa hanya tersenyum lebar.

Aurora melihat dua buku yang ada di hadapannya, juga melihati dua iblis yang ada di depannya.

"Kenapa dilihatin doang?! Kerjain, dikit lagi bel! Gua gak mau tau lo harus selesaikan peer gue sama peer temen gue." Kemudian, Lilly dengan acuhnya bersama Ressa kembali ke tempat duduknya.

Alpa melihati Aurora dengan penuh rasa kasian kepada temannya yang setiap hari, setiap ada tugas harus mengerjakan punya dua iblis itu, pernah ada kejadian dimana saat Aurora tidak mengerjakan tugas dua iblis itu, Aurora dikerjai habis-habisan, mulai dari bangkunya yang di taruh lem, dia di siram dari atas gedung dan masih banyak lagi.

"Aurora, lu terlalu sabar." Ucap Alpa padanya.

"Nggak apa kok," senyum Aurora mengembang, dia mengerjakan tugas dua iblis itu yang seharusnya di kerjakan oleh mereka.

Bel masuk berbunyi, semua langsung duduk di tempat masing-masing, Aurora mengembalikan buku dua iblis itu, dan datanglah guru matematika yang membuat suasana kelas menjadi tegang dan hening.

"Selamat pagi anak-anak, sebelum pertemuan kita hari ini, Ketua Kelas tolong siapkan berdoa dulu." Ucap Mrs. Fella, selaku Guru Matematika SMA Andromeda.

Setelah berdoa, suasana makin hening, jam belajar mengajar di mulai, Mrs. Fella mulai mengabsen siswa-siswinya tersebut.

"Baiklah, hari ini kita ulangan." Ucap Mrs. Fella tegas, seraya mengeluarkan kertas soal yang telah ia persiapkan semua siswa-siswi mendengus sebal, selalu saja ulangan matematika dadakan.

***

Bel istirahat berbunyi, semuanya menuju ke kantin tanpa kecuali, mengisi kekosongan perutnya. Lilly bergandengan dengan Alex, ditemani Ressa dan anggota Halley yang lain. Alex dan Lilly sudah menjalin hubungan selama satu tahun, sebenarnya anggota Halley yang lain tidak setuju Alex berpacaran dengan cewek seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi pilihan Alex dan dia juga yang menjalankan.

Lagi, lagi dan lagi, tidak ada pernah rasa bosan menghampiri Aurora jika sedang melihat pujaan hatinya itu, Alex. Daritadi, Aurora mengabaikan makanan yang sudah ada di depannya, dia tiba-tiba kenyang dengan hanya menyaksikan keindahan yang diberikan oleh Sang Pencipta.

"Duh, buat gue aja deh kalo gini." Alpa, mengambil makanan punya Aurora yang ia abaikan itu.

Samudera pun datang menghampiri mereka, menghampiri Aurora dan Alpa yang baru akan makan.

"Hey! Woy kalian!" sapa Samudera, Samudera teman sekelasnya Alex tetapi Samudera dekatnya dengan kelas tetangga terutama Aurora dan Alpa.

"Ish mecahin keindahan aja sih lo, draaa." Aurora dengan kesal, kemudian merebut makanannya dari Alpa, kedua teman Aurora cekakak cekikikan melihat temannya itu yang makan sampai segitunya.

Dalam hati Samudera, "Alex terus, gue kapan? Gue kapan bisa gantiin posisi Alex di hati lo sih, Ra?"

- To Be Continued -

Cast; Ansel Elgort as Galaksi (Alex).

Deeeaannn.
05 September 2015.

Sampai ketemu di part selanjutnya!

Revisi 1: 30 Mei 2016.

Make It MineBaca cerita ini secara GRATIS!