Keyla kembali membaca isi surat tersebut,

"Jika kau merasa kehilangan dan kesepian, tengoklah ke luar sana— masih banyak orang orang yang menyayangimu bahkan melebihi rasa sayangku padamu.

Keyla— mungkin aku harus berkata ini untuk meluruskan sesuatu. Menurutku— kau tidak menyayangiku karna cinta. Tapi kau menyayangiku atas dasar sayang seorang sahabat dan mungkin sedikit rasa kasihan karna penyakit yang dideritaku ini? Aku tak apa. Aku tak apa jika kau tidak menyukaiku. Aku tau kau menyukai dia, maaf— karna aku, kau menjadi lebih terfokuskan padaku, bukan kepada orang yang sesungguhnya kau sukai.

Oiya! Jangan pernah kau menangis karna rindu padaku ya. Aku tak suka jikau kau menangis, nanti kau malah makin imut. Jika kau rindu padaku cukup doakan aku saja ya, atau boleh juga kau melihat fotoku tapi ingat itu juga jangan sampai air matanu terjatuh!

Keyla, selamanya aku tak akan lupa padamu. Maka dari itu tolong kau jangan lupakan aku. Kenanglah aku sebagai sahabatmu bukan sebagai mantanmu.

Selamat tinggal, Keyla"

Keyla menutup surat itu dengan mata berkaca kaca.

Tapi ia tak akan menangis lagi, ia akan menuruti permintaan Fikri disurat tersebut.

..

Sekarang, Keyla membiasakan diri untuk hidup seperti biasa lagi.

Oke. Keyla hari hari sebelumnya memang terus saja diam di kamar, ia hanya menatap jendela, makan pun ia hanya sedikit.

Bagaimana dengan Anggi?

Nah Anggi memang sangat menyukai Fikri dengan tulus, bahkan perasaan itu ia pendam. Bagaimana tak sakit?

Ya, Anggi memang sangat sakit— bahkan ia sempat tak mau keluar kamar dan seharian itu ia menangis. Tapi, karna suatu hal ia tiba tiba menjadi bangkit kembali dan berusaha untuk tidak galau lagi.

Suatu hal itu adalah, ia bermimpi Fikri datang ke hadapannya dan Fikri seolah olah telah mengetahui bahwa Anggi menyukainya. Fikri berkata "kau jangan sedih, kau tak boleh seperti ini! Kau itu anak yang cerdas kau jangan jatuh hanya karna kau kehilangan aku, menangisi aku, kau harus bangkit dan tunjukan kepadaku kau menjadi sukses! Jangan pernah menangisiku lagi, aku tak mau melihat orang yang menyayangiku dan yang aku sayangi air matanya  habis hanya karna aku. Masih banyak orang yang menyayangimu Anggi, mereka juga tak mau melihatmu menjadi seperti ini. Maka dari utu kau harus semangat!" kurang lebih itulah ucapan yang dikatakan Fikri dalan mimpi Anggi. Mimpi itu seperti nyata.

KEYLA POV

Aku menatap layar ponselku lekat lekat, lalu aku menatap ke arah jendela di sebelahku.

"Suasananya cerah bukan?" ucap seseorang dengan suara berat

Aku melirik ke arah sumber suara, aku sempat kaget karna dia adalah guruku, guru matematikaku.

"Eh? Oh iya pak" ucapku

"Kamu perhatikanlah papan tulis! Perhatikanlah bapak yang sedang menjelaskan!" ucap Pak guru dengan tegas

"Baik pak" ucapku pelan

Seisi kelas menatapku dentan tatapan 'tau rasa lo', 'puas, makanya jangan menalamun mulu'

Tapi aku tak peduli.

"Ngelamunin apaan sih?" Tanya anak laki laki yang berada di belakangku

Aku hanya menatap matanya beberapa detik, lalu aku kembali memperhatikan Pak Nono, guru matematikaku.

"Bagaimana anak anak? Ada yang mau di tanyakan?" Tanya Pak Nono

Seisi kelas hanya terdiam, tak ada satupun yang menjawab pertanyaan Pak Nono.

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!