awalan kisah

198 1 0

Hey mau mendengar kisah seseorang remaja yang bermula dari sebuah audisi film? Gue kasih tau ceritanya

"naya ayo cepat nih ya kamu dapat nomor urut 36 untuk audisi film ini, ingat kamu harus dapat peran sebagai nila"

begitu lah berisiknya ibu naya yang beralih fungsi sebagai menegernya, yah naya sedang meniti karirnya di dunia hiburan. sudah beberapa kali dia mendapatkan film film remaja, ftv dan beberapa sinetron.

"Ia ma tenang aja calm down ajaa"

Naya pun menunggu untuk memasuki ruang audisi, audisi ini berbeda dari casting casting yang sering di lalui naya, casting ini di gelar oleh home prodaction ternama untuk mendapatkan calon calon pemain terbaik. jadi, naya memiliki pesaing hingga banyak orang bukan hanya satu dua orang saja. Beberapa waktu berselang naya akhirnya memasuki ruangan untuk audisi. di dalam ruang audisi ada 3 orang. 2 perempuan dan 1 laki laki . naya tersenyum kepada mereka, dan mereka pun membalas senyuman naya. Ternyata orang yang di dalam ruangan itu adalah pasangan naya dalam audisi

"nah kalian berempat adalah pasangan untuk audisi ini kalian telah memilih karakter untuk di audisi kan bukan? Jadi maju bila karakter yang saya panggil telah di sebutkan"

begitulah tutur bapak salah satu judje mereka. Naya cukup gugup karna untuk pertama kalinya dia mengikuti casting bersama pasangan, naya menengok kembali ke arah pasangannya Dia tersenyum dan di balas kembali, naya bepikir dia memilih karakter nila untuk di audisi kan, dia memilih nila karna katanya nila adalah karakter yang kuat dan sedikit sembrono naya ingin sekali memainkan peran seperti itu.

"Yang menjadi casya tolong maju sebutkan nama dan ambil naskah ini" kata bapak itu lagi, sebelah naya pun maju "nama saya citra kencana" anak ini pun mengambil naskah dan duduk kembali di sebelah naya.

"Yang menjadi bintang? Maju" yang di ujung naya pun maju kedepan "nama saya fitra mulya" anak itu pun mengambil naskah dan duduk kembali.

"Nah tinggal kalian berdua, kamu yang menjadi nila ambil naskah ini" naya pun maju "nama saya naya putri clarisa" naya pun mengambil naskah, dan "kamu yang menjadi putra ambil naskah ini" anak itu pun mengambil naskah "nama saya muhammad helmi" anak itu mengambil naskah dan duduk kembali.

"Nah anak anak baca naskah itu baik baik dalam waktu 10 menit setelah itu kami akan melihat kepawaian dan kekompakan kalian dalam bersandiwara, tampilkan yang terbaik untuk kami, jadi good luck ya" tutur ibu ibu yang mengaudisi mereka juga.

naya pun menghafalkan dialognya dan membaca keterangan sebagai nila, naya sangat cepat dalam menghafalkan naskah karna dia cukup sering menghafalkan naskah naskah film. Naya menengok ke arah para pasangannya ternya mereka juga telah mengafalkan naskah, karna naya tak ingin berlama lama canggung dengan mereka naya pun menyapa mereka

"bagaimana dengan kalian? Sudah hafal? Kalo udah, latian bareng mau gak" kata naya berusaha akrab, ternyata mereka merespond ajakan baik naya

"yah kita udah selesai, mau latian bareng deh, lo naya kan? Kata fitria. Fitria ternyata mengenal helmi "eh helmi lo udah belom? Ayo latian" naya pun tersenyum

"lo citra udah hafal?" Naya bertanya ke citra, citra sedikit pendiam dari yang lain dia mengangguk dan tersenyum.

Mereka pun latihan dengan cepat naya kaget melihat akting mereka semua apalagi akting citra dia mendapatkan peran casya yang selalu bersemangat. "Nah anak anak waktu kalian habis, ayo maju kedepan dan perlihatkan kemampuan kalian" kata judge yang lainnya. mengajak mereka maju untuk menampil kan kepawaian mereka.

Mereka saling tengok dan terlihat gugup, naya maju duluan melihat kegugupan yang lain"ayo dong, cepet cepet" naya menarik mereka, karna melihat semangat naya yang lain pun ikut berusaha menghilangkan rasa gugup. Saat sampai di depan para juri, naya pun memperlihatkan dialognya, di naskah itu nila sebagai ketua geng yang selalu bersemangat, tak mau kalah dengan naya yang lain menampilan ekting dan dialog mereka. Naya sangat terkesan melihat ekting mereka, mereka langsung berubah 180 derajat setelah berakting. Naya menengok wajah para juri tapi sayang tak terlihat karna juri semua sedang tertunduk. Waktu mereka pun habis mereka di pernekenan kan untuk keluar ruangan. Naya dan yang lain pun keluar.

"Waw hebat banget ekting kalian semua hebat hebat" naya heboh sendiri, fitria helmi dan citra hanya tertawa "hahah nay kita itu begitu karna liat lo yang semangat banget jadi ikutan kebawa semangat deh" kata fitria "yaudah mudah mudahan kita semua masuk ya, sampe ketemu besok pas pengumuman, aduh mudah mudahan masuk deh" kata citra, ternyata dia tidak terlalu pendiam. "Ia deh mudah mudahan yaudah sampe ketemu besok ya dada" kata naya sembari menjauh dari anak anak tadi,naya menghampiri ibunya "ma udah selesai nih" kata naya menepuk bahu ibunya "gimana di dalam gugup gak? Ada yang susah dialognya? Katanya di dalem audisinya bareng temen ya? Pake pasangan" seperti biasa ibu naya langsung saja cerewet

"aduh ma nanti aja deh di rumah aku ceritain seru kok, ma aku ketoilet dulu ya"

Naya pun berlari, dia tak kuat menahan ingin buang air keci. Dia berlai mencari toilet, saat toilet di temukan ada seorang laki laki sebayanya lewat dan tak terkendali larinya, naya tak sengaja menabrak anak anak laki laki itu, mereka pun jatuh tertiban

"hey lo hati hati bisa gak sih, baju gue jadi kotor tau gak aahh elah" kata anak laki laki dengan kesal

karna merasa bersalah naya membantu membersihkan kotoran di baju anak itu "aduh aduh maaf ya maaf banget"

anak laki laki itu tetap kesal "udah udah apaan sih gak udah sentuk sentuh gue ya, tambah kotor tau gak, sana sana" anak laki laki itu berdiri dan membersikan sendiri bajunya.

naya kesal "hey gue juga gak sengaja kan lagian gue udah baik mau bersihin baju lo, malah di usir gak tau sopan santun dasar" kata naya kesal, anak laki laki itu pun melotot "heh lo yang gak tau sopan santun, udah nabrak orang marah marah lagi aneh dasar lo" kata anak laki laki itu tak mau kalah, saat naya ingin kembali marah marah anak itu telah berjalan pergi "elo yang aneh dasar" naya meneriakin anak itu , anak laki laki itu menengok dan menjulurkan lidahnya *wee* , naya kesal sekali rasanya "huh awas aja kalo ketemu lagi". naya pun berlalu mengingat tujuan awal iya ingin ke toilet

naya pun menghampiri ibunya, "loh naya kamu kenapa? Muka kamu kok kesal banget? Ada apa? Ada yang buat kamu kesal" ibu nanya selalu saja cerewet.

"Udah ma, yok pulang males lama lama di sini" naya pun pulang bersama ibunya. Naya berjalan keluar, saat dia melewati ruang eksekutif naya tak sengaja menengok ke dalamnya, di dalam dia lihat anak laki laki tadi naya terkejut setengah mati "hah? Jangan jan dia lagi yang jadi haikal?" Naya kaget dan berpikir, "mudah mudahan aja salah liat deh"

(Continue)