Memang harus ada kejadian besar, baru pria itu ingat untuk pulang ke Indonesia. Namun pulangnya membawa luka, dan trauma tersendiri sehingga ia berniat mencari pelampiasan di vault bar Jakarta.
Memesan wanita dari anak yang bisa dikatakan seumuran d...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Earplug itu masih menempel cantik di daun telinga mungil dari gadis SMA Bramantara--Qeez Clarisa Saputri gadis yang tenang dan sangat bisa menempatkan diri pada apapun -berbeda jauh dengan tetangga sekaligus sahabat dekatnya Areta Pradipa Theana yang energinya terlampau banyak bahkan bisa dikatakan offside, tawa Qeez gampang sekali untuk pecah jika Areta sudah mulai bersabda ataupun mengucap apapun yang mampu mengelitik rasa humornya itu yang memang sangat receh.
Rambut golden brown Qeez yang hampir selalu diikat asal - bukan karena tidak peduli penampilan, tapi karena kepalanya selalu ribut sama hal lain. Hal lain yang tak banyak orang tau , hanya Areta dan ia sangat fine dengan hal itu.
Mereka layaknya dua insan yang sama sama memiliki masa SMA yang menyenangkan, terlebih Qeez sekelas dengan Areta. Sekelas dan bertetangga, dan ia sangat tidak keberatan menjadi ojek pribadi Areta, karna Areta sendiri tidak tau menggunakan sepeda motor. Ia selalu memberikan uang saku untuk tambah tambah bensin Qeez yang sangat sangat tidak diperlukan bagi Qeez, mengingat Qeez bukan yang tidak mampu amat. Namun Areta tidak ingin menjadi sahabat yang tidak tau diri, sudah menumpang ya paling tidak haruslah berpandai-pandai meskipun uang itu akan kembali lagi ke dalam bentuk makanan yang Qeez belikan untuk mereka kedua.
Qeez melepaskan earplugnya ketika memperhatikan mobil baru masuk ke pekarangan rumah Areta yang jaraknya hanya beberapa jengkal dari rumahnya.
Qeez berdiri sambil megang teh tawarnya yang mulai dingin, dengan matanya yang nyempil penasaran. Bukan karena kepo tetangga, tetapi karena dia kenal --amat sangat mengenal dengan rumah nuansa hitam putih itu dan terlalu mengenal. Qeez meletakkan teh tawarnya di atas nakas tak jauh dari ranjangnya.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Harrev Vhansradipta.
Kakak dari Areta Pradipa Theana, pria dengan wajah mendamaikan mata itu, membawa beberapa tas dan koper dari mobil hitam yang tak pernah Qeez lihat sebelumnya. Pikiran Qeez berkelana dengan diri Harrev dulu yang jarang sekali nongkrong, jarang tersenyum, bahkan jarang sekali ada di kehidupannya.
Sekarang-tiba-tiba muncul setelah lima tahun ia memutuskan melanjutkan pendidikan di luar negri tanpa pernah mau mampir sebentar ke Indonesia di hari hari perayaan tertentu di sini. Wajah itu tak berubah sedikitpun, masih sama, masih tampan dan memikat. Sangat bohong jika ia tidak punya pasangan di sana.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Wajah Qeez sangat terkesima, seolah rindu itu memuntah ruah di hadapannya. Qeez bahkan lupa jika dulu ia sangat mengagumi pria ini, jauh di lubuk hatinya dan disimpannya begitu rapat agar Areta tak mencurigainya sedikitpun.
Wajah sumringah itu begitu lama pada tempatnya dan ia menemukan hal yang membuat dadanya agak tidak nyaman. "Pulang juga, tuh orang," gumamnya.
Harrev membawa semua tas itu turun dari mobil dengan wajah yang sangat datar , berantakan namun semakin menggoda dengan posturnya yang tinggi, berbda dari pertemuan mereka lima tahun yang lalu. Tetapi ada yang berbeda, aura yang dibawanya begitu asing bagi Qeez. Jakarta jelas bukanlah tempat yang dia rindukan.
Australia justru lebih cocok dengan dirinya-salju, summer day, hidup tanpa harus kenal siapa-siapa. atau tanpa menoleh kepada siapa siapa, dan hidup sebebas-bebasnya
Begitu pikir Qeez hingga mata mereka tak sengaja bertemu, saat ia masih asik memperhatikan makhluk indah ciptaan Tuhan yang dirindukannya ini dibalik jendela kamarnya.
Dan Qeez, tentulah ia tetap menjadi Qeez yang sama.
Hanya satu yang tak berubah sejak lima tahun lalu perasaan yang dia simpan rapat-rapat, sembari berpura-pura tidak pernah ada.
Padahal sekarang, jarak mereka cuma seberang pagar..
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Disini ada sedikit scene 🔞 But i didn't tag the bab Biar kalian bisa baca sendiri dari awal-akhir Semoga aku bisa sampai ke titik [end] nih cerita
jangan lupa bintangnya ^^
And jangan lupa follow tiktok baru aku @penasyana Kalian boleh teror aku di sana kalau aku mulai mandet or lama up