Chapter 28

14K 1.1K 145
                                        

"Katanya nggak ke kantin," bisik Catrin pelan di dekat telinga Stella sambil mencondongkan tubuhnya.

Stella meringis kecil, lalu menatap Catrin. "Aku masih laper," ujarnya singkat, lalu tersenyum tipis.

"Laper? Emang lo ngisi bekelnya dikit banget, ya?" tanya Catrin dengan nada heran.

Stella baru saja hendak menjawab, tapi suara tenang dari Evan memotong percakapan mereka.

"Makan. Lanjut nanti ngobrolnya. Bentar lagi masuk," ucap Evan santai tanpa mengalihkan pandangan dari mangkuk bakso di depannya.

Sementara itu, Catrin menatap Evan yang sedang duduk di seberang meja. Ada sorot heran di matanya, bukan hanya karena Evan bicara dengan nada tenang, tapi karena pria itu datang ke kantin bersama Stella.

Kedatangan keduanya langsung jadi pusat perhatian semua orang yang ada dikantin.

Bahkan semua orang yang ada di kantin masih sesekali mencuri pandang ke arah meja mereka, sampai sekarang.

"Kok kalian bisa datang bareng?" tanya Catrin, dengan raut wajah penasaran yang tidak bisa ditutupi.

Stella yang sedang menelan batagornya hampir tersedak, ia lalu buru-buru meneguk es tehnya. "Aku nggak sengaja ketemu kak Evan di depan… Cat." Ucap Stella seraya meletakkan gelas diatas meja.

Evan tidak menanggapi, hanya melirik sekilas ke arah Catrin lalu kembali melanjutkan makannya. Sedangkan Catrin, dia menganggukkan kepalanya.

Suasana sempat hening beberapa detik, sampai tiba-tiba suara langkah kaki disertai tepukan keras di bahu Evan membuat semua yang ada di meja itu menoleh serempak.

Puk!

"Wey, Van!" seru Aldi sambil tertawa kecil, "Katanya mau ke taman, kok malah nongkrong di sini? Nggak jadi, atau gimana nih?"

Di tangan Aldi, ada botol jus mangga yang isinya tinggal setengah.

"Nggak jadi," jawab Evan singkat tanpa ekspresi, masih santai memakan baksonya.

Aldi mendengus pelan. "Gue curiga nih, pasti ada yang lebih menarik disini, daripada ditaman kan?." Tatapannya kemudian beralih ke arah dua gadis di depan Evan. "Halo, adik-adik. Gimana kabarnya hari ini? Ada gosip panas nggak buat kakak ganteng ini?" tanyanya dengan nada bercanda yang sukses membuat Stella hampir tersedak.

Catrin memutar bola matanya, "Nggak punya, kak. Gue bukan biang gosip."

Aldi langsung mendesah panjang, seraya menatap ke langit-langit kantin. "Ah, lo mah, nggak seru banget."

Tatapannya lalu beralih pada Stella yang sedang sibuk mengunyah. "Kalo lo gimana, Gemes? Punya gosip nggak buat kak Aldi?"

Stella menatap Aldi dengan pipi yang masih menggembung karena batagor. Dia kemudian menelan makanannya. "Jangan kebanyakan gosip, kak. Cepet tua nanti." Ucap Stella seraya memasang wajah polosnya.

Catrin menahan tawa, sementara Evan hanya tersenyum tipis di balik gelas minumannya.

Aldi melongo. "Sok tau banget si Gemes. Mana ada coba! Yang bener tuh, kebanyakan marah baru cepet tua. Kalo ngegosip mah nggak, malah awet muda!" serunya dramatis.

"Kata aku," balas Stella pendek, lalu meminum es tehnya dengan ekspresi datar tapi menyebalkan.

Catrin tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. "Kak Aldi, debat sama Stella tuh percuma," katanya geli.

Aldi mendengus, tapi sudut bibirnya terangkat. "Dasar bocah."

Sementara itu, Evan yang dari tadi hanya memperhatikan interaksi mereka, menatap Stella sekilas dengan senyum samar di sudut bibirnya.

A New Chapter Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang