Guys tolong vote cerita ini, itu gratis kok. kalian jangan sekedar baca aja seenggaknya apresiasi sedikit, hal kecil yang kalian berikan seperti komentar, vote dll itu sangat berharga bagi para author.
Happy reading honey 💋
⚠️DI LARANG PLAGIARISME ⚠️
ooOoo
Satu bulan telah berlalu. Valena terlihat menikmati udara segar di area balkon kamarnya tepat pada lantai dua. Namun, dibalik senyum yang ia paksakan, wanita itu menyembunyikan kegelisahan yang terus menghantuinya. Perutnya yang terasa berisi tidak bisa diabaikan lagi, tapi dia tidak berani memeriksa kondisinya. Ketakutan akan kemungkinan buruk membuatnya terus menunda-nundanya, bahkan tidak berani membicarakannya dengan keluarganya.
Setiap kali dia merasa ada perubahan pada dirinya, dia langsung mengalihkan pikirannya, tidak ingin menghadapi kenyataan yang mungkin akan menghancurkannya. Saat ini, dia hanya ingin menikmati momen sejenak, menikmati udara segar dan pemandangan indah di depannya, sebelum badai yang tidak diinginkannya datang.
Fuck!
Valena memegangi perutnya lalu mengelusnya perlahan dengan tatapan kosong. "Aku harus mengadu kepada siapa? Tidak mungkin aku mengatakan kepada Anna, dia terlalu membela pria itu." Bahkan saat seperti ini Valena masih tak punya tempat untuk bercerita, semuanya hanya fokus kepada Noah pria berengsek itu.
Margaretha yang berada dibelakang ambang pintu. Tak henti memperhatikan Valena karena wanita itu berubah drastis sikapnya yang sensitif, dan mudah marah bahkan cuek kepada orang sekitarnya. Ini sangat aneh, kenapa dia seperti itu?
"Margaretha ...," panggil Anna pelan agar tak terdengar oleh Valena, seraya menepuk bahu wanita itu. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum melihat kedatangan majikannya.
"Ada apa?" Tanya Margaretha.
"Tolong panggilkan Valena untuk ke ruang keluarga," perintah Anna.
Margaretha mengangguk. "Apakah ada tamu?"
Anna mengangguk pelan. "Kita kedatangan Victoria dan Noah, mereka sudah menunggu disana." Margaretha mengangguk paham, lalu bergegas menghampiri Valena.
Belum sempat Margaretha mengatakan sesuatu. Valena sudah menyadari kehadiran kedua wanita itu dan mendengarkan pembicaraan mereka, "aku tidak ingin bertemu dengan mereka." Margaretha terdiam. Bagaimana bisa dia mengetahuinya?
"Tapi Valena mereka sud—"
"Katakan aku tidak ada disini!" Bentak Valena tanpa menoleh sedikitpun kepada Margaretha.
Margaretha sangat sedih karena Valena berubah menjadi wanita pemarah dan angkuh. Ia memutuskan untuk pergi menuju ruang keluarga, untuk memberitahu bahwa Valena enggan bertemu dengan Victoria dan Noah.
ooOoo
Margaretha memasuki ruang keluarga, disambut oleh wajah-wajah yang familiar. Anna, Kal, Erick, dan Jack sedang mengobrol dengan Victoria dan Noah yang duduk di sofa. Margaretha mendekati mereka dengan langkah tenang, dan duduk di samping Erick yang sedang menikmati kopi hangatnya.
Dia memperhatikan Noah yang terlihat lebih baik daripada sebelumnya. Wajahnya masih pucat, tapi mata yang bersinar menunjukkan tekad yang kuat. Margaretha ingin memberitahu mereka tentang Valena, tapi ia juga tidak ingin mengganggu suasana yang sedang baik ini.
"Aku baru saja bicara dengan Valena," kata Margaretha dengan suara lembut. "Dia tidak ingin bertemu dengan Noah, setidaknya untuk sekarang." Sambung Margaretha membuat hati Noah merasa sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
BODYGUARD FOR VALENA ll ON GOING
Mystery / ThrillerSeorang pria asing yang tidak di ketahui identitas aslinya, dituduh oleh Valena sebagai bodyguardnya yang bersembunyi dihutan untuk melindunginya. Namun, pria itu menyangkal tuduhan tersebut dan terpaksa terlibat dalam konflik ini. Valena, anak dari...
