CHAPTER 36 ll PENYESALAN SELALU DATANG DI AKHIR

572 42 9
                                        

Guys tolong vote cerita ini, itu gratis kok. kalian jangan sekedar baca aja seenggaknya apresiasi sedikit, hal kecil yang kalian berikan seperti komentar, vote dll itu sangat berharga bagi para author.

Happy reading honey 💋

⚠️DI LARANG PLAGIARISME ⚠️

Guys biar feel-nya kerasa sedih, kalian putar video YouTube yang aku cantumkan di atas. Kalo semisalnya musiknya udah habis kalian bisa putar ulang oke.

ooOoo

Aberforth yang telah bangun dari koma merenung di balkon tepat di rumah sakit hanya ada kesunyian yang melanda hatinya, tatapannya benar-benar kosong hanya pikirannya yang berputar mengulang kembali masa-masa peperangan dengan anaknya yang mempertahankan cinta sejatinya.

Pagi ini. Aberforth seperti kehilangan segalanya, tidak ada orang terdekat di sisinya bahkan sang istri sekalipun, "aku merindukanmu ...," ujar Aberforth menatap langit seraya menahan air matanya agar tak jatuh.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari belakang, namun Aberforth tak menoleh sedikitpun ia tau siapa yang datang. "Tuan maaf mengganggumu," ujar bodyguardnya.

"Katakan." Singkat Aberforth yang enggan mendengar basa-basi.

"Ada yang ingin bertemu denganmu, dia sedang menunggu di luar." Ujar bodyguardnya.

"Suruh dia masuk." Bodyguard Aberforth mengangguk dan pergi dari sana untuk menemui seseorang itu, agar masuk kedalam karena dia telah mendapatkan izin.

Aberforth menghela napas panjang menunggu seseorang itu, siapa dia? Saat melamun Aberforth mendapati sebuah tangan yang berada di bahunya, pria itu menoleh. Terkejut melihat kehadiran Victoria dadanya terasa sesak, bibirnya gemetar tangan Aberforth mengelus lengan istrinya dengan lembut, air matanya seketika jatuh.

"Aku baru melihatmu menangis." Kata Victoria yang masih berdiri di belakang suaminya.

"Kau orang pertama yang membuatku menangis, Victoria." Isak tangis Aberforth mulai pecah, Victoria berjalan untuk menghadap dengan suaminya lalu berjongkok.

Suaminya tidak bisa berjalan untuk sesaat karena ulah anaknya, Victoria menatap Aberforth dengan sendu. Semua ini terjadi karena ulah mereka sendiri jika saat itu Aberforth tidak egois untuk menekan putranya untuk menikah mungkin tak akan terjadi seperti ini, dan jika dia tidak menjadikan Valena sebagai jaminan mungkin semua tidak seperti, namun itu hanya sebuah angan-angan saja.

"Kau mendapatkan karmanya?" Tanya Victoria seraya menahan air matanya, aberforth tersenyum getir lalu mengangguk kecil. Victoria tertawa kecil lalu memeluk suaminya, dengan erat bahkan tak ada celah di antara mereka Aberforth benar-benar menyesali perbuatannya.

"Apakah aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki hubungan ini?" Tanya Aberforth mengelus kepala istrinya, Victoria dengan senang hati mengangguk pelan.

"Kau harus menebus kesalahanmu di jeruji besi, dan kau harus bertanggung jawab." Isak Victoria tersedu-sedu.

Aberforth semakin mengeratkan pelukannya, "shht ..., Aku akan mengorbankan semuanya, aku tau kau sudah kesulitan menghadapi semua ini sendiri." Sepertinya Aberforth mulai sadar atas tindakannya, ia menciptakan putranya seperti iblis tanpa belas kasih sedikitpun, pria malang itu kehilangan sosok peran ayah.

Victoria melepaskan pelukannya. "Kau akan pergi sekarang?"

Aberforth menggeleng, "biarkan demon yang menjebloskan ku ke dalam penjara, itu adalah haknya." Kata Aberforth tersenyum dan kembali memeluk istrinya untuk melepaskan kerinduannya.

BODYGUARD FOR VALENA ll ON GOING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang