Guys tolong vote cerita ini, itu gratis kok. kalian jangan sekedar baca aja seenggaknya apresiasi sedikit, hal kecil yang kalian berikan seperti komentar, vote dll itu sangat berharga bagi para author.
Happy reading honey 💋
⚠️DI LARANG PLAGIARISME ⚠️
ooOoo
Valena perlahan mengerjapkan kedua matanya, pandangannya masih kabur ia hanya merasakan kain yang basah menempel di dahinya. Ia kembali mengerjapkan matanya berkali-kali dan berusaha untuk bangun namun tubuhnya terasa remuk, "aww ...," lirih Valena memegangi perutnya.
Kedua matanya terbuka lebar ia tidak tau berada dimana, tapi dia terdapat di sebuah kamar begitu megah. Valena menelan Saliva-nya dengan susah payah menatap sekelilingnya sembari menyandarkan tubuhnya, wanita itu berhenti di satu titik dimana terdapat foto dirinya disini.
"Ini tidak benar! Aku harus pergi, pria itu benar-benar gila!" Ujar Valena menurunkan kedua kakinya namun tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki.
Pintu kamar terbuka menampilkan Noah yang membawa sebuah perlengkapan luka, saat berbalik badan ia mendapati Valena berdiri di hadapannya sembari menyodorkan sebuah pisau. "Valena aku mohon letakan itu!" Ujar Noah menaruh perlengkapan luka ke lantai sebelum berurusan dengan Valena.
"Valena aku mohon kembalikan pisau itu, kau akan terluka nanti."
"Aku tidak peduli. Maupun aku terluka oleh senjata tajam itu lebih baik, daripada aku harus terluka oleh mu, itu lebih menyakitkan," ujar Valena berjalan memutar.
Noah masih bersabar, berusaha untuk menenangkan Valena, "Valena aku mohon berikan pisau itu kepadaku." Bukannya menurut, Valena justru menyodorkan pisaunya ke arah lehernya hal itu membuat Noah melangkah maju, dan Valena menyabet lehernya sedikit.
Noah kembali mundur, "Valena aku mohon, jauhkan itu dari lehermu! Kau bisa mati nanti!" Tegas Noah sembari melihat leher wanita itu yang tersayat sedikit.
Valena tersenyum remeh, "aku tidak takut dengan kematian, justru aku lebih takut mati di tangan mu!" Valena kembali memperdalam tusukan namun hanya untuk menakut-nakuti Noah.
"Valena!" Ujar Noah mulai berlutut agar Valena tidak melakukan hal aneh di hadapannya.
Noah menundukkan kepalanya sedikit lama membuat Valena semakin berhati-hati kepadanya, setelah itu ia mengangkat kembali kepalanya dan menatap Valena dengan ketakutan, itu membuat Valena menautkan kedua alisnya. "Erick!?" Valena spontan menoleh ke belakang.
Saat itu juga, Noah berlari dan merampas pisau tersebut dari tangan Valena. Terjadilah perkelahian di antara mereka, Valena berusaha menahan pisaunya agar tak di rampas oleh Noah, sedangkan pria itu berusaha mengambilnya dan sangat berhati-hati agar tak melukai Valena. "Bajingan!" Sarkas Valena menatap tajam Noah.
Noah dan Valena saling menatap dengan mata penuh amarah, keduanya berebut pisau yang tergenggam erat di tangan mereka. Mereka bergulat, tubuh mereka bertautan, dan napas mereka terengah-engah. Tiba-tiba, pisau itu terarah ke perut Noah dan tanpa bisa dicegah lagi, pisau tersebut menancap ke dalam perut bagian kiri Noah.
Valena terkejut dan melepaskan genggamannya pada pisau itu, langkahnya mundur dengan mata terbelalak ketakutan. "Noah!" dia berteriak, tapi suaranya tertahan di tenggorokannya.
Noah merintih kesakitan, tubuhnya jatuh ke lantai. Dia menekan perutnya yang terluka dengan tangan, darah mulai mengalir di antara jari-jarinya. Valena berdiri diam, terkejut dan tak percaya apa yang baru saja terjadi. Dia tidak bisa bergerak, seolah-olah kakinya terpaku di tempat. Pandangan matanya terpaku pada Noah yang terbaring di lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
BODYGUARD FOR VALENA ll ON GOING
Mystery / ThrillerSeorang pria asing yang tidak di ketahui identitas aslinya, dituduh oleh Valena sebagai bodyguardnya yang bersembunyi dihutan untuk melindunginya. Namun, pria itu menyangkal tuduhan tersebut dan terpaksa terlibat dalam konflik ini. Valena, anak dari...
