[ Bromance ]
***
Prince Xiel Seraphine D'Lucifer, pemuda mungil berusia 22 tahun, tumbuh di tengah keluarga yang obsesif, penuh aturan, namun membungkus segalanya dengan dalih cinta dan perlindungan. Dengan tubuh rapuh, asma dan maag yang melekat, s...
cerpen [Bl] di bawah ga termasuk dalam alur 'Prince Xiel' yaaaaaaa🙆🏻♀️
ini cuma buat hiburan aja sihhh...
karena chap 23-nya 'Prince Xiel' belum selesai aku tulis... benar-benar belum kepikiran alurnya lohh... maaf kannn yaaa🙇🏻♀️
dan aku harap cerpen dibawah bisa buat kalian senang🤗
bacanya pelan-pelan aja yaaaa 3000 kata lebih loh ini👀
sooooo enjoyyyyy💐
— Kael & Kie —
Cahaya mentari pagi dengan malu-malu menyelinap melalui celah tirai hitam yang menjuntai, menyapu wajah mungil Kieran yang masih terlelap. Di ranjang king size yang terasa terlalu luas untuk dua orang, tubuh mungil Kieran sedang terbungkus dalam dekapan hangat Kael.
Kael memeluk Kieran dari belakang, dada bidangnya menempel sempurna pada punggung telanjang Kieran. Hidungnya sesekali menghirup rakus rambut coklat gelap dengan aroma manis stroberi yang berantakan di atas bantal. Tangan besar Kael merengkuh pinggang ramping itu dengan erat, jemarinya bergerak mengelus, menekan bahkan mencengkram lembut seolah ingin memastikan sosok yang berada dalam pelukannya itu benar-benar nyata.
Pelukan itu hangat dan intim. Setiap gerakan kecil Kieran dalam tidurnya akan di respon otomatis oleh elusan lembut arka entah itu di pinggang atau perutnya.
Kieran bergumam kecil, menggerakkan tubuhnya guna mencari rasa nyaman dan hangat, yang lebih. Bibir mungilnya cemberut, wajahnya menempel di lengan kekar arka.
"Stttt...stay. Don't move, Petite."
Suara berat Kael terdengar setengah sadar, serak, namun penuh kelembutan.
Momen itu sempurna.
Hingga —
Tring!
Tring!
Tring!
Notifikasi ponsel berdering nyaring, bertubi-tubi, berhasil mengusik ketenangan pagi sang dominan.
Kael mengernyit dalam tidurnya. Ia paling sensitif pada suara berisik. Perlahan matanya terbuka, menyapu sekitar dengan pandangan malas, lalu berhenti pada ponsel Kieran yang terus bergetar di nakas.
Dengan gerakan malas, ia meraih ponsel itu. Satu swipe, layar menyala. Seketika rahangnya mengeras dengan tatapan yang kian menajam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pesan demi pesan memenuhi layar.
Kael scroll lebih jauh. Setiap baris pesan berhasil membangkitkan amarah nya.