20. ࿔prince xiel࿔

9.5K 553 40
                                        

𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆

Xiel duduk dengan tenang di kursi bayi khusus di dalam mobil hitam keluarga D'arcy. Tubuh mungilnya terbungkus onesie putih lembut dengan motif singa kecil, popok tebal di bawahnya terasa empuk. Roger duduk di samping, mengusap lembut rambutnya, sementara Gerald membaca buku dengan santai.

Xiel menoleh pelan, mata bulat itu berbinar. "Xiel... pulang? Ke Daddy?" Suaranya kecil, penuh harap.

"Ya, bayi," jawab Gerald sambil mengusap pipinya. "Tapi kau pulang bukan sebagai pria dewasa, seperti yang kau inginkan. Tetapi, kau pulang sebagai bayi yang manis. Dan semua orang akan sangat senang melihatnya."

Wajah Xiel memerah, tubuh mungilnya meringkuk. Ia merasa senang – karena kata "semua orang senang".

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Gerbang hitam menjulang milik  keluarga D'lucifer terbuka pelan. Mobil hitam klasik dengan logo keluarga D'arcy berhenti tepat di depan anak tangga marmer hitam berkilau. Roger turun lebih dulu, lalu Gerald, dan terakhir Silas yang menggendong tubuh mungil Xiel.

Mereka menatap lekat tubuh mungil yang selama satu bulan tidak mereka sentuh. Dan ternyata Bayi mereka semakin menawan dengan balutan onesie, pipi bulat yang merona, dan mulut kecil yang tersumpal botol susu.

Xiel terlihat begitu tenang bersandar di bahu lebar Silas. Kaki mungil itu bergerak pelan dengan suara lembut tubrukan rantai tipis yang masih terpasang apik di pergelangan kaki yang terbalut kaos kaki coklat.

"The reset is done. Xiel is now ready to be returned. ( Reset berhasil. Dan Prince siap di pulangkan. )." ujar Silas dengan senyum tipis, suaranya datar, tenang, namun terselip nada puas.

Menyerahkan Xiel kepada Xavier yang sudah menunggu di teras megah dengan tatapan dingin nan tajam.

Xavier menyambut tubuh kecil itu dengan tatapan yang sedikit melunak. "Ya. kau memang tak pernah mengecewakan, dalam menjinakkan bayi singa ini."

"Daddy..." suara itu pelan, nyaris tak terdengar.

Xavier menutup matanya sesaat, meresapi suara yang telah lama tak terdengar. Lalu mengecup pucuk rambut coklat Xiel. "Ya. Daddy di sini, bayi."

Xiel mendongak, melihat Daddy-nya, senyum manis seketika mekar. "Xiel pulang..."

Tidak ada air mata. Tidak ada tangisan tak terima. Hanya ada kalimat polos, manis dengan suara bayi yang mendayu lembut. Dan itu cukup membuat semua anggota keluarga D'lucifer yang menunggu saling bertukar pandang penuh kepuasan.

Opa Kendrick menatap Xiel dengan lekat, senyum puas terbit. "Bagus. Prince telah kembali pada wujud yang seharusnya, aku sangat puas."

Aurora menambah lirih. "Hmm, dan itu memudahkan kita untuk menggenggamnya. Lebih erat."

Perkataan itu sukses membuat mereka menyeringai penuh rencana.

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Namun, yang membuat semua orang terkejut adalah perubahan Xiel.

Yap ini memang bukan reset yang pertama kali, tetapi sudah ratusan kali.

Dan yang membuat terkejut adalah, jika dulu Xiel  mengelak, menolak, dan meraung tak terima. Maka kini – ia bahkan tidak ingin di lepaskan barang sedetik pun. Dan satu lagi ia begitu lengket pada Xavier dan Luciano.

Ketika Xavier mencoba menurunkan Xiel agar duduk sendiri, Xiel langsung menggeleng, menggenggam kerah baju sang Daddy erat-erat. "Xiel ga mau turun..." bisiknya manja.

Xavier mengangguk tipis. "Baiklah, tetaplah di sini."

Xavier mendudukkan dirinya, dengan Xiel yang tetap di pangkuannya, lalu dengan tenang membuka ponsel dan mengecek email.

Luciano memperhatikan dengan lekat, lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Prince benar-benar tidak bisa lepas."

"Biarkan," jawab Xavier dingin. "Beginilah seharusnya."

Mata bulat itu memandang sayu ke arah Lionel. "Xiel ngantuk. Mau tidur sama Mamas..."

Lionel yang sedang fokus pada laptopnya segera mengalihkan pandangannya, lalu mengangguk pelan. "Baiklah, kemari."

Tapi Xiel langsung menggeleng, tangannya terangkat lemah. "Nooo, Xiel nggak mau... capek ... mau gendong aja."

Lionel menghela nafas panjang, tapi akhirnya mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah, mendudukkannya di paha kokoh miliknya. "Benar-benar bayi." gumamnya lirih, meski bibirnya melengkung puas.

Tubuh mungil itu meringkuk dalam dekapan hangat Lionel.

"Prince bahkan tidak bisa berjalan sendiri lagi." gumam Darren dingin, tapi di matanya terdapat sorot puas.

"Bukan tidak bisa," sahur Cassius dengan senyum tajam. "Tapi tidak mau. Dan itu lebih indah. Dia memilih menjadi bayi kita."

Oma Aurora menatap Xiel yang tertidur dengan senyum lembut. "Dia sempurna. Lihatlah... betapa damainya wajah itu."

Opa Kendrick mengangguk puas. "Damai, karena akhirnya ia tahu tempatnya. Bukan di dunia luar dan menjadi pria dewasa. Tapi disini menjadi bayi dan berada dalam genggaman kita. Selamanya."

Dan seluruh anggota keluarga D'lucifer menatap tubuh mungil itu dengan pandangan dingin, penuh obsesi. Bagi mereka, reset itu bukan sekedar berhasil. Itu adalah kemenangan mutlak.

Prince Xie Seraphina D'lucifer, bayi singa mereka, kini benar-benar kembali – dan tidak akan pernah lagi berfikir untuk melanggar aturan = menjadi pria dewasa.

Selamanya, ia adalah BAYI, milik mereka.

☘︎☘︎☘︎
TBC..

garing ga?
huhuhuuu takut kalian geli atau ga suka😣

aku revisi bab ini pas lagi ( 💔 )
jadi maaf yaaa kalau feel nya kurang🙏🏻

aku bingung nihhh...
apa aku tetap jadi dinding atau
jadi air mendidih yang meluap-luap???

Bye bye💐💐








Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang