19. ࿔prince xiel࿔

8.9K 481 19
                                        

𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆

Selepas dengan rutinitas pagi hari yang memalukan, bagi Xiel. Kini tubuh mungil itu tengah meringkuk di kursi bayi besar dengan botol susu yang masih menempel di bibir mungilnya.

Mata bulat itu terlihat begitu serius menonton tayangan kartun. Yang entah kenapa terasa aneh.

Kartun itu menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang begitu di manjakan oleh keluarganya. Banyak anak-anak lain yang merasa iri melihat hal tersebut, melihat bagaimana anak laki-laki itu di manjakan, di perhatikan dan di jaga bagaikan berlian langkah. Tetapi, entah mengapa anak laki-laki itu malah merasa iri dengan anak-anak lain. Yang bebas melakukan apapun sesuka hati, bukan seperti dirinya yang selalu di larang melakukan apapun. Akibat rasa iri itu, anak laki-laki tersebut bertindak impulsif. Ia memberontak demi kebebasan, anak laki-laki itu berubah menjadi liar. Sampai akhirnya keluarga muak dengan semua tingkah laku anak laki-laki itu, mereka memutuskan untuk melepaskannya. Pada awalnya kehidupannya terasa menyenangkan tetapi, lama kelamaan tubuh ringkih anak laki-laki itu tak bisa bertahan di dunia yang begitu keras, ingin kembali pun keluarganya tak lagi menerima, dan pada akhirnya ia menghabiskan sisa hidup dalam penyesalan dan penderitaan.

Kening Xiel berkerut, alisnya menukik. A-apa benar seperti itu. Batinnya bertanya.

Mata bulat itu berkaca-kaca, Xiel mengigit bibirnya gugup.

Gerald yang duduk di samping Xiel, segera mengulurkan tangannya dan mengelus punggung Xiel dengan lembut. "Bayi, tidak perlu berfikir terlalu keras. Kau hanya perlu tersenyum, bermain, makan, minum susu, dan tidur dengan tenang."

Roger menambahkan dengan nada lembut tapi menusuk. "Lihat, kasian sekali bukan. Menjadi pria dewasa itu tidak menyenangkan. Kau hanya akan terluka. Apalagi dengan tubuh ringkih mau ini. Kau hanya perlu menjadi bayi agar tetap aman hm."

Mata Xiel berkaca, tubuh mungilnya bergetar. "Tapi... Gege, Roger dan lainnya baik-baik saja... kenapa Xiel tidak boleh... Xiel juga ingin seperti mereka..."

Silas beranjak mendekat, menatap tepat pada mata Xiel. "Tidak, Prince. Kau berbeda. Tubuhmu terlalu ringkih dan rapuh untuk dunia luar yang begitu kejam dan keras. Kau lahir untuk di cintai dan di jaga, bukan untuk berjuang maupun menjaga. Menjadi dewasa itu tidak enak, Prince. Kau harus siap berkorban, dan itu sangat tidak cocok untukmu. Percayalah, Prince. Kau memang di takdirkan untuk tetap menjadi bayi."

Xiel linglung. Kata-kata itu menancap dalam di kepalanya. Tanpa tau bahwa itu adalah sugesti manipulatif yang terus diperdengarkan berulang-ulang, sampai perlahan ia percaya bahwa ia memang tidak cocok menjadi pria dewasa...

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Detik, menit, jam, hari, minggu, telah berlalu dan tak terasa Xiel telah menetap di mansion D'arcy selama kurang lebih satu bulan.

Selama berada di dalam mansion D'arcy Xiel semakin meragukan identitas dirinya sendiri.

Bagaimana tidak...

Selama berada di mansion D'arcy Xiel tak di izinkan berjalan sendiri. Ia tak di biarkan makan menggunakan tangannya sendiri. Onesie lembut dengan berbagai motif setiap hari. Popok selalu dipakaikan, bahkan di siang hari sekalipun, dengan alasan "kau tidak bisa dipercaya. Dan bayi memang membutuhkannya. Jika ia menangis, susu didalam botol langsung disodorkan ke mulutnya. Dan jika ia protes atau memberontak, ia akan digendong dan di tenangkan dengan penuh kelembutan – namun lengannya di pasangkan sebuah rantai lembut agar tidak bisa melawan.

Seperti sore ini. Ketika Xiel mencoba menurunkan kakinya yang terbalut kaos kaki dan sendal karakter, Gerald menahannya dengan tatapan dingin. "Mau ke mana, bayi singa? Kaki kecil ini tidak di perbolehkan untuk berjalan."

Xiel menoleh dengan bingung. "Tidak boleh? Tapi Xiel sudah besar."

Roger merespon cepat, menarik tubuh kecil di ke dalam pelukannya dan menepuk punggung sempit itu dengan lembut. "Shhhh... dengar, bayi. Kau memang tidak di perbolehkan menggunakan kaki kecil untuk berjalan apalagi keluar dari rumah, tempat mu di sini. Dan umur hanyalah angkat, yang menentukan adalah perilakumu yang sebenarnya. Kau mengompol sembarangan tanpa popok, menangis karena bubur, masih menggunakan botol susu... apa kah itu menunjukkan perilaku pria berusia dua puluh dua tahun? Tidak, Prince. Itu bayi."

Dan ya, Xiel terdiam, hatinya goyah sepenuhnya.

"Bayi. Xiel adalah bayi. Benar." gumam Xiel tanpa sadar senyum lebar terpatri di bibir mungilnya.

Papi Silas, Gerald, dan Roger menyeringai puas. Mereka berhasil.

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Setelah pengakuan itu keluar. Xiel benar-benar berubah, yang tadinya masih berusaha mengelak, kini sepenuhnya menerima.

Semua itu karena manipulasi halus yang dilakukan keluarga D'arcy setiap hari. Mereka menanamkan kalimat-kalimat pengikat yang bagaikan mantra.

Dan Xiel sebagai korban, hanya mampu menerima.

Papi Silas menatap Xiel dengan lekat, ketika Xiel tertidur di pelukan Gerald dengan dor yang menyumpal mulutnya. "Beginilah seharusnya. Prince bukan seorang pria dewasa, bukan pewaris, maupun petarung. Prince hanyalah bayi singa milik kita. Dan akan selalu begitu, selamanya.

Gerald mengangguk, menepuk lembut perut kecil yang tertutup popok. "Ya, Prince tidak punya hak untuk menolak. Karena ini memang takdirnya. Takdirnya karena memilih lahir di tengah-tengah kita.

Xiel menggeliat dalam tidurnya, mengisap DOT dengan tenang. Tanpa sadar bahwa seluruh angan-angan tentang pria dewasa di masa depannya telah di curi...

☘︎☘︎☘︎
TBC..

—sedikit penjelasan....

Sugesti manipulasi di cerita ini tuh kayak gaslighting versi soft, tapi dibungkus manis pake kasih sayang. Jadi Xiel nggak nyadar kalo sebenernya dia lagi di-“prank” hidupnya.

Efeknya parah: identitas aslinya ke-reset. Dia nggak punya kesempatan buat grow up, kebebasannya di-cut off, dan lama-lama dia beneran percaya kalo hidupnya cuma buat jadi “bayi selamanya”.

Gaslighting = bikin orang lain ragu pada dirinya sendiri, sampai akhirnya percaya pada versi cerita yang diciptakan si pelaku.

maafkan kalau penjelasannya ada yang salah...
soalnya nemu di google hehehe😅

***

jadi ga heran deh kalau Xiel ga perna bisa
“DEWASA”
karena setiap dia berulah dikit pasti langsung
di reset lagi...
kasian sihhh tapi dari awal aku udah
buat konsep kaya gini😌

Bye bye💐💐




Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang