Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Fadil
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***********************
“Wah keren banget pak Arief.”
“Iya, udah mah masih muda, tapi udah banyak prestasinya.”
“Mana ganteng juga, pasti pacarnya juga cantik.”
Aku hanya bisa tersenyum canggung saat pujian demi pujian itu meluncur untuk menyanjung prestasiku.
Semua kata berlebihan yang kurasa sudah sangat biasa untuk kudengar.
Karena memang aku adalah orang yang tidak mau kalah, aku sudah banyak menorehkan berbagai prestasi sejak kecil.
Jadi aku sudah tak heran lagi mendengar semua pujian itu.
Tapi tetap ada yang salah dimana mereka mengatakan pasti pacarku cantik. Pada kenyataannya aku adalah 100% gay.
Aku menyukai sesama pria, namun bukan berarti aku akan memacari setiap manusia berbatang yang ada.
Karena orang sesempurna diriku, juga harus mendapatkan pasangan yang sempurna.
Jadi kesibukanku adalah menggulirkan jariku ke aplikasi kencan sejenis itu, dan melihat tipe-tipe pria yang ada.
Namun sebanyak apapun aku mencari, tetap tidak ada seseorang yang sempurna yang dapat ku temui.
Seperti sore ini, seperti biasa aku akan duduk sendirian di ruanganku menggeser-geser layar yang menampilkan beberapa foto pria.
“Ah yang ini mah kegendutan. 20%”
“Yang ini berkumis, gak suka! 40%”
Hah, apa memang tidak ada pria sempurna untuk diriku yang sempurna ini?
Kegiatan ku sehari-hari adalah sebagai guru seni budaya di sebuah smp swasta yang terkenal di kota ini.
Smp ini terkenal selain karena sudah banyak menelurkan orang-orang hebat, tapi juga terkenal karena memang hanya siswa elit lah yang bisa masuk disini.