14. ࿔prince xiel࿔

10.1K 574 20
                                        

𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆


Dengan wajah di tekuk Xiel berjalan mendekat ke arah Ayah—Luciano, tangan mungil itu terulur. "Ayah, pinjam ponsel." cicit Xiel.

Luciano menarik lembut tangan Xiel, dan mengangkat tubuh mungil itu ke pangkuannya. "Kiss, ayah."

Cupp

Dengan kilat Xiel mengecup rahang tegas Luciano lalu mengambil ponsel yang berada di atas meja.

Setelah berhasil mendapatkan apa yang dirinya inginkan, Xiel menatap keluarganya dengan sinis. Lalu berjalan ke sudut ruangan.

Sedangkan keluarga D'lucifer hanya memperhatikan gerak-gerik Xiel dari tempat mereka masing-masing, menunggu apa yang akan di lakukan oleh bayi singa yang sedang merajuk itu.

Sedangkan di sisi Xiel, tangan mungil itu terlihat sibuk menggulir layar dan mata bulat itu terlihat begitu serius mencari nomor seseorang, begitu ia mendapatkan apa yang di cari matanya seketika berbinar cerah.

Dan tanpa ragu ia segera mendial nomor tersebut.

Dokter Gray

Benar. Bayi singa itu sedang menelfon Dokter pribadi keluarganya, untuk menanyakan hal yang teramat penting.

"Hallo, ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Dokter Gray.

Spontan kepala Xiel mengangguk, walaupun orang di seberang tak dapat melihatnya. "Ini Xiel.  Paman dokter, Xiel mau nanya boleh?"

"Tentu, tuan kecil." jawab Dokter Gray, dengan nada heran. Tumben sekali tuan kecil D'lucifer ini mau menghubunginya, karena yaa seperti yang di ketahui Xiel begitu anti terhadap Dokter.

Xiel mengetuk dagunya pelan, memikirkan pertanyaan yang tepat tentang permasalahannya. "Jadi gini loh paman. Xiel, kan lagi ngambek. Terus rencananya Xiel pengen mogok makan sampai Xiel di izinin buat ikut ke sekolahan Vie sama Avey. Nah, kalau makan bubur bayi sama minum susu aja nggak bakal buat maag Xiel ikut ngambek kan paman Dokter? Soalnya Xiel nggak mau sakit lagi, rasanya ga enak." jelasnya dengan suara yang cukup keras.

Penjelasan panjang lebar itu mampu membuat Dokter Gray terkekeh lucu. Bahkan, D'lucifer  yang berada di ruang keluarga pun ikut terkekeh. Membuat Xiel segera berbalik dan menatap mereka garang.

"Boleh. Yang penting ketika makan malam nanti tuan kecil harus tetap memakan makanan berat, agar maag tuan kecil tidak ikut marah." jelas Dokter Gray.

Mata Xiel berbinar mendengar penjelasan Dokter Gray. "Terimakasih, paman. Muahhh papayy."

Kekehan Dokter Gray terdengar ketika mendengar kiss bye ala Xiel terdengar. Berbeda dengan D'lucifer yang seketika mendengus keras.

Lalu Xiel segera mematikan sambungan telfon tersebut. Lalu kembali berjalan menuju keluarga, begitu sampai ia meletakkan ponsel di tempat semula dan menatap mereka semua dengan angkuh. "Dengar. Xiel lanjut marah ya." seru Xiel.

D'lucifer hanya mengangguk santai, lalu sibuk dengan urusan masing-masing seperti tak terjadi apa-apa. Melihat respon keluarganya tak sesuai seperti keinginannya, membuat Xiel semakin kesal.

Kedua alis Xiel menukik marah, dengan kesal Xiel berbalik pergi menuju kamarnya. Biarkan saja nanti maag-nya ikut marah, pokoknya Xiel tidak mau makan sampai mereka memberinya izin untuk ikut bersama dengan Vincent dan Harvey.

Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang