𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔
tapi bacanya pelan pelan aja yaaaaaa🤗🤗
aku pengen kalian meresapi kenikmatan ayam geprek di chapt ini okeeeee🍗🔨
⋆⋆⋆
Lorong megah itu dipenuhi keheningan yang menggigit. Langkah berat Xavier menggema pelan, membelah udara dingin. Di pelukannya, Bayi singa D’Lucifer meringkuk dalam posisi gendongan koala—tangan dan kaki mungil melingkar erat, wajah tertanam di bahu Daddynya. Mata itu basah, pipi merah, dan sesekali suara isak kecil lolos.
Dari belakang, keluarga D’Lucifer mengikuti tanpa suara. Biasanya mata mereka menyimpan sinar ancaman, tapi malam itu, hanya kekhawatiran dan murka tertahan. Lionel di depan, rahangnya mengeras. Xanara tak berkomentar, bibirnya tertarik kaku.
Xavier memasuki kamar baby blue—yang dipenuhi boneka singa dan lampu bintang. Ia naik dan duduk bersandar di headboard dengan Xiel yang berada di pangkuan nya, mengusap punggung Xiel dengan lembut.
"Kau anak Daddy yang paling manis… tak perlu jadi siapa-siapa, cukup tetap menjadi Bayi singa kami." bisiknya, mencium rambut lembut itu.
Xiel mengangguk pelan, tapi tubuh mungilnya masih gemetar. Tadi, ia mengamuk, menjerit, dan berteriak bahwa ia ingin seperti yang lain—kuat, pintar, gagah, dan sempurna.
"Xiel payah..." gumamnya di antara isakan.
"Tidak, Prince. Kamu sempurna untuk Daddy."
Bukannya tenang tangisan Xiel malah semakin keras. Ternyata selama ini ketakutannya tak berarti, otaknya terlalu sering memikirkan kemungkinan buruk tentang keluarganya yang bahkan ternyata tetap menyayangi walaupun ia berbeda.
Tangan besar Xavier mengusap lembut air mata yang mengalir deras di pipi Xiel. "Apa Bayi ini masih ingin menangis?"
"Hiksss... Ma-masih. five minute yaa Daddy." dengan sesenggukan Xiel menjawab pertanyaan sang Daddy dengan mengangkat kelima jari kecilnya.
Xavier terkekeh kecil. "Baik lima menit tak boleh lebih dari itu. Apa Bayi mengerti."
"Hmmm."
Setelah bergumam pelan Xiel melanjutkan tangisnya walaupun tak sekeras tadi.
Lima menit telah berlalu dan dengan perlahan isakan Xiel mereda, mata bulat itu terlihat sayu bahkan hampir tertutup tetapi lagi lagi otak kecilnya tanpa sengaja memikirkan tentang "anak haram itu apa?". Dan rasa penasaran itu semakin besar ketika ia bertanya kepada Lionel, yang ia dapatkan bukanlah jawaban tetapi kebungkaman sang Mamas.
Berbeda dengan pikiran Xiel yang mulai berisik lagi. Xavier dan lainnya mengartikan bahwa mata sayu sang bayi adalah pertanda bahwa ia mengantuk, maka Anne pun mendekat dan menyerahkan botol berisi susu strawberry favorit sang anak.
Tetapi ketika Xavier menyerah botol itu untuk pertama kalinya Xiel menolak. Bingung, itulah yang mereka rasakan tumben sekali Bayi singa itu menolak susunya.
"Ada apa hmm?" Tanya Xavier.
Xiel mendongak menatap lekat wajah sang Daddy. "Xiel okey Daddy. Xiel hanya belum ingin meminum susu." Jawab Xiel.
Dan tentu saja Xavier tak puas dengan jawaban Xiel, itu semua di perkuat dengan tatapan ragu Xiel. Hahh apa lagi yang otak kecil itu coba pikirkan. "Ada apa hmmm, katakan pada Daddy."
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince xiel'
Short Story[ Bromance ] *** Prince Xiel Seraphine D'Lucifer, pemuda mungil berusia 22 tahun, tumbuh di tengah keluarga yang obsesif, penuh aturan, namun membungkus segalanya dengan dalih cinta dan perlindungan. Dengan tubuh rapuh, asma dan maag yang melekat, s...
