8. ࿔prince xiel࿔

12.3K 649 25
                                        


𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆

Pagi yang seharusnya sederhana berubah jadi ritual. Di rumah lain, anak bangun, lalu sarapan.
Di rumah ini?

Pagi hari dimulai  dengan rapat diskusi.
Tentang penggelapan senjata di perbatasan timur.
Eksekusi hama dan...
Seseorang bernama Boris yang gagal dalam misi jaga gudang.

Tetapi semuanya harus di hentikan karena...

Xiel bangun, dan seluruh sistem mansion menyesuaikan diri.

Ruang makan utama dipenuhi aroma telur rebus, susu hangat, dan... kehati-hatian.

Xiel duduk di ujung meja — mengenakan piyama bergambar singa, rambutnya masih berantakan seperti awan hujan kecil dan jangan lupakan botol DOT singa kesayangan nya. Di depannya ada mangkuk oatmeal berbentuk hati, roti panggang potong bintang, dan air lemon yang katanya baik untuk pencernaan — saran dari Theo yang berlagak jadi dokter profesional.

Tapi wajah Xiel?
Cemberut.

"Mau pancake." gumamnya.

"Pancake tidak ada dalam daftar hari ini," kata Kenzo, membuka map menu buatan sendiri. "Jadwal bayi hari adalah: oatmeal, susu, vitamin, lalu main."

"Xiel mau pancake."

"Negosiasi diterima," gumam Darren sambil meletakkan serbet ke pangkuan Xiel. "Apa barter yang ingin bayi berikan?"

"Mmmm... peluk Xiel semua gantian, sama Xiel kasi kiss sedikit."

"Pelukan dengan satuan penuh atau setengah waktu?" tanya Harvey sambil mencatat di tablet.

"Penuh. Kayak pelukan waktu nonton film sedih."

Hening.

Lalu Cassius mengangguk.

"Deal."

Sepuluh menit kemudian, pancake dengan aroma menggugah selera telah jadi di lengkapi dengan susu strawberry tentu saja.

"Pancake ini," kata Lionel sambil menaruh hasilnya di piring. "dibuat dari cinta, dendam, dan lima jenis tepung organik."

"Cinta dan dendam?" Ulang Xiel.

"Mood kami hari ini." jawab Theo

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Setelah sarapan, Xiel menyeret seluruh keluarga ke ruang tengah. Ia membuka kotak mainan medis: stetoskop plastik, suntikan palsu, termometer mainan, dan segunung plester warna pastel.

"Ayo main dokter-dokteran!" Serunya.

"Siapa yang sakit?" Tanya Daddy — Xavier — yang duduk di sofa sambil membaca koran, meski tak pernah dibalik satu halamannya pun.

"Vincent," jawab Xiel tegas. "Kerena Vie suka ngejek Xiel kecil padahal kan Xiel ini Kakak lohh."

Vincent menghela napas.

"Diagnosis?"

"Penyakit mulut jahat." kata Xiel sambil menempel plester ke jidat Vincent.

Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang