9. ࿔prince xiel࿔

12.1K 678 23
                                        


𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆

Waktu terus berjalan tanpa terasa. Dua minggu telah berlalu setelah kejadian DOT.

Selama dua minggu itu, Xiel menghabiskan hari-harinya dengan mengikuti salah satu anggota keluarganya, bergantian. Kadang ia ikut ke perusahaan bersama Opa Kendrick, Daddy Xavier, Ayah Luciano. Di waktu lain, ia menemani Oma Aurora, Mommy Anne, Bunda Amora ke butik keluarga. Tapi kebanyakan waktunya dihabiskan di dalam kamar-kamar besar dengan dinding baby blue, yang penuh dengan boneka dan barang-barang mewah, namun tetap terasa kosong.

Kadang kala, Xiel sangat ingin ikut dengan para saudaranya. Namun, setiap kali ia mengajukan diri, jawabannya selalu sama: "Tidak, Xiel. Ini terlalu berisiko untukmu."

"Karena aku lemah, ya?" gumamnya pelan saat itu.

Perasaan menjadi beban mulai menjadi penghuni tetap di sudut hatinya. Ia tidak pernah mengundangnya masuk, tetapi perasaan itu menyelinap, tumbuh, dan menetap.

Apa yang bisa ia lakukan dengan tubuh sekecil ini? Bahkan sendal singa kesayangannya pun nyaris tidak membuatnya terlihat garang. Ia hanya bisa diam, bergantung, dan terus berharap orang-orang di sekitarnya tidak akan bosan dengan dirinya. Ia takut. Takut kalau suatu hari nanti, satu per satu dari mereka akan berhenti peduli. Takut jika akhirnya ia dibuang.

Seperti hari ini.

Xiel lagi-lagi harus menghabiskan waktu di dalam kamar. Tak ada yang bisa ia lakukan. Ia hanya berjalan pelan ke sana ke mari dengan sendalnya yang mengeluarkan suara lembut, seperti suara binatang tidur.

Jam dinding di atas tempat tidur besar menunjukkan pukul lima sore. Tidak satu pun dari anggota keluarga D'Lucifer telah kembali. Tidak biasanya seperti ini. Biasanya paling lambat Vincent atau Harvey sudah pulang lebih dulu.

Perasaannya mulai gelisah.

"Apakah mereka semua baik-baik saja di luar sana?" tanyanya dalam hati, menatap kosong ke arah jendela.

Pikiran-pikiran buruk mulai menari di benaknya.

𖦹𖦹𓇼𖦹𖦹

Seperti malam malam sebelumnya seluruh anggota keluarga D'lucifer berkumpul di ruang keluarga tetapi jika biasanya suasana terasa hangat kali ini terasa berbeda mereka semua menatap Xiel dengan serius.

Karena urusan bisnis keluarga D'Lucifer dan Syndicate Luciferia yang kian membesar, akhirnya diputuskan bahwa seorang pengasuh akan dipekerjakan khusus untuk Xiel.

"Kami melakukan ini demi kebaikan mu, prince." ucap Mommy Anne dengan nada tenang namun tegas.

Mereka tidak bertanya pada Xiel. Tidak satu pun dari mereka menanyakan apakah Xiel menginginkannya. Mereka hanya memutuskan, seperti biasa.

Pengasuh itu datang hari berikutnya. Seorang wanita paruh baya bernama Clara. Wajahnya tenang dan ramah, tetapi bagi Xiel, ia adalah orang asing.

Xiel tidak suka orang asing.

Namun Xiel tidak marah. Ia hanya diam, mengangguk kecil, dan menyambut Clara dengan senyum tipis yang dipaksakan.

Malam itu, untuk pertama kalinya, Xiel tidur tanpa susu stroberinya, tanpa dongeng dari saudara nya, dan tanpa pelukan Daddy. Ia memeluk boneka singanya erat-erat.

Tak ada suara. Tak ada ciuman di dahi. Tak ada dekapan hangat.

Kesunyian yang dulu terasa biasa kini menghantam keras. Ia menangis pelan, takut suara tangisnya terdengar hingga Clara.

Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang