Sweet Enemy Novel Edition Part 11 , Part 12

Start from the beginning

Jason mengernyitkan kening ketika mendengar semua informasi itu, “Anda harus menyergap ke dalam rumah itu, saya yakin Keyna ada di sana.”

Petugas polisi itu menatap Jason dengan pandangan ragu, dia tentu saja tidak mau menyerbu dengan gegabah dan pada akhirnya menyerang orang yang tidak bersalah,  “Bagaimana anda bisa yakin?” tanyanya.

    Jason tersenyum sinis ketika membayangkan ibunya, “Ibuku bukanlah orang yang mau tinggal di sebuah rumah sederhana, dengan hanya satu dua pelayan.” meskipun lama tidak bertemu ibunya, Jason cukup yakin watak lama ibunya tidak akan berubah, sebenarnya dia merencanakan pembalasan, dia pernah mengirim detektif swasta untuk melacak ibunya. Dan detektif itu melaporkan bahwa ibunya terdampar di Las Vegas, hidup berfoya-foya meskipun hampir bangkrut. Setelah itu Jason kehilangan jejak ibunya. Ternyata ibunya sudah ada di negara ini. “Kalau dia tinggal di rumah sederhana seperti itu, hanya ada satu kemungkinan, dia sedang bangkrut dan kalau dia bangkrut dia akan memikirkan segala cara untuk mendapatkan uang, Keyna adalah jalan termudah baginya.” dengan tak sabar Jason bangkit dari kursinya, “Aku akan mengunjungi rumah itu kalau kalian tidak segera melakukannya.”

“Aku ikut.” Davin segera berdiri darikursinya. Cemburu?

Petugas polisi itu menatap kedua lelaki di depannya berganti-ganti lalu menghela napas, “Saya akan mengatur strategi dulu dengan team kami untuk berjaga-jaga. Kalau memang nona Keyna diculik dan disekap di sana, ada kemungkinan kalau penculik itu bersenjata. Dan anda berdua boleh ikut ke sana kalau anda berdua berjanji akan tinggal di dalam mobil demi keselamatan kalian.”

♠♠♠

“Kau harus makan. Kalau kau mati kami tidak akan mendapatkan uang.” Felish meletakkan mangkok makanan itu dengan kasar di meja dekat ranjang, lalu melirik tangan Keynayang tidak diborgol, “Makanlah.”

Keyna memajukan dagunya keras kepala, “Tidak.” Dia tidak mau menerima makanan dari para penjahat ini, siapa yang tahu kalau makanannya mungkin sudah diracun atau yang lain? Kemarin saja dia dibius untuk dibawa kemari, siapa yang tahu apa yang akan dilakukan perempuan itu kepadanya? Lagipula Keyna harus tetap waspada, dia merinding memikirkan lelaki berwajah mesum yang meraba-raba kakinya kemarin.

Felish menatap Keyna dengan marah, “Huh, dasar kau menyusahkan!” dengan marah dia membanting pintu kamar itu dan meninggalkan Keyna sendirian di dalam.

Tak lama kemudian Keyna mendengar suara gaduh yang membuatnya bingung, suara itu seperti barang beradu dan juga teriakan-teriakan yang bercampur aduk. Jantung Keyna berdegup kencang.

Ada apa di luar?

Lalu kenop pintunya diputar. Keyna memandang pintu itu dengan waspada, melirik ketakutan ke arah pergelangan tangannya yang diborgol. Dia tidak akan bisa melarikan diri ke mana-mana…

Lalu pintu terbuka dan seorang lelaki berpakaian polisi masuk, membuat Keyna lega luar biasa.

“Nona Keyna?”

Keyna langsung mengangguk dengan bersemangat, hampir saja dia berdiri dan hendak menubruk polisi itu saking leganya, tetapi kemudian mengaduh ketika pergelangan tanggannya tertahan oleh borgolnya.

Polisi itu mengerutkan keningnya ketika melihat tangan Keyna diborgol, dia lalu membungkuk di sana dan mencoba membuka borgol itu dengan sebuah kawat kecil yang tersimpan di sakunya.

“Keadaan sudah terkendali, para penculik sudah berhasil diringkus, anda sudah aman.” Polisi itu sudah berhasil melepaskan borgol Keyna, “Anda bisa berjalan sendiri?”

Keyna mengangguk, lalu dengan sempoyongan, dibantu oleh polisi itu mereka berjalan menuju ke bagian depan rumah.

Bagian depan itu sudah ramai, dengan beberapa mobil polisi di sana. Lelaki berwajah mesum itu, Felish dan Charles sudah ditangkap dan diletakkan di belakang mobil polisi. Sementara perempuan cantik bernama Sophia itu masih berdiri diborgol di dekat mobil polisi, sedang dimintai keterangan. Keyna menatap mereka semua dengan ketakutan, tetapi para penculik itu tampaknya sudah tidak bisa melukainya lagi.

Sweet Enemy - Grey Morning [ colorful of love ] NOVEL EDITIONRead this story for FREE!