Di dalam ruangan putih itu, satu-satunya suara yang terdengar hanyalah bunyi alat medis yang terus bekerja. Kabel-kabel mengular dari tubuh Shin Seoltang yang terbaring tanpa gerak di atas ranjang. Han Juhyeok memerintahkan orang-orangnya untuk meletakkan bunga segar dalam vas, agar ruangan itu terlihat sedikit lebih hidup. Setidaknya agar dirinya tidak tenggelam dalam kelabu yang pekat.
Namun... ternyata, semua itu tak membantu sedikit pun. Segala sesuatu di sekelilingnya terasa riuh dan kacau, tapi orang yang menjadi pusat dari segalanya justru terdiam dalam keheningan. Pandangan Han Juhyeok tertuju lekat-lekat pada tubuh di atas ranjang, lalu sesekali melirik layar yang menampilkan detak jantung. Ia akhirnya bersandar, menundukkan kepala dengan kelelahan... namun tetap menggenggam tangan itu erat—tak mau melepaskan.
Luka di kepala... adalah luka yang dibuat Seoltang sendiri. Orang-orang dari geng yang ditangkap mengaku dengan suara yang seragam bahwa Seoltang menghantamkan kepalanya sendiri ke lantai hingga berdarah. Mereka bilang Seoltang seperti orang kehilangan akal... sejak ibu dan adiknya mengatakan soal neneknya. Itulah yang dikatakan Sekretaris Song kepadanya.
Han Juhyeok mengernyit tajam. Perasaannya campur aduk. Tapi dari semua emosi yang bergejolak, satu hal yang paling menonjol adalah: ketakutan. Ia sangat ketakutan. Semuanya adalah kesalahan dirinya. Jika ia lebih waspada, mungkin Seoltang tidak akan sampai diculik. Jika ia memilih untuk tidak meninggalkan Seoltang sejak awal—tetap tinggal bersamanya, meski hari-hari terasa pahit dan sulit.
Walau dirinya hanya menjadi noda dalam hidup Seoltang—orang yang telah menodai tangan itu dengan darah... yang menjadi bekas luka dalam batinnya. Namun meski begitu... tetap tinggal bersamanya—mungkin itu lebih baik.
Tapi sekarang? Dirinya yang memilih pergi... ternyata tak lebih baik sama sekali. Ia punya segalanya: uang, kekuasaan, nama besar. Tapi kini, saat hendak kehilangan seluruh dunianya... semuanya terasa tidak ada artinya. Harta, prestasi, kuasa, kehormatan—semuanya kosong... tak bisa menyelamatkan satu-satunya hal yang paling berharga.
Han Juhyeok, sekali lagi... berdiri di sudut terjepit yang tak pernah ia temukan jalan keluarnya.
Apa yang harus kulakukan? Apa yang seharusnya kulakukan, Seoltang? Tolong beri tahu aku... apa yang harus kulakukan...
Han Juhyeok lahir dan dibesarkan di kamar sempit yang penuh dengan tumpukan sampah busuk. Tapi ia tidak pernah merasa jijik—karena sudah terbiasa. Ia bahkan tak pernah melihat wajah ibunya. Yang ia tahu, ibunya meninggalkannya tak lama setelah melahirkannya. Ia dibesarkan oleh seorang ayah pecandu yang tak pernah melakukan apa pun selain menghisap narkoba. Efek halusinasi dari obat membuat ayahnya sering menyiksanya secara fisik.
Sejak kecil ia dijadikan kurir narkoba. Ia hanya melakukan apa yang orang dewasa suruh... dan sebagai imbalannya, ia mendapat tteok untuk makan satu kali sehari. Bajunya kotor, tubuhnya dekil, baunya menyengat. Ia menghabiskan hari-harinya di tengah para pecandu. Wajah-wajah mereka pucat, mata melotot dan hampa. Mulut mereka bau busuk. Gigi mereka kecoklatan. Tapi meski begitu... mereka memberinya makan.
Han Juhyeok tidak pernah sekolah seperti anak-anak lain. Ia hanya bisa mengamati anak-anak itu dari kejauhan, bertanya-tanya... dunia seperti apa yang mereka jalani. Suatu hari, saat berusia delapan tahun, ia memberanikan diri menyapa anak lain untuk pertama kalinya. Yang ia dapat hanyalah jijik—dari anak-anak itu dan juga dari orang tua mereka. Bahkan... ada yang memukulinya agar tak dekat-dekat dengan anak mereka.
Di hari-hari ketika ia tidak dipanggil untuk mengantar barang, ia akan duduk sendirian di taman. Ia tidak ingin pulang.
Suatu hari, ada seorang anak laki-laki datang menghampiri sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)