Akhir-akhir ini, Shin Seoltang tenggelam dalam dunia keramik. Awalnya, ia hanya merasa tertarik, tapi lambat laun kegiatan itu menjadi sesuatu yang dinikmatinya sepenuh hati. Ia ingin terus belajar, ingin mahir. Kini, ia sudah mampu membentuk benda sederhana—meski belum sempurna, ada kepuasan tersendiri saat melihat hasilnya. Dalam benaknya, ia membayangkan membuat cangkir khusus untuk Han Juhyeok. Pria itu begitu menyukai teh dan kopi; sebuah cangkir buatannya pasti akan bermakna.
Tapi, benda itu harus dibakar, bukan? Ia belum tahu caranya. Apa perlu ke tempat khusus? Pertanyaan itu menggelitik pikirannya. Sudah sebulan ia tinggal di rumah peristirahatan ini, dan ia mulai merasa betah. Kedamaian yang dulu terasa asing kini seperti pelukan lembut. Juhyeok merawatnya dengan penuh perhatian, membuatnya merasa begitu dihargai. Ia bahkan mulai berani mengobrol lebih banyak dengan pengurus rumah Kang, sesuatu yang dulu tak pernah terpikirkan. Namun, di balik semua itu, ada satu kekhawatiran yang tak pernah reda: nenek.
Sejak percakapan telepon terakhir, mereka belum berbincang lagi. Juhyeok beralasan bahwa menghubungi dunia luar berisiko, mengingat situasi berbahaya yang sedang mereka hadapi. Seoltang berusaha memahami—ia tahu ia harus berhati-hati—tapi rindu pada nenek terus menggerogoti hatinya.
Setelah selesai membuat keramik, Seoltang mencuci tanah liat dari tangannya, merasa lelah namun puas. Ia mandi, berganti pakaian, lalu naik ke tempat tidur, berharap malam akan membawa ketenangan.
---
Tiba-tiba, ia membuka mata di sebuah ruangan asing. Suara tangisan keras dan isakan memenuhi udara, mengguncang hatinya. Ia menoleh, panik, mencoba memahami keadaan. Semua orang mengenakan pakaian hitam, suasananya berat seperti pemakaman. Ia menunduk—dirinya juga berpakaian hitam. Di dekatnya, ibunya, Han Young, menangis tersedu, dengan Shin Seonjin di sisinya, berusaha menghibur.
Tunggu... Shin Seonjin? Kenapa dia sekecil itu, seperti anak sekolah dasar?
Ini apa?
Seoltang memutar pandangannya, lalu matanya tertumbuk pada sebuah foto di depan peti mati. Jantungnya seperti berhenti.
Nenek...
Tubuhnya membeku. Bagaimana mungkin? Kenapa foto nenek ada di sana? Apa ini pemakaman nenek? Apa nenek... terbaring di dalam peti itu? Tidak. Tidak mungkin. Beberapa hari lalu mereka masih berbicara. Nenek bilang kondisinya membaik. Juhyeok juga meyakinkan bahwa nenek baik-baik saja. Lalu, kenapa? Kenapa seperti ini?!
Dengan langkah gemetar, Seoltang berlari menuju peti mati. Di tengah keributan dan keterkejutan orang-orang, ia membuka peti itu. Napasnya tersendat. Jantungnya seperti terhenti. Kulit kepalanya merinding, tubuhnya menegang.
Nenek... benar-benar nenek. Ia terbaring tak bergerak, wajahnya pucat, dengan kapas menutup hidungnya.
"...Nenek," panggilnya pelan, suaranya hilang, tubuhnya nyaris ambruk. "Nenek, Nenek, Nenek." Air mata membanjiri wajahnya. Ia meraih kapas di hidung nenek, menariknya dengan tangan gemetar. "Siapa yang memasukkan ini? Nenek tidak bisa bernapas!" Pikirannya kacau, sarafnya tak lagi terkendali.
"Nenek, bangun. Kenapa nenek tidur di sini?" Tangisnya semakin pilu. Ia meraih tubuh nenek, ingin mengangkatnya dari peti. "Pulang yuk, Nek. Bukankah kita berjanji akan hidup berdua? Venesia, ya, Venesia. Ayo ke Venesia sekarang. Aku akan pesan tiket. Kita naik perahu bersama, ya, Nek."
Kehilangan akal sehat, Seoltang tak menyadari apa yang dilakukannya. Beberapa orang buru-buru menghentikannya, menahan tangannya agar tak mengganggu tubuh nenek. Han Young, ibunya, tak tahan melihat pemandangan itu. Ia mendekat dan menampar wajah Seoltang keras, berharap menyadarkannya. "Seoltang! Kau gila?! Kenapa kau melakukan ini pada nenek?! Jika kau begini, bagaimana nenek bisa pergi dengan damai? Keluar! Keluar dan sadar sekarang!"
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)