2. ࿔prince xiel࿔

21.5K 1K 16
                                        


𖥔 SELAMAT MEMBACA 𖥔

⋆⋆⋆

Waktu menunjukkan pukul 03:36 WIB. Di dapur megah sebuah mansion mewah terdapat seorang pemuda mungil tengah berjongkok di sisi meja pantry. Isakannya yang lirih, terdengar menggema di dapur yang sunyi. Tangannya yang mungil memerah, melepuh dan penuh goresan —hasil dari percobaan memasak mie instan yang berakhir dengan kegagalan.

Matanya yang bulat dan berair menatap jemari yang bergetar penuh keputusan. Pipinya memerah, bukan karena dingin, tetapi karena malu, lelah, dan rasa bersalah yang menjadi satu. Rasa bersalah akibat kabur dari kamar.

"Hiks... ughh pa-padahal xiel sudah berusaha tapi hiks... gagal la-lagi." yahh, setelah aksi kabur dari kamar kedua orang tuanya, Xiel segera pergi ke dapur.

Karena sungguh, Xiel benar benar lapar. Cake beserta es krim yang berada di kulkas telah habis tetapi tak membuat rasa laparnya menghilang, dan juga stok cookies yang berada di kamarnya pun telah habis.

"Hikss... xiel lapar sekali ughhh hikss..." lagi bibir mungil itu terus mengumamkan kata yang sama entah yang ke berapa kalinya.

Tanpa menyadari bahwa sejak beberapa menit lalu, sepasang mata tajam dan dingin tengah mengawasinya dari kejauhan. Sosok wanita cantik nan anggun berdiri tegak di dekat meja makan, dengan tangan bersedekap dada.

"Apa yang sedang kau lakukan prince?"

Suara itu dingin, tegas, dan menusuk.

Xiel tersentak. Wajahnya memucat. Iya segera menyembunyikan kedua tangannya di balik tubuh, menunduk mencoba menyembunyikan luka sekaligus rasa takutnya.

"Ughhh... mo-mommy... sejak kapan di sini...?"

Suara Xiel bergetar, nyaris tak terdengar. Tubuhnya menggigil bukan hanya karena hawa malam, tapi karena ketakutan yang menelusup dari ubun-ubun ke telapak kaki.

Dirinya ketahuan, kabur dari kamar, memakan es krim, memakan makanan manis terlalu banyak, dan lebih parah lagi memasuki dapur-area yang benar benar di larang keras untuk xiel masuki.

Xiel tak bermaksud melanggar hanya saja dirinya lapar dan tak ingin merepotkan orang lain karena berfikir bahwa dirinya bisa tapi ternyata dirinya tak bisa melakukannya meski itu hal kecil sekalipun.

"Prince. Aku bertanya padamu kau tidak tuli bukan, jawab Mommy." suara sang mommy semakin terdengar dingin.

"Kemari. prince. sekarang." suara dingin itu lagi lagi terdengar, Membuat xiel segera mengangkat kepalanya dan memandang sang mommy sungguh xiel benar benar takut sekarang. tangan mungil itu saling menggenggam erat di belakang tubuhnya untuk melampiaskan rasa takut yang di rasakannya.

Mommy anne benar benar marah. anaknya, prince kecilnya sudah mulai membangkang sekarang dengan memasuki area dapur. Dan mencoba memasak hingga membuat tangan mungil itu terluka. Dirinya tak suka, sangat tak menyukainya.

Ohhhhhhmaaaaa siapa pun tolong xiel!!!

"mo-mommy emm xiel sorry. xiel hanya ughh xiel tidak, mommy xiel tidak nakal xiel hanya mau ambil minum." bibir mungil yang mulai pucat itu menjawab dengan cicitan kecil. Itu adalah kebiasaannya jika sedang berbohong dan dirinya hanya bisa berharap agar sang mommy tak menyadarinya.

Prince xiel' Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang