Chapter 30

2.9K 116 1
                                        


"Apa ini, Tuan!" Ha Young berteriak dengan suara melengking. Wajahnya yang tersenyum saat masuk kini berubah memerah karena marah dan kecewa. Dia membawa uang tunai dengan penuh keyakinan akan mendapat keuntungan, tapi uangnya habis. Lebih buruk lagi, dia kini berutang. "Kau curang, bukan? Pasti curang!"

"Curang apa? Mungkin kau saja yang sedang tidak beruntung hari ini. Bukan pertama kali kau kehabisan uang, kenapa harus ribut dan mengganggu orang lain?" Tuan rumah mendekat, berusaha bernegosiasi, tapi sikapnya mengintimidasi. Tiga pria kekar mengikuti di belakangnya, membuat suasana semakin menekan. Ha Young terdiam sejenak. Son Jin menarik tangan ibunya.

"Kita pulang saja, Bu," kata Son Jin.

"Hm, baiklah," gumam Ha Young, mulai merasa takut. Dia berjalan keluar bersama Son Jin, penuh kekecewaan. Dia memandang perhiasan yang baru dibeli dan dijual lagi untuk modal, merasa sangat menyesal, tapi apa daya? Ada untung, ada pula rugi seperti ini. "Hah, habis semua, malah tambah hutang. Seoltang baru akan mengirim uang bulan depan. Apa yang harus kita lakukan, Jin?"

"Apa lagi? Hanya satu cara, minta lebih banyak dari Hyung," jawab Son Jin.

"Dengan alasan apa lagi?" Ha Young memegang pelipisnya. Tiba-tiba, ada suara memanggil dari belakang. Dia menoleh dan melihat seorang gadis muda yang tidak dikenalnya. "Siapa kau?"

"Ini," gadis itu mengulurkan sebuah kalung.

"Itu... kalungku," kata Hanyoung.

"Aku melihat kalian sedang kesulitan, jadi aku kembalikan ini," kata gadis itu dengan senyum ramah. Ha Young menerima kalung itu dengan bingung. "Kebetulan aku beruntung hari ini. Melihat kalian kehilangan segalanya, aku merasa bersalah, seolah dewi keberuntungan hanya berpihak padauku."

Hayoung dan Seonjin saling pandang, tidak mengerti.

"Aku bukan orang mencurigakan, hanya ingin membantu," lanjut gadis itu. "Apa Nyonya tidak pernah melihat ku sebelumnya?"

Hanyoung terdiam sejenak. Sudah berapa lama dia tidak dipanggil Nyonya? "Aku belum pernah melihatmu."

"Aku kadang bermain di sini," jelas gadis itu. "Aku berkeliling ke banyak tempat karena orang-orang ini suka mengincar pelanggan tetap. Jadi, kita tidak boleh terus bermain di tempat yang sama." Nada suaranya meyakinkan, membuat Ha Young dan Son Jin mendengar dengan saksama. "Bagaimana kalau begini? Aku akan merekomendasikan tempat yang bagus. Di sana, mereka biasanya membiarkan pendatang baru menang untuk memikat. Jika mulai rugi, kita pindah ke tempat lain. Bagaimana?"

Keduanya masih ragu dan tidak sepenuhnya percaya.

Gadis itu mengulurkan setumpuk uang. "Ini untuk modal awal. Jika rugi, anggap saja tidak apa-apa."

"Benarkah?" Mata Ha Young berbinar. "Kau memberikannya untukku?"

"Ya," gadis itu tersenyum lebar. Wajahnya manis dengan senyum memikat, membuat wajah Son Jin memerah. Dia bertanya-tanya dalam hati, apa ini cinta pada pandangan pertama? "Oh, namaku Kim Jangmi. Siapa nama Nyonya dan Oppa?"

"Aku Hanyoung, dan ini SeonJin, anakku," jawab Hanyoung. "Tapi kenapa kau membantu kami?"

"Akusudah bilang, hanya ingin membantu. Ayo pergi?" ajak Jangmi.

"Hm, baiklah." Hanyoung dan Seonjin mengikuti gadis yang baru mereka kenal. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk memercayainya. Berkat rekomendasi Jangmi, mereka mendapat banyak uang. Malam itu, mereka bertiga berkeliling ke berbagai kasino dan tempat perjudian, bersenang-senang dengan cara menghasilkan uang yang terasa begitu mudah. Apa pun yang dikatakan Jangmi, semua berjalan lancar.

[END] SUGAR VENOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang