Hingga pagi saat Seoltang bangun untuk kerja, Venom belum tidur. Selama ini, dia tak perlu keluar karena, di dunia nyata, dia tak punya eksistensi. Tak ada nama di catatan pemerintah mana pun, tak ada riwayat, tak ada reputasi. Dia hanya punya nama kode: Venom. Nama dan identitas lamanya sudah dihapus.
Jika Seoltang masih mengingatnya, dia akan jadi satu-satunya yang tahu Venom pernah ada di dunia ini.
Dan kini, dia akan punya identitas baru.
Menciptakan identitas baru itu sulit, menyamar sebagai orang lain jauh lebih mudah.
Dia mencari seseorang dengan nama sama seperti nama aslinya, ingin Seoltang memanggilnya seperti dulu. Dengan data yang dimilikinya, tak sulit menemukan kandidat. Han Gonwoo, presiden Hansung Group, punya anak laki-laki yang terbaring sakit sejak kecil dan dirawat di luar negeri. Han sangat mencintai anak ini, mendedikasikan waktu dan kasih sayang, dan tak pernah ingin punya pewaris lain.
Tak ada media yang punya foto anak itu karena dia tak pernah keluar rumah. Saat dikirim berobat, semua dilakukan diam-diam. Hanya orang terdekat yang pernah melihatnya, dan itu mudah diurus. Baru-baru ini, Han Juhyeok, pemuda malang itu, meninggal dalam diam. Venom memanfaatkan momen, menawarkan kesepakatan yang tak bisa ditolak Han Gonwoo.
Dia akan menjadi Han Juhyeok, putra tunggal Han Gonwoo, pewaris sah. Anak yang sakit dan dirawat di luar negeri selama 25 tahun, kini sembuh berkat terapi fisik dan bisa kembali ke Korea.
Mendapat posisi tinggi di perusahaan raksasa itu tak sulit baginya. Meski mungkin merepotkan karena harus tampil di media, dengan status dan reputasinya, dia yakin bisa mengangkat dan menghormati Shin Seoltang sebagai pasangannya dengan bangga.
Alasan lain, dia perlu tempat untuk mencuci uang dalam jumlah besar agar jadi bersih. Tak peduli seberapa banyak dia belanjakan untuk memanjakan Seoltang, tak akan ada yang curiga. Apa yang lebih sempurna daripada menjadi putra presiden Hansung Group, perusahaan terbesar di Korea?
Dia pernah khawatir apakah Seoltang akan mengingatnya. Beberapa kali dia cemas, dan sepertinya Seoltang memang tak ingat. Tapi kini, dia pikir itu bukan masalah. Kenangan lama biar dia simpan sendiri. Mulai sekarang, mereka akan ciptakan kenangan baru bersama. Lagipula, mungkin itu kenangan yang tak layak diingat.
Yang di luar dugaan, Hansung Group mempercepat pengenalan dirinya ke media, membuat semuanya lebih mendesak. Jejak cerobohnya dan masalah yang belum selesai bertambah. Tapi, ini berarti dia bisa bertemu Seoltang lebih cepat. Dia juga harus memastikan Crimson tak tahu bahwa yang selama ini berkontak dengan Seoltang adalah Han Juhyeok.
Hingga semuanya selesai, dia baru bisa menjalin hubungan terbuka dengan Seoltang. Dan karena dia tak ingin berjauhan, hanya ada satu cara.
Menyimpan anak baiknya di sisinya.
---
"Sial, IP palsu?" Crimson menggigit kuku jempolnya hingga berdarah, stres. Dia menghabiskan waktu lama untuk menembus data pemilik akun "V" yang berkontak dengan Shin Seoltang. Meski tak bisa mengambil isi obrolan, dia akhirnya melacak Venom. Tapi ternyata, itu hanya IP palsu.
Artinya, Venom sudah tahu dia akan meretas ponsel Seoltang...
"Sial!" Crimson mengamuk, menyapu semua barang di meja hingga jatuh. Lee Taesong, yang berdiri di samping, sedikit tersentak. "Kalau begini, apa gunanya membuat data palsu untuk mendekati Shin Seoltang?"
"Salahku apa?" Taesong mengangkat bahu. "Lagipula, bagaimana aku tahu? Seoltang sepertinya tidak sadar saat kumasukkan alat ke ponselnya."
"Kau yakin?" tanya Crimson.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)