Sleep With The Devil Part 4,5,6

850K 12.7K 771
                                    

by Santhy Agatha

blog : anakcantikspot.blogspot.com

twitter : @santhy_agustina

Facebook fanpage : Santhy Agatha

BAB 4

Mikail keluar dari kamar mandi dengan masih menyimpan kemarahan. Rambutnya basah kuyup. Dan seluruh pakaiannya yang basah teronggok di lantai.

Sebuah gerakan di sudut kamar membuatnya menoleh, Norman berdiri di sana, bekas-bekas pukulan Mikail masih menimbulkan memar-memar di sana sini, tetapi lelaki itu sepertinya sudah diobati,

“Bagaimana dia?,” tanya Mikail dingin.

“Dokter sedang menanganinya, paru-parunya kemasukan cairan…anda sendiri Tuan Mikail, anda tidak apa-apa? Terjun dari lantai dua seperti itu hanya untuk menyelamatkan perempuan itu…”

Mikail melirik pada Norman dengan tatapan tajam, lalu meraih handuk untuk menggosok rambutnya yang basah,

“Tadinya aku berniat membunuhnya”

“Kalau begitu kenapa anda menyelamatkannya?”

Mikail membalikkan tubuhnya dan menatap Norman dengan mata menyala-nyala,

“Karena aku memutuskan, belum saatnya dia mati,” mata cokelat Mikail bagaikan berbinar di kegelapan, “Dan kau…. Kenapa kau sengaja membiarkannya lolos?”

Norman menatap Mikail, tampak ada keterkejutan di matanya meskipun sekejap kemudian dia langsung memasang wajah datar, “Saya tidak sengaja membiarkannya lolos”

“Kau pikir aku bodoh?,” suara Mikail menajam, setajam tatapannya, “Kau adalah pengawalku paling berpengalaman, tak mungkin kau bisa diperdaya gadis itu, kecuali kau memang membiarkan dirimu diperdaya”

Norman menelan ludahnya, “Saya ingin membebaskannya, saya takut dia akan membawa masalah untuk kita”

Mikail melempar handuknya dengan marah ke sofa,

“Dalam dua hari ini kau sudah dua kalI mengambil keputusan sendiri dan menentangku, dengarkan ini baik-baik Norman,” suara Mikail dalam dan mengancam, “Sekali lagi kau membuat kebodohan yang merepotkanku, bukan hanya pukulan yang kau dapat, aku akan menghabisimu secepat aku bisa”

Suara ancaman itu masih menggema di kegelapan, bagaikan janji Iblis yang memanggil-manggil meminta nyawa.

***

Ketika Lana terbangun, yang dirasakannya pertama kali adalah rasa sesak di dadanya, dia menggeliat panik, mencoba menarik napas sekuat-kuatnya, dalam usahanya mencari oksigen sebanyak-banyaknya.

“Tenang, kau sudah ada di daratan, kau bisa bernafas secara normal,” Suara Mikail membawa Lana kembali pada kesadarannya.

Dengan waspada dia menoleh dan mendapati Mikail sedang duduk di tepi ranjangnya, Lana beringsut sejauh mungkin dari Mikail dan tingkahnya itu membunculkan secercah cahaya geli di mata Mikail,

“Apakah kau takut padaku setelah kejadian tadi?,” nada gelipun tersamar dalam suara Mikail.

Kurang ajar. Batin Lana dalam hati. Dia berjuang meregang nyawa, dan lelaki ini malah duduk disini menertawainya.

Tetapi, apakah benar Mikail yang terjun ke kolam waktu itu dan menyelamatkannya? Kenapa? Bukankah jelas-jelas dalam kemarahannya Mikail sudah memutuskan untuk membunuhnya? Kenapa lelaki itu berubah pikiran?

“Ya aku memang menyelamatkanmu,” Mikail bergumam seolah-olah bisa membaca pikiran Lana, “Tetapi itu bukan demi dirimu, itu demi kepuasanku.”

Sleep With The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang