A Romantic Story About Serena part 8 dan 9

244K 8K 149

by Santhy Agatha

blog : anakcantikspot.blogspot.com

twitter : @santhy_agustina

Facebook fanpage : Santhy Agatha

 BAB 8

Ruangan itu sangat sunyi, hanya suara alat-alat penunjang kehidupan yang berbunyi secara teratur,

Serena duduk di sana, disamping ranjang Rafi, menatap Rafi yang terbaring dengan damai. Dua jam lagi operasi ginjal Rafi akan dilaksanakan,

Kau harus kuat bertahan ya ? demi aku kau harus bertahan, kau harus bertahan, demi aku Rafi….

Berkali-kali Serena merapalkan kata-kata itu seperti sebuah doa yang tidak ada putus-putusnya,

Rafi tampak lebih kurus, dan pucat, dan begitu diam, tetapi Serena meyakini masih ada kekuatan hidup yang tersembunyi di dalam tubuh Rafi, Serena mempercayainya, Serena percaya kepada Rafi, seluruh harapannya masih bertumpu  kepada kepercayaannya itu.

Kemungkinan keberhasilan operasi itu adalah 40:60, dan Serena bergantung kepada 40% itu. Dia percaya Rafi adalah lelaki yang kuat, buktinya dia sudah berhasil bertahan sampai sejauh ini.

Suster Ana masuk ke dalam ruangan, dan menyentuh pundak Serena,

“Kondisinya stabil Serena, aku yakin dia akan berhasil melalui ini semua”

“Iya suster, Rafi pasti kuat “

Suster Ana mengecek denyut nadi Rafi lalu menatap Serena seolah teringat lagi,

“Bagaimana kau berpamitan bagaimana kepada Mr. Damian ? “

Serena merona,

“Aku bilang  menemani teman yang akan melahirkan ,” gumamnya pelan, merasa berdosa karena tidak bisaa berbohong,

Hari ini hari minggu, Damian kebetulan berencana melewatkan waktunya seharian dengan Serena. Tetapi dengan alasan palsu dan kebohongan yang terbata-bata, Serena  berhasil membuat Damian melepaskannya.

Meskipun dahi Damian tampak berkerut curiga ketika Serena berpamitan tadi pagi.

“Kalau begitu kenapa kau tak mau kuantar ? “ kejar Damian tadi pagi ketika Serena menolak tawarannya.

“Karena temanku ini mengenalmu sebagai bosku, nanti dia bisa mengetahui semuanya,” jawab Serena cepat-cepat.

Lelaki itu mengerutkan keningnya lagi, tidak puas,

“Apakah dia salah satu pegawaiku ?”

“Bukan ! “ , Serena langsung menyela keras, karena setelah mengenal Damian lebih dekat, Serena tahu, jika dia menjawab ‘iya’, maka Damian pasti akan menyuruh salah satu staff personalianya untuk mengecek apakah benar ada karyawannya yang akan melahirkan, dan dia akan mendapati kalau Serena berbohong.

“Dia bukan pegawaimu, tapi dia banyak mengenal teman-teman kantor , dan dia tahu tentangmu, jadi kalau dia melihatmu dia bisa bertanya-tanya kepada yang lain…. “

“Oke, kalau begitu di Rumah Sakit mana ?”

Serena kehilangan kata-kata, berusaha mencari jawaban,

“Eh….. aku tidak tahu di Rumah Sakit mana “

Dengan cepat Damian melangkah ke hadapan Serena yang berusaha menghindari tatapannya,

“Kau bilang akan menemani temanmu itu di Rumah sakit, bagaimana mungkin kau tidak tahu di mana rumah sakitnya ? “

“A…. aku…..,” dengan gugup Serena menelan ludah, “ Aku akan menunggu di kost yang lama, suaminya akan menjemputku nanti “ , disyukurinya  jawaban yang terlintas cepat di otaknya , Dia jarang berbohong, dan tidak pandai berbohong, sementara Damian terlihat seperti seorang detektif yang mencurigai tindakan kriminal yang dilakukan di belakangnya.

A Romantic Story About SerenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang