A Romantic Story About Serena part 5

Mulai dari awal
                                          

Suara percakapan yang sayup-sayup mendekat membuat Serena terperanjat,dengan secepat kilat didorongnya Damian dan dia setengah berlari masuk ke toilet perempuan.

Didengarnya suara Damian dengan ramah membalas sapaan orang-orang yang baru datang ke toliet, Suaranya terdengar bisaa saja bahkan sedikit kegembiraan kecil terselip di sana. Apakah lelaki itu geli atas sikapnya? 

Sialan dia ! Tak sadarkah dia kalau menyergapnya seperti itu di toilet kantor benar-benar tindakan nekat? Jantungnya masih berdentam-dentam dengan kuatnya seakan ingin meloncat dari tempatnya....

Tapi...Serena mengernyit, apakah jantungnya berdetak keras karena ketakutan....ataukah karena ciuman spontan yang tidak diduganya itu.....?

*****

"Kau tampak senang,” Freddy menatap Damian yang sedang memeriksa berkas kontrak kerja mereka dengan supplier baru.

Damian mengalihkan tatapannya dari berkas di mejanya dan menatap Freddy muram,

"Bukannya itu bagus? Tapi kenapa aku mendengar nada mencela dari suaramu?"

Freddy mengangkat bahu,

"Aku cuma tak ingin kau mabuk kepayang dan melakukan hal-hal yang akan kau sesali nanti"

Tatapan Damian berubah tajam,

"Aku??,,,, Mabuk kepayang???... Apakah kau sedang bercanda?"

"Bukan begitu maksudku,tapi sepertinya kau agak berubah, kau tahu, agak tidak fokus, bahkan kata sekertarismu tadi pagi kau terlambat, pertama kalinya, katanya"

"Dan kau kira itu karna aku mabuk kepayang pada Serena, begitu?...baik  ! Memang aku terlambat karena terlalu asyik bercinta dengan Serena, lalu kenapa ? Perusahaan ini sebagian besar milikku ! Apakah seorang pemilik tidak diperbolehkan terlambat ?, toh keterlambatanku tidak merugikan perusahaan ini !”

"Damian,” Freddy berusaha meredakan emosi Damian, "Aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku hanya mencemaskanmu"

Sejenak Damian tidak berkata-kata, tatapannya menyala-nyala, matanya bagaikan api biru yang membakar. Tapi  kemudian dia berhasil mengendalikan emosinya. Dihelanya napas keras-keras,

"Kau benar, maafkan aku Freddy"

Sebelum Freddy dapat menjawab, ponsel Damian berdering, Damian meliriknya dan dahinya berkerut melihat siapa yang menelponnya.

 "Ada apa Shanon?"

Mendengar nama Shanon disebut, Freddy langsung berdiri dan memberi isyarat berpamitan pada Damian, Damian mengangguk mempersilahkan dan Freddy berjalan keluar ruangan.

Di seberang, suara Shanon yang lembut dan elegan terdengar mengalun,

"Aku bertanya-tanya, kenapa kau tak menghubungiku sayang, sabtu kemarin kau mendadak membatalkan acara makan malam kita, dan kemudian aku sama sekali tak bisa menemukanmu, apakah ada pekerjaan mendadak yang menyulitkanmu?"

Wajah Damian berubah dingin, dia sama sekali tidak pernah menjalin komitmen dengan Shanon. Mereka diperkenalkan pada suatu acara makan malam, setelah itu Shanon menghubunginya, mengajak makan malam berdua karena ingin mengenal lebih dekat. Damian tidak menolaknya, baginya 

Shanon cukup cantik dan saat wanita itu mendekatinya, kenapa tidak? Pertemuan mereka berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya, Tetapi  di saat awal Damian sudah menegaskan kepada Shanon bahwa hubungan yang mereka jalin adalah hubungan  tanpa ikatan. Saat Shanon mengundangnya ke tempat tidurnyapun Damian sudah menegaskan itu dia lakukan tanpa ikatan dan tanpa cinta.

A Romantic Story About SerenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang