Chapter 16

4.4K 166 3
                                        


Setelah semuanya disepakati, Seoltang pergi mandi. Dia menggunakan jarinya untuk melebarkan lubangnya agar benda itu bisa masuk. Dia merasa sangat bersemangat, sulit dijelaskan, ketika membayangkan dirinya akan memakainya sepanjang hari di luar. Bagaimana jika dia tak tahan dan akhirnya orgasme? Celananya pasti akan kotor.

"Ugh," Seoltang berjongkok, perlahan memasukkan telur getar ke dalam tubuhnya melalui lubang belakang. Itu adalah tipe tanpa kabel. Tak lama kemudian, benda itu masuk sepenuhnya, hanya menyisakan ujung untuk menariknya keluar. Seoltang merasa sedikit tak nyaman dengan benda asing di dalam tubuhnya. Dia mengenakan setelan jas, melangkah keluar dari kamar dengan perasaan canggung.

Saat menunggu kereta listrik, V mengirim pesan.

V: Aku melihatmu sudah memakainya.

: Anak baik yang patuh, ya?

: Rasanya seperti apa?

Seoltang: Aku merasa sesak.

V: Haruskah aku membuatnya bergetar sedikit?

Seoltang: Jangan saat aku naik kereta.

: Tidak bisakah menunggu sampai aku sampai di kantor?

"Ugh!" Seoltang tersentak ketika benda yang berada di dalamnya mulai bergerak. Dia sudah menghindari titik sensitifnya agar tidak mudah orgasme, tetapi ketika benda itu bergetar, dia hampir tak bisa berdiri. Dia berusaha keras untuk tetap berdiri dengan sikap yang terlihat normal, menahan suara dan menjaga ekspresi wajah seolah tak terjadi apa-apa.

V: Bagaimana rasanya?

Seoltang: Rasanya enak.

: Tapi jangan tingkatkan intensitasnya.

: Aku tidak akan tahan.

V: Aku akan biarkan di level ini saja sampai kau sampai di kantor.

Seoltang: Hmm.

Seoltang menahan getaran yang merambat di pinggulnya. Bagian intimnya mulai mengeras karena gairah yang meningkat. Dia menggunakan tasnya untuk menutupi area itu, takut orang lain akan melihat. Dia merasa sangat malu, namun anehnya juga merasa nikmat. Bagaimana jika ketahuan? Pasti dia akan dianggap mesum.

Jantungan Seoltang berdegup kencang, seolah ingin meloncat keluar. Tangannya lemas. Saat naik ke kereta listrik, ketakutannya semakin menjadi karena orang-orang berdesakan. Dia merasakan nyeri yang menyebar dari bagian intim hingga ke perut bagian bawah. Dia ingin melepaskan semuanya, tetapi tak bisa. Dia hanya bisa menunduk, was-was, takut seseorang menyadari rahasia cabul yang disembunyikannya di balik pakaian.

Telinga Seoltang berdengung. Wajahnya memerah, dadanya terasa panas. Perjalanan ke kantor terasa seperti seharian penuh.

V: Kau hebat sekali.

: Bahkan ekspresimu tidak menunjukkan apa-apa.

: Atau sebenarnya kau sudah terbiasa dengan ini?

: Pernah melakukannya sebelumnya?

Seoltang: Belum pernah.

: Bisakah kau menghentikannya sebentar agar aku bisa bernapas?

V: Baiklah, karena sebentar lagi kau akan sibuk.

: Hanya satu jam, ya.

Telur getar itu berhenti. Seoltang menghela napas panjang, menenangkan diri sejenak sebelum masuk ke perusahaan. Benar seperti dugaannya, gosip selalu menyebar cepat, terutama hal-hal buruk. Tatapan semua orang menuju padanya penuh tuduhan. Seluruh perusahaan pasti sudah tahu bahwa dia telah menyakiti Kepala Park.

[END] SUGAR VENOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang