"Kepala Park! Seoltang-ssi!" Suara dari belakang mengejutkan mereka. Seoltang menoleh dan mendapati dua rekan kerja berdiri kaget di ambang pintu. Mereka segera berlari menghampiri dan membantu Kepala Park yang terguling di lantai. Mereka melihat jelas posisi Kepala Park tergeletak, sementara Seoltang berdiri tak jauh. Mereka langsung menarik kesimpulan.
"Kenapa kau melukai Kepala Park?!"
"Kepala Park, kau baik-baik saja? Haruskah kita ke rumah sakit?" Salah satu dari mereka bertanya cemas, lalu menoleh ke arah Seoltang sambil menghardik, "Seoltang-ssi, kau terlalu kejam. Apa yang sudah Kepala Park lakukan padamu?"
"A-Aku..."
Seoltang adalah tipe yang semakin ditekan, semakin tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Kepala Park didudukkan perlahan. Ia meringis sambil berbicara pelan, "Seoltang-ssi tidak senang padaku... sampai-sampai harus melukaiku. Aku hanya ingin dia ikut minum bersama rekan-rekan."
Seoltang mengerutkan kening. Ia tidak menyangka pria itu bisa bersikap munafik sedemikian rupa. Barusan saja masih mencoba memaksanya, dan sekarang berpura-pura jadi korban.
Rekan-rekan lain mendesak ingin melaporkan Seoltang ke kantor polisi. Tapi Kepala Park menolak dan menyuruh mereka bubar.
Seoltang pulang ke kamar dengan perasaan tidak tenang. Ia tidak tahu apa yang akan menantinya besok. Semuanya tergantung dari apa yang akan Kepala Park katakan.
Bagi Seoltang, Park Young-joo memang menjijikkan. Tapi bagi orang lain, Park adalah sosok yang dihormati dan dipercaya.
Semoga ini tidak berujung pemecatan...
Seoltang terduduk di lantai. Sarafnya menegang karena stres. Ia belum siap kehilangan pekerjaan. Ia tidak ingin masa depannya runtuh hanya karena satu insiden.
Dari awal saja, gajinya sudah tidak cukup untuk hidup layak. Walau ia berusaha keras, ia bukan orang yang cerdas. Ia tidak lulus dari universitas bergengsi. Tidak punya pencapaian luar biasa. Mencari pekerjaan baru di tengah persaingan seperti ini bukan perkara mudah.
Kenapa Kepala Park harus berbuat seperti itu padaku...
Atau... apa kalau aku menurut saja sejak awal, semuanya akan lebih mudah?
Seoltang buru-buru menggelengkan kepala. Tidak mungkin.
Bunyi notifikasi dari aplikasi percakapan membuyarkan pikirannya.
V: Seoltang, kau sudah jadi anak nakal.
: Aku sudah bilang jangan ikut si Park Young-joo.
: Tapi kau tetap melakukannya.
: Tahukah kau bahwa kau sedang membuatku marah?
Seoltang: Aku sudah menjelaskan bahwa aku ditekan oleh semua orang di divisi.
V: Aku tidak peduli alasan seperti itu.
: Seoltang, aku kecewa padamu.
Seoltang memejamkan mata, alisnya mengerut. Kepalanya semakin berat.
Seoltang: Maafkan aku.
: Bisakah kau memaafkanku?
: Aku tidak akan melakukannya lagi.
V: Sejauh mana aku bisa mempercayaimu?
: Setelah kau mengkhianatiku.
: Seoltang, aku benar-benar sangat sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)