Seoltang memandang dirinya di cermin dengan rasa gugup. Mereka sudah berjanji akan bertemu pada tengah malam, dengan syarat dia memakai penutup mata. Awalnya dia pikir V akan membiarkannya melihat wajahnya, tapi kalau tidak diperbolehkan pun tidak apa-apa. Seoltang tidak berniat main curang, dia akan patuh pada semua perintah. Dia menyiapkan tubuhnya sesuai informasi yang dicari.
"Ahhh," Seoltang mengerang pelan. Dia berjongkok sambil memasukkan seks toy kecil ke dalam lubangnya. Rasanya penuh hingga saat ditarik keluar terdengar suara plop. "Tidak bisa... kalau tidak diperlebar lebih dari ini, aku pasti tidak akan sanggup menerima ukuran V." Seoltang berusaha memperlebar saluran belakangnya sebesar mungkin.
Mungkin karena pinggulnya kecil, dia hanya bisa memasukkan tiga jarinya sendiri, tidak bisa lebih lebar lagi.
"Agghh," Seoltang menghela napas untuk menenangkan diri. Jantungnya berdetak kencang, terutama saat melihat waktu mendekati tengah malam. Dia telanjang dan duduk di ranjang, mengambil kain untuk menutup matanya erat-erat, menghitung waktu dalam hati. Semakin dekat waktunya, semakin gugup dia. Dia akan berhubungan dengan orang sungguhan, dan itu adalah psiko aneh yang sudah lama menguntitnya.
...Seoltang tidak bisa lagi mengatakan bahwa orang itu adalah psiko, karena orang yang bersemangat menunggu psiko itu datang untuk menudurinya, mungkin tidak jauh berbeda.
Tiba-tiba, terdengar suara pintu dibuka. Seoltang mendengar detak jantungnya sendiri dengan jelas, berdetak kuat seolah akan meloncat keluar. Bulu kuduknya merinding. Tubuh telanjangnya merasakan angin sejuk menyentuh kulit. Batang kecilnya berdiri tegak dan bergetar. Sudah mengeras sejak dia bersiap di kamar mandi, dan kini semakin keras saat merasakan seseorang merayap naik ke ranjang.
Tanpa sadar dia memanggil, "...V?"
"Itu nama yang kau gunakan untuk memanggilku?"
Suara rendah berbisik. Hanya mendengar suara itu, jantungnya bergetar, perut bawah terasa berat. Seoltang duduk dengan kaki terbuka, kedua tangannya menutupi bagian tengah tubuhnya karena malu. Semakin gelisah, tubuhnya semakin bergesekan. Tanpa menunggu Seoltang bicara lagi, V langsung menerjang dan menekannya ke ranjang.
Sangat besar...
Itu hal pertama yang Seoltang rasakan. V sangat besar dan kuat. Belum sempat bersiap, V sudah memberikan ciuman dengan ganas. Seoltang membuka mulut lebar, membiarkan lidah kasar dan panas menjelajahi rongga mulutnya. Dia mencoba membalas dengan lidahnya, meski kikuk. Dia bisa merasakan hasrat membara V dengan jelas.
Seoltang meraba dengan penasaran, ingin tahu bentuk tubuh V dan yang disentuh hanya otot-otot keras. Ciuman itu semakin berat hingga Seoltang kesulitan bernapas. Dia membiarkan dirinya tenggelam dalam ciuman penuh gairah itu, seolah jiwanya terlepas dari tubuh. Suara kecupan basah bercampur dengan erangan pelan di tenggorokan. Pikirannya mulai kosong.
V menjilat bibirnya, seolah air liurnya sangat manis, lalu berbisik di telinganya,
"Aku ingin kau mengatakan semua yang kau rasakan, mengerti, anak baik?"
Kata 'anak baik' sering V ketik, tapi mendengarnya langsung membuat Seoltang lemas.
"Mengerti."
"Bagus." Setelah pujian, V mencium lehernya yang ramping. "Harum, hmmm...sangat harum," gumamnya, seperti terpesona. Mulutnya mengisap dan menggigit untuk meninggalkan tanda kepemilikan. Seoltang mengatupkan bibir karena sedikit kesakitan. Dia tidak bisa melihat bahwa leher dan tulang selangkanya kini penuh bercak merah.
Lalu V meraba dadanya, menarik Seoltang untuk duduk di pangkuannya. Tubuh kecil telanjangnya bersentuhan dengan tubuh V yang masih berpakaian. Tapi bagian bawah V menonjol, menunjukkan kebesaran sesuatu di balik celana. Seoltang sangat malu saat batangnya bergesekan dengan milik V.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)