Chapter 11

4.4K 169 4
                                        


Aku... apa yang aku pikirkan ?

Tapi...

Seoltang memandang gambar itu lagi.

Seoltang: Apa kau orang asing?

V: Apa kau menyukainya?

Seoltang: ...

: Apa itu tidak terlalu besar?

V: Kau baru saja bilang sendiri kalau kau menyukai seseorang yang punya penis besar.

Seoltang: Milikmu itu terlalu berlebihan.

V: Lalu, apa kau menginginkannya?

Seoltang merasa panas di seluruh wajah hingga ke telinga. Satu sisi hatinya terlalu malu untuk menjawab secara langsung, tapi sisi lain berpikir bahwa dia sudah memuaskan diri di depan V, jadi apa lagi yang perlu dimalu-malukan? Lagipula, V adalah orang yang membayar utang keluarganya dan membantu biaya pengobatan nenek. Dia sudah bilang akan menuruti segalanya.

Bebas dari utang, nenek bisa diobati, dan dia juga bisa berhubungan dengan seseorang yang punya penis sebesar ini.

Kalau dipikir baik-baik... bukankah dia mendapatkan keuntungan yang beruntun?

Seoltang: Kalau dipikir-pikir,

: Kau belum memberi tahu aku namamu.

V: Apa kau ingin tahu nama ku?

: Sayang sekali, aku belum ingin memberitahunya.

: Namaku, terserah kau mau memanggil apa.

Seoltang: Tidak bisa begitu.

: Bagaimanapun, aku menganggapmu sebagai penolongku.

: Dua ratus juta won,

: Aku memang tidak mampu membayarnya kembali seperti yang kau bilang.

: Setidaknya katakan apa yang harus aku panggil mu.

: V itu singkatan dari apa?

V: Anak baik, kau benar-benar menggemaskan.

: Aku senang kau ingin tahu tentangku.

: Tanya yang lain saja.

Seoltang: Bukankah kau bilang mencintaiku?

V: Tentu saja.

: Apa kau sedang merajuk?

Seoltang: Tidak. Kalau begitu, sudahlah.

V: Apa kau sedang marah?

: Menggemaskan.

: Seoltang, kau benar-benar imut.

: Aku akan membujuk mu secara langsung.

: Apa kau ingin aku datang malam ini?

Seoltang: Bisakah menungguku kembali ke kamar dulu?

: Jika kau akan datang malam ini,

: Bisakah aku minta satu juta lima ratus ribu won lagi?

V: Bisa.

(Rekening kau telah menerima 1.500.000 won)

V: Sampai bertemu.

Seoltang tidak bisa menahan rasa cemas, tapi tetap harus menjawab.

Seoltang: Hm.

Dia akhirnya akan bertemu dengan penguntit yang telah mengikutinya selama ini.

Seoltang: Kau akan membayar biaya pengobatan nenek.

[END] SUGAR VENOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang