Sugar: Ya.
: Kau siapa?
Redhead: ㅋㅋㅋ
: Bukankah kau memasang tag mencari pasangan seks?
: Kenapa kau ingin tahu aku ini siapa?
Sugar: Ya.
: Ini pertama kalinya aku mendaftar.
: Aku tidak tahu harus bagaimana.
Redhead: Kau bottom, kan?
: Kebetulan malam ini aku sedang mencari seseorang.
: Apa kau tertarik padaku? Kita bisa bertemu.
Setelah membaca pesan itu, Seoltang pun menggulir layar untuk melihat profil pria misterius itu. Rambutnya diwarnai merah, penampilannya dari luar bisa dibilang cukup menarik. Tebakan Seoltang, pria itu mungkin lebih muda darinya. Ia memikirkan cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk menyetujui ajakan itu. Si Redhead memintanya untuk mengirimkan foto agar tahu wajahnya saat bertemu nanti. Meski enggan, Seoltang akhirnya tetap mengambil swafoto dan mengirimkannya.
Redhead: Kau imut, persis tipeku.
: Bagaimana kalau kita bertemu sekarang?
: Apa kau sedang luang?
: Ayo keluar minum dulu, lalu kita lanjut ke motel.
: Semua biaya dibagi dua, tidak apa-apa, kan?
Pesan yang langsung terang-terangan dari Redhead membuat Seoltang sedikit terkejut, tapi ia pun meyakinkan diri bahwa memang begitulah orang-orang yang mencari pasangan seks lewat aplikasi. Justru dirinya yang harus belajar jika memang berniat mencari pasangan seperti itu. Saat membayangkan bahwa ia akan berhubungan seks dengan seseorang, rasa cemas pun mulai muncul.
Apakah ini akan baik-baik saja... berhubungan seks dengan orang yang tidak dikenal?
Kalau tidak berniat melakukannya, mungkin ia tidak akan pernah benar-benar melakukannya. Setelah berpikir seperti itu, Seoltang pun mengetik balasan.
Sugar: Aku bisa.
: Kita akan bertemu di mana?
Sekarang sudah lewat jam delapan malam. Seoltang tidak pernah keluar rumah di malam hari. Malam ini terasa berbeda. Ia berpakaian rapi dan langsung menuju pub tempat ia janjian dengan orang yang baru ia ajak bicara lewat chat kurang dari sepuluh menit. Dalam hatinya masih dipenuhi rasa ragu dan cemas. Ia berniat untuk sekadar melihat-lihat dulu. Jika pria itu tampak bisa dipercaya, barulah ia akan memutuskan untuk tetap tinggal.
Ia menaiki taksi menuju pub tersebut. Tempat itu ramai dengan orang-orang yang datang untuk bersenang-senang. Shin Seoltang mengedarkan pandangan, mencari pria berambut merah seperti di foto. Akhirnya, ia melihat pria itu duduk sendirian di meja bagian dalam. Saat Seoltang masih berpikir apakah ia masih sempat untuk kabur sekarang, tatapan mereka justru saling bertemu. Pemuda itu melambaikan tangan, memberi isyarat agar ia mendekat.
Seoltang melangkah dengan gugup, tak lama kemudian ia pun duduk di meja itu dengan perasaan canggung.
"Halo."
"Kau Sugar, kan? Kau lebih manis dari foto." Pemuda itu tersenyum lebar dengan ceria. "Minuman pertama biar aku yang traktir, karena kau imut. Ayo, pesan saja."
"A-aku... baiklah." Seoltang memesan minuman, berpikir bahwa jika ia mabuk, mungkin ia akan lebih mudah melakukan hal seperti ini.
"Karena ini pertama kalinya, kau pasti gugup dan cemas, ya? Tidak usah khawatir, aku bukan orang jahat. Aku sering datang ke pub ini dan tempat-tempat sekitar sini. Banyak orang yang mengenalku. Aku tidak akan melakukan hal buruk." Redhead berbicara dengan santai, seolah ia memang sudah terbiasa dengan hal seperti ini. "Kita duduk santai dan ngobrol dulu agar rileks, agar saat sudah di atas ranjang, kau tidak akan tegang. Malam ini kita akan bersenang-senang sepuasnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] SUGAR VENOM
Romance=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis 😊 ⭐️⭐️⭐️ Shin Seoltang, seorang pegawai kantoran yang memiliki aroma tubuh khas. Ia kecanduan masturbasi untuk meredakan stres, namun kini m...
![[END] SUGAR VENOM](https://img.wattpad.com/cover/392438387-64-k975914.jpg)