"Raska boleh ngomong sesuatu?" Raska menatap kedua orang tuanya yang tengah menikmati kopi di ruang tengah. Mereka yang semula sibuk berbincang, kini menatap serius pada putranya.
"Sini duduk samping Bunda." Maira menepuk sofa sampingnya yang kosong. "Mau bicara apa? Tumbenan banget anak Bunda, kayaknya ada yang serius yang perlu diomongin nih?"
Raska mengangguk lemah, lalu duduk bersandar pada bahu Maira. Bimantara meneguk kopinya. Maira mengusap pelan puncak kepala Raska. Memberikan waktu sampai Raska siap memulai membicarakan apa yang ingin dibicarakannya.
"Bun, Yah ... pandangan kalian tentang hidup seorang anak yang tumbuh tanpa orang tua lengkap gimana?"
Maira dan Bimantara kompak saling pandang.
Maira menghela napas sebelum mengeluarkan kalimatnya. Ia tidak ingin salah bicara mengenai pembahasan sensitif seperti ini. "Sebagai seorang Ibu, Bunda ngga mau anak Bunda tumbuh dengan perasaan kehilangan. Bunda pikir, anak yang tumbuh tanpa Ibu dan Ayah seringnya harus tumbuh lebih cepat dari seharusnya."
"Mereka belajar kuat sendirian, belajar paham rasa sepi yang ngga seharusnya mereka rasain di umur segitu. Dan meskipun mereka bisa tumbuh menjadi anak yang hebat, Bunda tetap merasa kalo itu suatu hal yang ngga adil buat mereka. Seorang ibu ingin menjadi tempat pulang, ingin menjadi peluk yang menenangkan. Bunda cuma bisa berharap, dunia memperlakukan mereka dengan lembut."
Benar. Karna pada dasarnya, hidup tanpa sosok lengkap itu sulit. Semakin sesak ketika usia semakin bertambah.
Bimantara mengubah posisi duduknya lebih dekat dengan Raska. Kini remaja itu diapit oleh Maira dan Bimantara.
"Hidup ini keras, Ka. Sebagai seorang Ayah, Ayah selalu ingin menjadi tembok kokoh untuk menjaga anak Ayah dari kerasnya dunia. Ayah ngga mau anak Ayah harus jadi kuat terus-menerus, padahal kamu butuh ruang untuk rapuh. Sebagai Ayah, Ayah mau mengajari banyak hal, bukan cuma soal logika dan keberanian. Tapi juga tentang nilai, tentang jadi manusia."
"Ayah cuma bisa berharap, meskipun mereka tumbuh secara tidak lengkap, mereka tetap tahu bahwa dia dicintai, dan mereka tidak salah kalo kadang ngerasa kehilangan."
KAMU SEDANG MEMBACA
LENTERASKA
Teen FictionRaska Lautana Biru Nama indah milik remaja dengan nayanika seteduh sinar bulan. Tutur katanya lembut, selembut sutra. Siapa yang tak jatuh cinta pada insan sesempurna Raska? Siapa sangka, jatuh cinta perdananya justru jatuh pada seorang gadis yang...
