Hari ini Alta di ajak Nenek Risa pergi ke kebun. Hari ini pohon Anggur siap untuk dipanen.
"Adek mau coba, Adek mau coba." Alta memekik sambil melompat-lompat kecil di depan Nenek Risa yang sudah mulai memetik Anggur.
"Nenek, gendong. Adek tidak sampai." Alta mulai merengek pada Nenek nya.
Nenek Risa terkekeh, merasa lucu dengan kelakuan cucu bungsunya itu.
"Adek mau coba ngambil buahnya?" tanya Nenek Risa yang langsung dibalas anggukkan kepala semangat oleh Alta.
"Baiklah," kata Nenek Risa kemudian berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.
Alta langsung berjalan lebih dekat ke arah Nenek nya kemudian masuk ke dalam pelukan Nenek Risa.
Setelah mengecup singkat dahi sempit Alta, Nenek Risa mengeratkan pelukannya kemudian menggendong Alta.
"Ayo ambil." kata Nenek Risa mengarahkan tubuh Alta pada buah Anggur yang siap dipetik.
Alta memetik buah Anggurnya satu per satu, "Bukan seperti itu, sayang." kata Nenek Risa kemudian berjalan untuk mengambil salah satu keranjang yang masih kosong. "Simpan ke sini." Nenek Risa menyodorkan keranjang itu ke depan Alta.
"Anggul nya?" Alta bertanya dengan wajah bingungnya.
"Iya."
"Tapi, ini punya Adek kan?" Alta kembali bertanya sambil memicingkan matanya.
"Iya, semuanya punya Adek. Tapi, simpan dulu disini ya. Kita petik lagi yang banyak.'
"Baiklah." Alta akhirnya menurut.
Setelah itu, Nenek Risa dengan Alta. Yang masih berada dalam gendongannya kembali berjalan ke tempat tadi. "Sekarang, Adek pegang buah Anggur nya dengan dua tangan."
Alta menurut. "Sepelti ini?"
"Iya, benar. Pintarnya cucu Nenek." mendapat pujian dari sang Nenek, Alta langsung tersenyum malu-malu dengan kedua pipi tembemnya yang merona.
"Pegang yang erat ya."
"Eum!"
Kemudian Nenek Risa menggunting tangkainya. Buah Anggurnya hampir jatuh karena Alta tidak kuat menahan beratnya, untung saja Nenek Risa dengan sigap membantu Alta memegangnya, jadi buah Anggurnya tidak jatuh dengan sia-sia ke tanah.
"Sudah, tulun." pinta Alta sambil menggoyangkan kedua kakinya.
Nenek Risa menurut dan menurunkan Alta.
Alta sudah berhasil berdiri dengan kedua kakinya dengan buah Anggur yang ia peluk dengan erat.
"Buahnya jangan di peluk terlalu kuat, nanti rusak." Nenek memperingati Alta yang sudah mulai berjalan menuju keranjang yang tadi.
"Iyaaaa,"
Melihat Alta sudah sampai di dekat tempat keranjang yang tadi, Nenek Risa kembali melanjutkan memetik buahnya.
Sekarang, di kebun itu memang hanya ada keduanya. Nenek Risa sengaja ingin memetik buah berdua bersama Alta sekalian mengajaknya bermain.
Nenek Risa hanya akan memetik beberapa, nanti sisanya akan diselesaikan oleh tukang kebunnya.
Berbeda dengan Nenek Risa yang kembali sibuk memetik buah Anggur, Alta berhasil mengambil keranjang itu, menyimpan buah Anggur dalam pelukannya kesana dan membawa keranjang itu ke salah satu pohon terdekat.
Alta duduk di bawah pohon itu dan bersandar disana dengan keranjang buah di atas pangkuannya.
"Adek mau coba." gumam Alta kemudian mengambil satu buah Anggur, menggosoknya pada pakaian yang sedang ia pakai kemudian memakannya.
