5. Welcome home, Panda!

1.2K 65 0
                                        

Papa Sean, Nenek Risa dan Kakek Andi merasa cemburu dengan kedatangan anggota baru keluarga mereka.

Bagaimana tidak?

Si kecil sejak kemarin hanya ingin dengan abang Ero nya.

Di mobil ingin dipangku abang, mandi ingin bersama abang, makan di suapi abang, main ditemani abang, bahkan tidur pun hanya berdua di kamar baru abangnya.

Alta benar-benar tidak bisa membagi waktu begitu mendapatkan apa yang ia inginkan.

Seperti sekarang ini, semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga sehabis sarapan bersama.

Alta hanya sibuk bercerita dengan antusias pada Cavero yang ditanggapi dengan tak kalah antusiasnya.

"Hali ini Panda datang loh abang~"

"Panda?" tanya Cavero bingung.

"Iya. Panda." jawab Alta dengan antusias bahkan kepalanya ikut naik turun, mangangguk. "Iya kan Papa? Hali ini Panda datang?" Alta berlanjut bertanya Papa Sean.

"Kata siapa?" Tanya Papa Sean, sebenarnya hanya bercanda. Ia hanya ingin membuat Alta kesal juga karena sudah membuat semua keluarga Adibrata kesal dengan kelakuan Alta yang selalu bersama dengan Cavero.

"Loh? Papa kan dah janji~ hali ini ada Panda~ gak boleh ingkal janji loh," Alta merengek pada Papa Sean, tapi bukannya membujuk Papa Sean, Alta justru malah berjalan pada Kakek Andi.

"Ake~ Papa nya boong." rengek Alta yang sekarang sudah berada di pangkuan Kakek Andi.

Bukannya merespon Alta, Kakek Andi justru tersenyum dengan bangga pada Papa Sean dan Nenek Risa, Cavero tidak termasuk karena ia sepertinya belum mengerti tentang persaingan di keluarga Adibrata.

"Ake ish," Alta merengut karena kesal telah diacuhkan oleh kakeknya itu.

"Oh maaf sayang," Kakek Andi langsung memusatkan perhatiannya pada  Alta yang sekarang sudah memeluknya dengan erat mendusel di dadanya. "Sebagai gantinya, adek mau apa?"

"Pandanya ndak datang benelan?" Alta bertanya dengan lirih.

Mendengar itu, Papa Sean hampir saja mengeluarkan suaranya dan membujuk Alta, meminta maaf juga karena tadi telah berbuat jahil padanya. Tapi, semua perkataannya tidak jadi keluar karena mendengar permintaan yang keluar dari mulut anaknya.

"Adek mau dede bayi nya kucing." katanya sambil memilin ujung pakaiannya. "Apa boleh?" tanyanya sambil memandang sang kakek dengan memelas.

Tentu saja Kakek Andi tidak bisa menolak pesona Alta dan langsung mengiyakan permintaannya.

Alta yang senang karena keinginannya terpenuhi, langsung memeluk Kakek Andi dengan erat kemudian mencium kedua pipinya. Setelah itu Alta nyengir lucu sambil memandang Kakek Andi dengan kedua mata yang berbinar.

Nenek Risa dan Papa Sean tentu saja merasa iri dengan perlakuan yang di dapat Kakek Andi dari Alta.

Tapi, baru saja mau protes, Alta terlihat mulai turun dari pangkuan Kakek Andi dan berjalan pada Cavero kembali.

"Abang, ayo main." ajak Alta sambil menarik sebelah tangan Cavero agar berdiri dari duduknya dengan kedua tangannya.

"Mau main apa?" Cavero bertanya dengan nada lembut pada Alta.

Alta langsung melepas pegangan tangannya pada sang abang begitu Cavero berhasil berdiri, kemudian tersenyum dengan lucu ketika mendapat pertanyaan dari Cavero. "Abang kena!" pekikan Alta terdengar menyentak anggota keluarga Adibrata yang sedari tadi diam menyimak interaksi kedua anak itu.

Little AltaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang