Jam waktu istirahat sudah berbunyi dan pertanda semua nya bisa makan dan minum siang, semua murid kemudian pergi keluar kecuali Liam yang disuruh tetap di dalam untuk menerima pelajaran tambahan.
"sabar ya bro" -Rudi
"apaan kocak" -Liam
"ga sih, hanya saja.. jangan sampai lu ewe guru sendiri cok" -Rudi
"tau aja niat gua" -Liam
"kontol, yaudah gua keluar dulu" -Rudi
"ye" -Liam
Rudi kemudian keluar dari kelas dan didalam kelas tersisa Liam dan juga Steven, Steven mendekat ke meja Liam dan kemudian duduk di kursi nya sambil menaruh beberapa buku di depan Liam, dia lalu mengambil tas Liam dan mengeluarkan pulpen disana
"nih" -Steven
"buat apa?" -Liam
"belajar, kamu juga akan saya ajarkan sopan santun"-Steven
" hm" -Liam
"sebentar, nih" -Steven
"ha" -Liam
Steven mengeluarkan roti di tas nya dan minuman, dia memberikan roti tersebut kepada Liam untuk dia makan karena dia tidak bisa pergi keluar beristirahat sekarang, Liam melihat roti tersebut dan mengambil nya
"buat gue?" -Liam
"heem" -angguk steven kepada Liam
Liam membuka roti tersebut dan mulai memakan roti nya, sementara Steven menunggu dengan sabar saat Liam makan
"lu beda banget kek guru lain" -Liam
"beda?" -Steven
"yah, ga kasar" -Liam
Mendengar itu Steven hanya senyum lembut ke arahnya seketika membuat jantung Liam berdetak saat melihat senyuman Steven, Liam tetap fokus memakan roti nya dan mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya.
Selesai makan Steven pun mulai mengajari Liam dengan sabar walaupun Liam seperti tidak mendengar kannya namun Steven tetap fokus mengajarnya bahkan dia tetap sabar saat Liam tidak mau menjawab beberapa soal yang dikasih, Liam memperhatikan Steven namun tidak mendengarkan pembelajaran nya dia hanya fokus melihat wajah Steven yang begitu cantik dimatanya.
Setelah menjelaskan, Steven kemudian memberikan Liam soal lagi untuk dijawab, walaupun ada banyak soal Liam mengerjakan nya dengan cepat dan Steven khawatir nanti jawaban Liam salah.Namun Steven yang salah, ternyata semua jawaban milik Liam itu benar seketika membuat Steven kagum karena Liam sepintar itu
"hebat.. dia bisa menjawab semua nya.. " batin Steven
"hebat, kamu bisa?" -Steven
"bisa" -Liam
"syukurlah, baiklah sekarang aku akan mengajari mu tentang adab dan etika" -Steven
Liam hanya mengangguk dan menurut saja karena dia sedang di ajari oleh guru yang penyabar, walaupun Liam bosan namun dia tidak ingin meninggalkan kelas
. . .
Tiba tiba saja pena milik Steven terjatuh kebawah meja alhasik Steven harus duduk dan mencari nya, Liam memperhatikan Steven yang mencari pena nya dan matanya terfokus ke tubuh Steven yang terlihat sangat ramping dengan bagian belakang nya yang menggoda, tanpa sadar ada sesuatu yang berdiri di balik celana Liam dan itu membuat Liam kewalahan dan merasa panas.
Steven menemukan pena nya dan berdiri kembali, dia lalu menoleh ke arah Liam yang terlihat kewalahan, Steven bingung namun juga khawatir karena Liam yang terlihat seperti menahan sakit, tanpa rasa curiga Steven mendekat ke Liam dan menepuk pundak nya
