Pukul 06.30 claysya sudah siap dengan seragam sekolah ia pun bergegas menuruni anak tangga untuk sarapan sebelum ke sekolahnya.
" Pagi bi nina " sapa claysya dengan senyum cerahnya.
" Pagi non, keadaanya gimana non badannya udah baikan ? Kalau belum jangan dipaksa buat berangkat ke sekolah non. Istirahat dulu aja ntar bibi bilang ke temennya non claysya buat izinin ngga masuk sekolah " nasihat bi nina, ia khawatir apalagi kejadian kemarin masih terekam jelas di benaknya.
" Aku udah ngga papa ko bi tenang aja, claysya kan kuat masalah luka gitu mah kecil ntar juga sembuh sendiri bi " Ucap claysya dengan santainya. Namun dibalik itu semua claysya berusaha menahan mati-matian sakit di sekujur tubuhnya, luka cambukan dibagian punggungnya pun belum sepenuhnya mengering, membuat ia harus berhati-hati saat disekolah nanti.
" Iya deh bibi percaya, tapi ingat luka nya harus diobatin terus biar cepet sembuh ya non. Bibi selalu berdoa, semoga non bahagia terus, non harus jadi perempuan yang kuat karena belum tentu bibi akan selamanya ngelindungi non claysya " nasihat bi nina tak lupa mengelus lembut surai hitam nan wangi claysya.
Claysya hanya mengangguk dan tersenyum sebagai respon dirinya terhadap bi nina yang ia anggap seperti orang tuanya sendiri.
" Iya bi claysya akan selalu ingat pesan bibi, tapi claysya berharap bibi slalu ada disamping claysya sampai claysya sukses suatu saat nanti ya bi " Ujar claysya dengan penuh semangat.
Bi nina hanya tersenyum, betapa beruntungnya bu ana, bunda dari claysya memiliki seorang anak yang kuat, ceria, dan tak pernah mengeluh sedikitpun padahal begitu banyak luka yang ia simpan.
" Iya non claysya, tapi bibi ngga bisa janji hehe, kan kita ngga tau kedepannya nanti gimana? Iya kan ? " Balas bi nina
" Iya juga sih bi " claysya mengiyakan apa yang dikatakan bi nina.
" Ya sudah gih sarapan dulu biar sekolahnya ngga terlambat, bibi mau bersih-bersih dulu, bibi pamit ya non " Ujar bi nina
" Iya bi terimakasih udah nyiapin sarapan buat claysya " ujarnya dengan tulus tak lupa senyum cerah yang terlukis indah di bibirnya.
" Iya non sama-sama, ini juga udah menjadi tugas bibi jadi non claysya tidak perlu ngga enak hati sama bibi ya non " Ujarnya ia pun pamit untuk bersih-bersih yang sempat tertunda tadi. claysya pun hanya mengangguk dan tersenyum, mempersilahkan bibinya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Jangan lupa vote 🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
Claysya Hevanna
Teen FictionClaysya Hevanna cewek tomboi nan cantik dengan tatapan tajam nya, menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya, bahkan banyak cowok-cowok yang saling berebut untuk memilikinya dan menjadi bagian dari hidupnya. Namun siapa sangka dibalik semua itu ters...
