Evan dan Ed

9.3K 62 5
                                        

ILUSTRASI:

ILUSTRASI:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Evan

Evan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ed




Jalinan Asmara adik dan kakak.


"Kak, ayo pulang."

"Kelas kamu udah selesai? Kamu kalau mau pulang duluan aja, kelas kakak masih belum soalnya."

"Yaudah aku tungguin."

"Masih lama, Ed."

"Gapapa, aku tungguin."

Ed itu keras kepala, dia tidak pernah mau mendengarkan masukan dari orang lain.

Sebagai kakak aku hanya bisa sabar menghadapinya.

Kalau dilihat sekilas, kami benar-benar jauh dari kata 'bersaudara.'

Dari segi postur tubuh kami beda, muka beda, kebiasaan juga beda.

Ed lebih mewarisi gen ayah, kulitnya sawo matang dengan proporsi tubuh yang tegap.

Di usianya yang sekarang menginjak kelas 3 SMP, dia bisa dibilang bongsor dengan tinggi 175cm.

Sedangkan aku lebih mewarisi gen ibu, kulitku putih bersih.

Badanku tidak terlalu tinggi, tidak pula terlalu tegap.

Wajahku sering dibilang manis, daripada ganteng.

Meski aku sudah kelas 1 SMA, aku masih tidak bisa menyamainya.

Ed juga jadi idola untuk para siswi, dia sering kali dapat hadiah kecil dan surat cinta.

Sementara aku lebih sering ditolak. Katanya wajahku lebih cantik dari wanita. Yang benar saja.

Kami sama-sama bersekolah di sekolah satu atap, ada sd, smp dan sma disini.

Meskipun dengan segala perbedaan yang kami miliki, Ed tetap menghormati ku sebagai kakak.

Meski Ed populer, aku belum pernah melihatnya pacaran atau membawa cewek sama sekali.

part offTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang